Beras Masih Jadi Momok Inflasi Meski Banjir Pasokan

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:20 WIB
Beras Masih Jadi Momok Inflasi Meski Banjir Pasokan
[ILUSTRASI. Komoditas beras salah satu penyumbang inflasi. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)]
Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komoditas beras ternyata masih menjadi salah satu penyumbang inflasi utama saat ini. Kondisi tersebut ironis di tengah klaim pemerintah terjadi lonjakan pasokan beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5 juta ton.
Deputi Bidang Distribui BPS, Ateng Hartono menerangkan kelompok penyumbang inflasi pada April tahun ini dari makanan, minuman dan tembakau yang mencapai 3,06% secara tahunan atau year on year dengan andil 0,90% secara tahunan. "Adapun (inflasi) beras mencapai 4,36% secara tahunan dengan andil inflasi mencapai 0,60% secara year on year," kata Ateng di rapat pengendalian inflasi, Selasa (5/5). 
Malah di beberapa daerah, beras masih menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Misalnya di Papua Barat, beras masih menempati posisi ketiga penyumbang inflasi mencapai 7,82% secara tahunan dengan andil sebesar 0,53% secara tahunan. Sementara di Aceh, beras justru menjadi penyumbang inflasi utama mencapai 12,87% secara tahunan dengan andil 0,73%. 
Direktur Operasional dan Pelayanan Perum Bulog, Andi Afdal mengakui beras mengalami kenaikan harga di beberapa wilayah di Indonesia. Kondisi tersebut dipicu oleh kenaikan harga kemasan dan  biaya angkut lantaran kenaikan bahan bakar minyak (BBM) imbas dari konflik di kawasan Timur Tengah.
Meski begitu, Bulog terus berupaya melakukan penetrasi pasar lewat operasi pasar untuk bisa meredam harga beras. Langkahnya adalah dengan terus mengguyur beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menurunkan harga beras di pasar.  
"Distribusi harian untuk beras SPHP sudah mencapai 7.000 ton per hari. Namun kami perhatikan di beberapa daerah tetap ada kenaikan (harga beras)," Andi mengakui.
Sementara Kementerian Peratanian (Kementan) memproyeksikan produksi beras nasional bisa naik meskipun ada potensi kemarau ekstrem atau El-Nino pada tahun ini.  
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menyebutkan berdasarkan data BPS produksi beras nasional mencapai 19,31 juta ton pada periode Januari - Juni 2026, naik 0,26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Ini menjadi perhatian kita semua dan berharap tidak ada kenaikan harga beras yang signifikan," janji dia.

 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pergerakan Rupiah Menanti Kebijakan BI Pekan Ini
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:45 WIB

Pergerakan Rupiah Menanti Kebijakan BI Pekan Ini

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,33% secara harian ke level Rp 17.888 per dolar AS.

Bidik Dana US$ 1 Miliar dari Panda Bond
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:26 WIB

Bidik Dana US$ 1 Miliar dari Panda Bond

Pemerintah akan menerbitkan Panda Bond perdana pada tanggal 23 Juli 2026                            

Konflik AS dan Iran Memanas, Dolar AS Masih Jadi Primadona
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:15 WIB

Konflik AS dan Iran Memanas, Dolar AS Masih Jadi Primadona

Eskalasi geopolitik antara AS - Iran yang semakin memanas membuat pergerakan harga valuta asing safe haven bergerak bervariasi.

Mengejar Dana Global Lewat Pusat Finansial
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:10 WIB

Mengejar Dana Global Lewat Pusat Finansial

Pemerintah menargetkan pembangunan Pusat Keuangan Internasional Indonesia dimulai akhir tahun 2026         

Rating Agency
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:10 WIB

Rating Agency

Percaya pada kekuatan ekonomi nasional tentu penting. Namun, kepercayaan diri jangan sampai mengabaikan mekanisme pasar global.

Peluang Penguatan Saham Danantara
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:06 WIB

Peluang Penguatan Saham Danantara

Isu tata kelola Danantara masih menjadi salah satu sentimen yang membayangi pergerakan saham-saham pelat merah pada separuh kedua tahun 2026

Dana Asing Kembali Perlahan ke Bursa
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:04 WIB

Dana Asing Kembali Perlahan ke Bursa

Net buy asing dalam sepekan terakhir ke pasar saham Indonesia merupakan sinyal awal yang positif, namun, belum tentu menjadi tren struktural.

Efisiensi Beban dan Laba Kurs Menopang Lonjakan Laba Bersih PTPP
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:02 WIB

Efisiensi Beban dan Laba Kurs Menopang Lonjakan Laba Bersih PTPP

PT PP Tbk (PTPP) berhasil melipatgandakan laba bersih pada semester I 2026, di tengah pendapatan yang masih tertekan. 

Sido Muncul Dorong Pasar Ekspor dan Efisiensi
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:00 WIB

Sido Muncul Dorong Pasar Ekspor dan Efisiensi

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menargetkan kinerja tahun ini relatif mendatar di tengah kelesuan konsumsi. 

Risiko Kredit Bayangi Laba Industri Fintech
| Rabu, 22 Juli 2026 | 05:50 WIB

Risiko Kredit Bayangi Laba Industri Fintech

Industri pinjaman daring mengantongi laba Rp 1,08 triliun, atau naik 37,43% secara tahunan per Mei 2026. 

INDEKS BERITA

Terpopuler