Berita Ekonomi

BKF Sebut Realisasi Insentif Pajak Rendah, Tanda Ekonomi Pulih

Sabtu, 14 Mei 2022 | 07:58 WIB
BKF Sebut Realisasi Insentif Pajak Rendah, Tanda Ekonomi Pulih

ILUSTRASI. Insentif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) menjadi salah satu faktor penunjang dalam pembiayaan untuk membeli kendaraan baru maupun bekas dan membantu pergerakan industri otomotif./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/16/02/2022.

Kontan + Kompas.id : Rp 95.000 Hemat hingga 55%

Reporter: Bidara Pink | Editor: Adinda Ade Mustami

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Realisasi insentif pajak hingga akhir April lalu, masih rendah. Namun, menurut Kementerian Keuangan (Kemkeu), ini menjadi pertanda baik. 
Kemkeu mencatat, realisasi pemanfaatan insentif perpajakan dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga April 2022 baru Rp 500 miliar.

Meski begitu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemkeu Febrio Kacaribu menyebutkan, realisasi penyaluran insentif perpajakan yang tak terlalu besar tersebut justru menjadi tanda ekonomi mulai pulih. "Artinya, memang sektor-sektor (usaha) kemudian banyak yang pulih. Bila sektor tersebut pulih, maka biasanya pemanfaatan insentif berkurang," kata dia, Jumat (13/9).

Terbaru