Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion

Senin, 07 September 2026 | 19:06 WIB
Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion
[ILUSTRASI. Kejagung Tetapkan Bos Sritex Tersangka Korupsi Kredit (Tribunnews/Jeprima)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengadilan Singapura telah secara resmi mengakui kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex. Pengadilan juga telah memberikan izin kepada kurator kepailitan Sritex, untuk mencari dan mengambil aset perusahaan tekstil di negeri Merlion.

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, Kamis (3/9/2026), putusan kepada Sritex tersebut dapat membuka jalur baru untuk pemulihan bagi investor di perusahaan-perusahaan Indonesia yang bangkrut lainnya yang memiliki hubungan dengan Singapura. Tak hanya itu saja, Pengadilan juga mengizinkan kuratornya untuk mengamankan dan menyelidiki aset perusahaan di Singapura.

Sebagaimana diketahui, Sritex adalah perusahaan yang telah menjahit pakaian untuk merek-merek global termasuk H&M, Uniqlo, dan Zara. Perseroan ini sudah dinyatakan bangkrut oleh pengadilan Indonesia pada tahun 2024 pasca mengalami kesulitan selama pandemi karena pesanan anjlok.

Putusan pengadilan Singapura pun juga bisa menjadi oase bagi para kreditur Sritex yang bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi dengan hasil penjualan obligasi senilai US$ 725 juta yang terdaftar di Bursa Efek Singapura antara tahun 2016 dan 2020.

Baca Juga: Danantara dan Rencana Pengambilalihan Sritex

Keputusan ini juga selaras dengan rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mengambill alih Sritex agar dapat kembali beroperasi. Kompas dalam artikel berjudul "BPI Danantara Berencana Alih Sritex" pada 13 Agustus melaporkan bahwa dalam rapat pimpinan DPR bersama ratusan serikat pekerja di Jakarta pada Kamis (13/8) lalu, Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melakukan panggilan telepon dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskoria, yang menerangkan bahwa Danantara bermaksud melakukan penawaran dan negosiasi harga dengan tim kurator untuk mengambil alih Sritex.

Penawaran akan mempertimbangkan hasil pendataan terhadap keseluruhan harta pailit yang telah dilakukan tim kurator.

Jika menelusuri laporan keuangan dan keterbukaan informasi, nilai penjualan obligas US$ 725 juta ini terdiri dari tiga penerbitan utama, yaitu pada tahun 2016 dengan penerbit Golden Legacy Pte Ltd dengan nilai US$ 350 juta. Di laporan keuangan SRIL tahun 2016, terlihat bahwa nilai notes payable Sritex naik menjadi US$ 434,73 juta dari US$ 268,47 juta di tahun 2015 alias bertambah US$ 166,26 juta.

Pada keterangan resmi perseroan, SRIL pun mencatat proceeds neto dari notes payable hanya US$ 149,235 juta, bukan US$ 350 juta. Di tahun ini pula, SRIL  keluarkan US$ 83,46 juta untuk investasi dan US$ 79,63 juta untuk capex seta US$ 3,83 juta untuk pembelian aset tetap.

Lalu di tahun 2017, obligasi diterbitkan masih melalui Golden Legacy Pte Ltd dengan nilai US$ 150 juta. Berdasrkan keterangan di portal resmi SRIL, arus kas prseroan menunukkan adanya proceeds neto notes payable senilai US$ 147,285 juta dan US$ 89,264 juta. Lalu biaya jasa penerbitan dan diskonto senilai US$ 6,45 juta, proceeds medium term notes senilai US$ 40 juta dan pembayaran MTN senilai US$ 30 juta.

Sementara pada obligasi senilai US$ 225 juta yang diterbitkan oleh Sri Rejeki Isman pada 2019. Laporan keuangan SRIL juga memaparkan secara eksplisit bahawa US$ 174,51 juta digunakan untuk membeli kembali obligasi US$ 350 juta 8,25% yang jatuh tempo 2021 dan membayar utang lainnya. Hal ini dikuatkan pula oleh aksi tender offer yang dijalankan di periode yang sama.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Dominannya Bahan Baku Impor Menjadi Salah Satu Persoalan Sertifikasi Halal
| Senin, 07 September 2026 | 19:29 WIB

Dominannya Bahan Baku Impor Menjadi Salah Satu Persoalan Sertifikasi Halal

Pengamat mengatakan, jika rendahnya tingkat sertifikasi tersebut berkaitan dengan persoalan dari hulu hingga hilir.

Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion
| Senin, 07 September 2026 | 19:06 WIB

Dapat Lampu Hijau, Kurator Siap Mencari dan Berburu Aset Sritex di Negeri Merlion

Pengadilan juga telah memberikan izin kepada kurator kepailitan Sritex, untuk mencari dan mengambil aset perusahaan tekstil di negeri Merlion.

Bitcoin Mengasah Taji, Target Potensial Menguji US$ 110.000
| Senin, 07 September 2026 | 17:49 WIB

Bitcoin Mengasah Taji, Target Potensial Menguji US$ 110.000

Bitcoin bangkit pada Agustus dan sempat menembus level psikologis US$ 80.000. Namun, reli tersendat. Kehabisan tenaga, atau rehat sebelum reli?

Risiko Pasar Meningkat, CDS Indonesia Melejit Lagi
| Senin, 07 September 2026 | 10:18 WIB

Risiko Pasar Meningkat, CDS Indonesia Melejit Lagi

Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 10 tahun berada di kisaran 137,8 basis poin (bps) naik dari sekitar 120 bps pada akhir 2025.​

Konflik AS-Iran Kembali Memanaskan Saham Sektor Migas
| Senin, 07 September 2026 | 08:52 WIB

Konflik AS-Iran Kembali Memanaskan Saham Sektor Migas

Risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz serta potensi undersupply minyak pada 2026 membuka peluang bagi sejumlah saham migas

Lonjakan Harga CPO Menopang Kinerja
| Senin, 07 September 2026 | 08:43 WIB

Lonjakan Harga CPO Menopang Kinerja

Kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) terjadi akibat efek fenomena El Nino hingga program mandatori B50

Apa yang Salah dari Pandangan  Leopold Aschenbrenner?
| Senin, 07 September 2026 | 08:02 WIB

Apa yang Salah dari Pandangan Leopold Aschenbrenner?

Masalahnya, kemenangan berulang mengubah persepsi terhadap risiko. Posisi agresif terasa normal. Overleveraged terlihat masuk akal. 

Prospek MOLI & SRSN Terkerek Kenaikan Harga Etanol Global dan Kebijakan Bioetanol E20
| Senin, 07 September 2026 | 08:02 WIB

Prospek MOLI & SRSN Terkerek Kenaikan Harga Etanol Global dan Kebijakan Bioetanol E20

Kenaikan harga etanol berkorelasi positif dengan kinerja MOLI maupun SRSN karena kontribusinya yang besar.

Awal Pekan di Tengah Penyebaran Abu Vulkanik, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 07 September 2026 | 07:36 WIB

Awal Pekan di Tengah Penyebaran Abu Vulkanik, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari pasar domestik, pasar akan menunggu rilis data cadangan devisa Indonesia bulan Agustus 2026 yang  diumumkan hari ini.

RI Tawarkan  Investasi Migas ke Rusia
| Senin, 07 September 2026 | 07:33 WIB

RI Tawarkan Investasi Migas ke Rusia

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan, penawaran wilayah kerja potensial kepada investor Rusia mencakup berbagai sektor energi prime

INDEKS BERITA

Terpopuler