Bongkar Pasang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:36 WIB
Bongkar Pasang
[ILUSTRASI. TAJUK - Thomas Hadiwinata (KONTAN/Indra Surya)]
Thomas Hadiwinata | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belum genap dua tahun masa kerjanya, formasi Kabinet Merah Putih telah mengalami pergantian, paling tidak, sebanyak tujuh kali. Di luar itu, ada lima momen di mana Presiden Prabowo Subianto menunjuk atau menggantikan kepala badan dan mengangkat wakil menteri.

Dalam resfhuffle kabinet terakhir yang diumumkan pada Kamis (1/10) kemarin, jumlah posisi yang berubah terbilang banyak. Di tingkat menteri koordiantor, ada dua pos yang mengalami perubahan pejabat, dan ada penambahan satu pos baru. Lalu, ada dua kementerian yang mengalami pergantian pejabat.

Presiden juga melantik empat wakil menteri baru dan satu wakil menteri koordinator. Perubahan juga terjadi untuk jabatan kepala di dua lembaga setingkat menteri. Dan yang mengundang perhatian adalah pergantian kepala kepolisian.

Pernyataan-pernyataan berikut lazim hadir dalam berita yang membahas perombakan kabinet. Bahwa presiden memiliki hak prerogatif dalam memilih menteri atau pejabat yang setingkat, sesuai dengan sistim presidensial, yang dianut negeri ini.

Penjelasan tentang mengapa Kabinet Merah Putih gemuk juga biasanya akan muncul. Bahwa itu sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 61 Tahun 2024, yang menggantikan UU Nomor 39 tahun 2008. Jika dalam UU Nomor 39, jumlah kementerian dibatasi sebanyak-banyaknya 34, maka UU Nomor 61 memberi keleluasaan kepada Presiden Prabowo untuk menunjuk menteri, sesuai dengan kebutuhan penyelanggaraan pemerintahan.

Di awal pembentukannya, kabinet merah putih punya 48 kementerian, yang terdiri dari 41 kementerian dan tujuh kementerian koordiantor. Kini, jumlah kementerian koordinator bertambah satu.

Keberaadaan UU 61 tak serta merta menutup hak publik untuk membahas tentang kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan yang ideal seperti apa? Apa memang formasi kementerian/lembaga tidak bisa dirampingkan? Apa benar tidak ada kepentingan politik elektoral, dalam penunjukan jabatan anggota kabinet, terutama di pos wakil menteri?

Perombakan yang kerap terjadi, juga memantik tanya. Contoh, pos menteri koordinator bidang politik keamanaan yang sudah diisi tiga pejabat definitif dan satu pejabat sementara. Sementara pos menteri keuangan kabinet merah putih, sudah diisi tiga nama.

Kalau reshuffle terjadi lebih sering daripada kita mengganti kalender, lantas hasil kerja semacam apa yang bisa diharapkan?

Bagikan

Berita Terbaru

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:47 WIB

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi

Perpindahan ke B50 sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sekadar pencapaian target kalender atau seremonial semata.

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional

Krisis pasokan diesel di pasar solar global saat ini bersifat struktural, dan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Indonesia mesti waspada

Bongkar Pasang
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Bongkar Pasang

Kalau reshuffle terjadi lebih sering daripada kita mengganti kalender, lantas hasil kerja semacam apa yang bisa diharapkan?

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi domestik belum cukup kuat menahan tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury.

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?

PT Darma Henwa (DEWA) merupakan kontraktor tambang KPC dan Arutmin, dua anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). 

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini

Pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed. Terutama setelah data inflasi AS menunjukkan perkembangan yang lebih rendah daripada perkiraan.

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari domestik, pelaku pasar mencermati perkembangan reshuffle kabinet. Tekanan jual investor asing juga masih menjadi perhatian.

Aksi Buyback Saham Marak Lagi, UNTR Hingga BTPS Siapkan Dana Triliunan
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Aksi Buyback Saham Marak Lagi, UNTR Hingga BTPS Siapkan Dana Triliunan

Besar kecilnya pengaruh buyback sangat tergantung pada realisasinya, bukan hanya nilai maksimum anggaran yang diumumkan.

Harganya Lebih Resilien, ANTM Jadi Saham Emas Paling Diburu Investor Asing
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Harganya Lebih Resilien, ANTM Jadi Saham Emas Paling Diburu Investor Asing

Meski sebulan terakhir harganya cuma naik tipis, posisi ANTM jauh lebih baik ketimbang saham emiten emas lainnya.

Tekanan IHSG Masih Kuat
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Tekanan IHSG Masih Kuat

Tekanan terhadap IHSG masih cukup kuat setelah indeks sempat turun ke bawah level psikologis 6.000 pada Kamis (1/10).

INDEKS BERITA

Terpopuler