Betonjaya (BTON) Berharap pada Segmen Pasar Ritel

Jumat, 14 Juni 2019 | 09:57 WIB
Betonjaya (BTON) Berharap pada Segmen Pasar Ritel
[]
Reporter: Agung Hidayat | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Betonjaya Manunggal Tbk masih berupaya meningkatkan kinerja bisnisnya. Sejauh ini, produsen besi beton tersebut mengandalkan segmen pasar ritel.

Pasalnya, segmen pasar proyek belum juga bergeliat hingga usai Lebaran tahun ini. "Apalagi kalau dilihat proyek seperti properti masih lesu," ungkap Andy Soesanto, Direktur PT Betonjaya Manunggal Tbk saat dihubungi KONTAN, Kamis (13/6).

Betonjaya tidak secara gamblang membeberkan komposisi penjualan segmen ritel maupun proyek. Namun berdasarkan laporan keuangan Betonjaya per 31 Maret 2019, penjualannya terkonsentrasi di Jawa Timur hingga Rp 24,66 miliar atau 93,33% terhadap total penjualan yang senilai Rp 26,42 miliar. Sisa penjualan terjadi di Jawa Barat dan Kalimantan Selatan dengan masing-masing catatan penjualan sebesar Rp 1,33 miliar dan Rp 431,5 juta.

Maklum saja, basis produksi Betonjaya berada di Gresik, Jawa Timur. Hingga kini, perusahaan berkode saham BTON di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut mengoperasikan pabrik dengan kapasitas terpasang sebesar 45.000 ton per tahun.

Ketimbang menambah lini produksi baru, Betonjaya lebih memilih untuk memaksimalkan kemampuan produksi yang ada. Toh, utilitas atau tingkat keterpakaian mesin juga masih mini. Pada tahun lalu, realisasi produksi perusahaan tersebut hanya sekitar 17.600 ton atau 39,11% terhadap total kapasitas terpasang penuh.

Adapun pada tahun ini, Betonjaya menargetkan kenaikan volume penjualan sebanyak 10% menjadi 19.360 ton. Hanya saja, manajemen perusahaan tersebut belum bersedia mengungkapkan target nilai penjualan yang dibidik. "Output kami tidak terlalu banyak untuk proyek, jadi lebih ke distributor (ritel)," tutur Andy.

Pekerjaan rumah BTON pada tahun ini boleh jadi terasa lebih berat. Pasalnya, bottom line mereka yang sempat untung pada tahun 2017–2018 kembali menderita kerugian pada kuartal pertama tahun ini. Dalam tiga bulan pertama di tahun 2019, mereka mencetak rugi periode berjalan Rp 233,92 juta. Padahal di periode yang sama tahun lalu, BTON masih mencetak laba periode berjalan Rp 8,49 miliar.

Nilai kerugian tersebut sejalan dengan penurunan penjualan bersih 9,64% year-on-year (yoy) menjadi Rp 26,42 miliar. Besi beton menjadi kontributor terbesar hingga Rp 18,08 miliar. Sisanya adalah penjualan missroll dan lain-lain Rp 1,63 miliar serta penjualan waste plate Rp 6,72 miliar.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pengupas Bawang dalam Lensa Onion Paradox
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Pengupas Bawang dalam Lensa Onion Paradox

Kebijakan pertanian baru terbukti berhasil kalau kehidupan petani memang sesuai dengan narasi resmi negara.

Tagih Janji
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:27 WIB

Tagih Janji

DPR dan pemerintah harus berkomitmen menghadirkan aturan untuk mengejar dan mengembalikan aset hasil kejahatan kepada negara. 

Ramai Transaksi GOTO di Pasar Nego, Morgan Stanley-Goldman Sachs Ikut Beli
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Ramai Transaksi GOTO di Pasar Nego, Morgan Stanley-Goldman Sachs Ikut Beli

Sejumlah investor institusi asing terlihat ikut meramaikan transaksi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam dua minggu terakhir.

SMSM Terima Dividen dari Anak Usaha Rp 34,1 Miliar
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:44 WIB

SMSM Terima Dividen dari Anak Usaha Rp 34,1 Miliar

Emiten produsen suku cadang kendaraan, PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), menerima jatah dividen final tahun buku 2025 dari anak usahanya. 

INKP Lunasi Utang Obligasi dan Sukuk Rp 2,49 Triliun
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:39 WIB

INKP Lunasi Utang Obligasi dan Sukuk Rp 2,49 Triliun

Pembayaran surat utang itu dilakukan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada 26 Agustus 2026.​

Bisnis Susu Masih Segar, CMRY Sebar Dividen Rp 100 per Saham
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:33 WIB

Bisnis Susu Masih Segar, CMRY Sebar Dividen Rp 100 per Saham

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) akan membagikan dividen interim senilai Rp 793,46 miliar untuk tahun buku 2026. 

Dikabarkan Sedang Penjajakan, Rumor Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Semakin Memanas
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:27 WIB

Dikabarkan Sedang Penjajakan, Rumor Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Semakin Memanas

Low Tuck Kwong dikabarkan tengah menjajaki penjualan saham mayoritas Bayan. Namun, pembicaraan masih berlangsung dan belum ada kepastian.

Keluar dari Indeks MSCI, Saham Tak Lagi Bertaji
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:19 WIB

Keluar dari Indeks MSCI, Saham Tak Lagi Bertaji

Saham asal Indonesia yang terdampak rebalancing indeks MSCI berpotensi menghadapi tekanan jual jelang pemberlakuan efektif pada 1 September 2026.

Perumnas Siap Mengelola Aset Properti BUMN Karya
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:12 WIB

Perumnas Siap Mengelola Aset Properti BUMN Karya

Kendati demikian, saat ini belum ada kepastian mengenai pengelolaan bisnis properti BUMN Karya oleh Perumnas.

Pyridam Farma (PYFA) Mempercepat Ekspansi Bisnis Maklon
| Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Pyridam Farma (PYFA) Mempercepat Ekspansi Bisnis Maklon

Bisnis maklon secara konsisten menjadi penopang pertumbuhan pendapatan perseroan dalam dua tahun terakhir.

INDEKS BERITA

Terpopuler