Bisnis Vaksin Corona Bakal Semakin Menyehatkan Holding BUMN Farmasi

Kamis, 10 Desember 2020 | 07:41 WIB
Bisnis Vaksin Corona Bakal Semakin Menyehatkan Holding BUMN Farmasi
[ILUSTRASI. Tahun depan Holding BUMN Farmasi akan menggarap banyak proyek terkait penanganan Virus Corona (Covid-19). FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/ama.]
Reporter: Amalia Nur Fitri, Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguasaan pasar Holding BUMN Farmasi akan semakin kuat di industri farmasi dalam negeri. Bisnis seputar penanganan Virus Corona (Covid-19) seperti alat rapid test, masker medis hingga pengadaan vaksin turut mendukung proyeksi tersebut.

Tahun depan, seluruh anggota Holding BUMN Farmasi terlibat dalam pengadaan Vaksin Covid-19. Perinciannya, PT Bio Farma melakukan pengadaan vaksin dari Sinovac, PT Indofarma Tbk (INAF) dari Novavax sedangkan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dari G-42. Bukan hanya itu, INAF juga akan memasok jarum suntik untuk mendukung program vaksinasi.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Rencana Merger MTEL-TBIG Bakal Menguntungkan TLKM
| Senin, 31 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Rencana Merger MTEL-TBIG Bakal Menguntungkan TLKM

Setelah lebih dari satu dekade berlalu, spekulasi merger MTEL dan TBIG kembali berembus di pengujung Agustus 2026.

Harga Saham LUCY Melaju Kencang, Aksi Jual HP Capital Resources Perlu Jadi Perhatian
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Harga Saham LUCY Melaju Kencang, Aksi Jual HP Capital Resources Perlu Jadi Perhatian

Kenaikan harga saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) belum didukung oleh perbaikan fundamental yang signifikan.

Harga Pangan hingga Emas Diramal Mengerek Inflasi
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Harga Pangan hingga Emas Diramal Mengerek Inflasi

Laju inflasi Agustus 2026 diramal meningkat dengan pemicu utamanya kenaikan harga bahan pangan       

Suku Bunga Tinggi Memicu Saham Properti Layu
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:49 WIB

Suku Bunga Tinggi Memicu Saham Properti Layu

Kinerja saham emiten milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan, jadi salah satu pemberat kinerja indeks properti.

Waspada Imbas Penyusutan Restitusi Pajak
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:45 WIB

Waspada Imbas Penyusutan Restitusi Pajak

Ditjen Pajak Kementerian Keuangan mencatat, realisasi restitusi pajak hingga Juli 2026 mencapai Rp 185,38 triliun

64 Perusahaan Peroleh Fleksibilitas DHE SDA Mulai 1 September
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:41 WIB

64 Perusahaan Peroleh Fleksibilitas DHE SDA Mulai 1 September

Ada tiga kriteria kumulatif untuk perusahaan yang memperoleh fasilitas tersebut                     

September Tak Ceria Bagi Bursa Indonesia
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:34 WIB

September Tak Ceria Bagi Bursa Indonesia

Peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada September 2026 diperkirakan hanya sekitar 40%-45%.

Neraca Perdagangan Juli Berpeluang Defisit Lagi
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Neraca Perdagangan Juli Berpeluang Defisit Lagi

Ekonom memperkirakan neraca dagang migas masih mencetak defisit, namun membaik                      

Kimia Farma (KAEF) Pacu Bisnis Kedokteran Regeneratif
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:13 WIB

Kimia Farma (KAEF) Pacu Bisnis Kedokteran Regeneratif

StemXera, merek produk sel punca dan sekretom hasil pengembangan Kimia Farma bersama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) sejak 2013

Kebijakan Likuiditas Makroprudensial Baru Belum Tentu Bikin Bunga Turun
| Senin, 31 Agustus 2026 | 07:11 WIB

Kebijakan Likuiditas Makroprudensial Baru Belum Tentu Bikin Bunga Turun

Mulai 1 September 2026, Bank Indonesia (BI) mengganti KLM interest rate channel dengan KLM PPU.            

INDEKS BERITA

Terpopuler