Berita Interview

Bisnis Tommy Soeharto Bertambah

Rabu, 10 November 2021 | 22:42 WIB
Bisnis Tommy Soeharto Bertambah

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -KARAWANG. Pengusaha Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto kembali menggelar ekspansi usaha. Di tengah langkah Satgas BLBI menyita aset perusahaan milik Tommy Soeharto di Karawang, putra bungsu mantan Presiden Soeharto itu tetap ekspansif. Kemarin, dia meresmikan proyek area rehat (rest area) untuk kendaraan truk di Karawang.

Sejatinya, sulur bisnis Tommy Soeharto bukan hanya kawasan industri. Sosok yangkerap disebut sebagai Pangeran Cendana ini juga memiliki banyak usaha, melalui sejumlah perusahaan.
Misalnya, Tommy Soeharto memiliki jejaring bisnis di sektor energi (Humpuss), perhotelan (Hotel Lorin), properti hingga ritel (Goro). Dia juga masih mengelola Sirkuit Sentul (lihat tabel). 
 
Kabar terbaru, salah satu perusahaan milik Tommy Soeharto, yakni PT Mandala Pratama Permai (MMP) yang mengelola kawasan industri di Dawuan, Karawang, menggandeng PT Bintang Baru Raya (BBR Logistics).
 
Mereka membangun Rest Area Modern Sistem Digital untuk Truk yang pertama di Indonesia pada November tahun ini. Rest area yang berada di tepian Jalan Tol Cikampek itu diluncurkan kemarin dan dihadiri Tommy Soeharto sebagai pemilik kawasan. 
 
Tommy Soeharto menyatakan, sektor logistik di masa pandemi Covid-19 masih mampu bertahan dan terus tumbuh positif. Harapannya, sektor logistik bisa menjadi satu sektor tumpuan yang mampu menyerap tenaga kerja sehingga perlu didukung dengan pengembangan fasilitas pendukung dan manajemen untuk pengusaha jasa muat kargo.
 
"Dengan adanya rest area ini, maka efisiensi, peningkatan pelayanan, dan kebijakan yang tepat bisa berdampak pada peningkatan keuntungan dan kinerja perusahaan trucking,” kata Tommy Soeharto di Karawang, Rabu (10/11).
 
Sedangkan pemilik PT Global Putra Internasional (GPI Grup), Sumadi Kusuma, sebagai mitra BBR Logistics, nantinya juga akan menggunakan fasilitas Kawasan Industri Dawuan sebagai pelengkap bisnis di bidang logistik dan industri lainnya.
 
Pembangunan rest area ini akan menyediakan pool terpadu bagi pengusaha truk dalam menjalankan bisnisnya. Misalnya, tersedia tempat istirahat driver, training center yang akan melakukan rekrutmen dan pelatihan bagi calon sopir logistik dan akan disalurkan ke mitra BBR Logistics dan GPI.
 
Selain itu, ada fasilitas bengkel multi brand, penyediaan sparepart, food court, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. 
 
Para supir diharapkan dapat bekerja dengan baik, mempertimbangkan aspek keselamatan kerja, serta bisa menyiapkan unit kerja (truk) sebelum memuat barang.
 
Rest area ini juga akan dilengkapi sistem IT untuk mengontrol In - Out Truk sehingga dapat terkoneksi dengan pengguna jasa truk untuk melakukan registrasi online, serta tidak perlu menunggu lama di pabrik. 
 
Tommy Soeharto menambahkan, dalam proyeksi jangka panjang, pihaknya berencana membangun kawasan yang sama di daerah lain. Dia bilang, pihaknya bisa membangun di Surabaya, Semarang, atau daerah lain di luar Jawa seperti Medan. 
 
"Tentu akan ada di daerah lain, ini nantinya akan saling menunjang. Bahkan lebih jauh lagi, dalam penggunaan energi kami akan konversi ke gas, baik LNG atau CNG, sebab yang sekarang memakai solar, itu mahal," ujar Tommy.
 
Manajemen PT Mandala Pratama Permai memastikan , lahan rest area di Kawasan Industri Dawuan tersebut tidak dibangun di atas tanah yang disita oleh Satgas BLBI.
"Tanah ini tidak bermasalah dan tidak ada kaitannya dengan masalah BLBI. Kalau tidak diizinkan, kami tidak mungkin launching," ujar Operational and Assistant of President Director PT Mandala Pratama Permai, Muhammad Haykal kepada awak media, Rabu (10/11).     

Selanjutnya: Wall Street memerah, data harga konsumen Oktober picu kekhawatiran inflasi

Tag

Baca juga