Bertahan Tinggi

Selasa, 06 Januari 2026 | 06:10 WIB
Bertahan Tinggi
[ILUSTRASI. TAJUK - Hendrika Yunapritta (KONTAN/Indra Surya)]
Hendrika Yunapritta | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pesta kembang api telah usai, kalender di dinding sudah berganti jadi 2026. Tapi, beban di keranjang belanja ibu rumah tangga semakin berat. Harapan bahwa lonjakan harga pangan melandai seiring berakhirnya masa Nataru, ternyata pudar. Hingga pekan pertama Januari ini, harga cabai, beras, hingga telur ayam masih betah bertengger di level tertinggi. 

Fenomena ini jadi sinyal bahaya bagi daya beli masyarakat. Kita tidak bisa lagi menerima alasan penyebab kenaikan harga pangan adalah anomali cuaca atau kenaikan permintaan musiman, seperti Nataru. Jika pola yang sama berulang setiap tahun tanpa ada mitigasi yang mumpuni, maka masalahnya bukan lagi pada alam, melainkan pada manajemen rantai pasok.

Setidaknya ada dua persoalan fundamental. Pertama, kegagalan memotong rantai distribusi. Dari petani hingga ke meja makan, komoditas pangan kita melewati berlapis-lapis perantara yang masing-masing mengambil margin keuntungan. Di sinilah letak ironinya: petani kita tidak bertambah kaya saat harga melonjak, sementara konsumen menjerit. Keuntungan besar  menguap di distribusi.

Kedua, efektivitas operasi pasar yang dilakukan pemerintah seringkali terasa seperti memadamkan kebakaran hutan dengan seember air. Intervensi yang dilakukan bersifat reaktif, karena dilakukan ketika harga sudah terbang tinggi.

Kita harus jujur, tekanan harga pangan ini adalah ancaman nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Konsumsi rumah tangga adalah pilar utama ekonomi kita. Lihat saja, inflasi Desember 2025 jadi tertinggi tahun lalu, dan itu didorong kenaikan harga pangan. Jika sebagian besar pendapatan masyarakat tersedot untuk sekadar bertahan hidup dan mengisi piring nasi, jangan harap sektor lain bisa berlari kencang. 

Pemerintah tidak boleh lagi sekadar memberi imbauan agar masyarakat maklum atau berhemat. Solusi konkret harus segera digelar. Digitalisasi rantai pasok jangan sekedar jargon, melainkan kebutuhan memonitor stok secara real-time dari lumbung ke pasar. Penguatan peran BUMD pangan di daerah juga harus dipacu agar mampu memotong rantai pasok.

Jangan biarkan masyarakat memulai tahun 2026 dengan rasa pahit di dapur. Urusan perut adalah urusan harga diri negara. Jika untuk urusan menyediakan beras dan cabai dengan harga terjangkau saja kita terus-menerus gagal, lantas apa gunanya segala narasi besar tentang transformasi ekonomi?

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Mengintip Risiko Dari Euforia Rebound TPIA yang Diiringi Aksi Beli Investor Asing
| Rabu, 22 Juli 2026 | 09:08 WIB

Mengintip Risiko Dari Euforia Rebound TPIA yang Diiringi Aksi Beli Investor Asing

Di tengah optimisme terhadap proyek CA-EDC, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada strategi pendanaan yang dipilih TPIA.

Saham DSSA Melejit 15,34% Sehari, Mendingan Pilih Jual atau Masih bisa Ikutan Beli?
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:32 WIB

Saham DSSA Melejit 15,34% Sehari, Mendingan Pilih Jual atau Masih bisa Ikutan Beli?

Kenaikan harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga dipicu sentimen pasar dan aksi bargain hunting.

Reli Serentak, Nasib Berbeda: Membedah Katalis di Balik Lonjakan Saham Grup Bakrie
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:30 WIB

Reli Serentak, Nasib Berbeda: Membedah Katalis di Balik Lonjakan Saham Grup Bakrie

Analis menilai penguatan serentak kelima saham Grup Bakrie tak lepas dari sentimen risk-on yang sedang menyelimuti pasar secara keseluruhan.

Perluas Akses Masyarakat Membeli Logam Mulia, ANTM Menggandeng Bank Muamalat
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:27 WIB

Perluas Akses Masyarakat Membeli Logam Mulia, ANTM Menggandeng Bank Muamalat

Kerja sama ini memperluas distribusi, memperkuat rantai pasok emas  dan meningkatkan akses terhadap emas melalui pembiayaan syariah. 

Ada Pengendali Baru dan Transformasi Bisnis, Saham PKPK Masih Akan Melanjutkan Rally?
| Rabu, 22 Juli 2026 | 08:08 WIB

Ada Pengendali Baru dan Transformasi Bisnis, Saham PKPK Masih Akan Melanjutkan Rally?

Rally saham  PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) yang telah berlangsung selama berbulan-bulan membuka peluang terjadinya profit taking.

Setelah Reli Panjang, Waspada Potensi Profit Taking, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:58 WIB

Setelah Reli Panjang, Waspada Potensi Profit Taking, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Setelah reli yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir, investor juga perlu mewaspadai potensi profit taking jangka pendek.

Kopi Kenangan Memacu Ekspansi Gerai di Semester II
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:19 WIB

Kopi Kenangan Memacu Ekspansi Gerai di Semester II

Perusahaan tetap berfokus merealisasikan target ekspansi yang telah ditetapkan sejak awal tahun, yakni menambah 300–400 gerai baru sepanjang 2026.

Menanti BI Rate, IHSG Rabu (22/7) Masih Punya Ruang Menguat
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:14 WIB

Menanti BI Rate, IHSG Rabu (22/7) Masih Punya Ruang Menguat

IHSG Rabu (22/7) masih berpeluang menguat, dengan level support 6.240-6.250 dan resistance di 6.390-6.400.​

FORU Menyiapkan Rights Issue Rp 27,1 Triliun
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:11 WIB

FORU Menyiapkan Rights Issue Rp 27,1 Triliun

FORU berencana menerbitkan maksimal 215,09 miliar saham baru atau sekitar 99,78% dari modal ditempatkan dan disetor penuh 

Ekspansi Jaringan Toko Berpotensi Mendorong Kinerja ACES di Semester Kedua
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:09 WIB

Ekspansi Jaringan Toko Berpotensi Mendorong Kinerja ACES di Semester Kedua

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) masih solid mencatatkan pertumbuhan same store sales growth (SSSG) sebesar 2,2% pada semester I-2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler