KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari ini, Rabu (26/4), aktivitas sebagian masyarakat kembali bergulir pasca libur dan cuti bersama Lebaran. Senin (24/4) dan Selasa (25/4) menjadi puncak arus balik periode pertama.
Periode pertama lantaran masih ada puncak arus balik periode kedua, yang pemerintah prediksi terjadi pada 30 April dan 1 Mei nanti. Sebab, tak sedikit yang mengajukan cuti tambahan, sehingga bisa menikmati waktu bersama keluarga atau liburan lebih lama.
Tambah lagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengimbau masyarakat yang masih di kampung halaman untuk menunda balik pada puncak arus balik periode pertama.
Jokowi mempersilakan aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI dan Polri, serta pegawai BUMN dan perusahaan swasta untuk memperpanjang cuti ataupun bekerja dari rumah (work from home).
Maklum, keinginan masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini tinggi sekali pasca pandemi Covid-19.
Mengacu hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran 2023 mencapai 123,8 juta orang, meningkat 14,2% dibanding 2022 sebanyak 85,5 juta orang. Angka ini tertinggi sepanjang sejarah.
Ekonomi pun berputar lebih kencang. Bukan cuma mudik, masyarakat memanfaatkan momen libur dan cuti bersama Lebaran untuk rekreasi ke tempat-tempat wisata.
Buntutnya, kemacetan parah terjadi di sepanjang Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada 24-25 April lalu. Kemacetan parah terjadi selama 24 jam, kendaraan nyaris tak bergerak.
Pengelola Ancol Taman Impian bahkan sampai menutup sementara penjualan tiket masuk lantaran pengunjung membeludak pada Senin (24/4). Sebab, per pukul 16.00 WIB, kedatangan pengunjung ke tempat wisata di Jakarta Utara ini menembus 100.000 orang.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memproyeksikan, perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat momen mudik dan libur Lebaran tahun ini mencapai Rp 100 triliun hingga Rp 150 triliun. Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dari momen libur Lebaran tahun lalu.
Laju pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun ini pun bakal lebih kencang. Pertumbuhan tertinggi memang terjadi pada kuartal dengan momen bulan puasa dan Lebaran.
Bank Indonesia (BI) memperkirakan, ekonomi di kuartal II 2023 bisa tumbuh 5,1%. Hanya, pertumbuhan ekonomi bisa berarti jika inflasi bisa terkendali.
