Bulan Ini Jadi Masa Terakhir Harga Batubara di Level Atas

Selasa, 14 Desember 2021 | 04:20 WIB
Bulan Ini Jadi Masa Terakhir Harga Batubara di Level Atas
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara kembali menguat setelah sempat turun di bawah US$ 140 per ton. Pada Senin (13/12), harga batubara untuk kontrak pengiriman Februari 2022 di di ICE Newcastle meningkat 1,68% di US$ 166 per ton.

Pada awal bulan ini harga batubara sudah sempat menyentuh US$ 139,35 per ton pada awal bulan ini. Artinya, sejak titik tersebut, batubara menguat 19,12%.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, musim dingin masih menjadi periode terbaik bagi harga batubara. "Permintaan akan batubara masih tinggi sehingga harganya terjaga pada kisaran saat ini," kata dia.

Baca Juga: Sinarmas Masih Sibuk Menggelar Ekspansi di Pertambangan Australia

Permintaan batubara dari China masih tinggi. Mengutip Reuters, pada November 2021 impor batubara China mencapai 35,05 juta ton batubara, tertinggi sepanjang tahun ini. Pada periode Januari-November 2021, impor batubara China tercatat 292,32 juta ton.

Catatan tersebut tumbuh 10,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya. China merupakan konsumen batubara terbesar di dunia. Tak heran ketika konsumsi batubara China naik maka harga batubara akan ikut terbawa naik.

Namun, Ibrahim menyebut saat ini China terus meningkatkan eksplorasi dan jumlah produksi dalam negeri. China berharap cara ini bisa menghambat kenaikan harga.

Analis komoditas dan Founder Traderindo.com Wahyu Laksono bilang, kekhawatiran varian Covid-19 baru, Omicron yang mereda memberi harapan kondisi ekonomi kembali berjalan di tahun depan. Akibatnya harga batubara terus meningkat seiring permintaan di China yang naik.

Baca Juga: Permintaan dari China merangkak naik, harga batubara kembali memanas

Namun Wahyu tidak memungkiri jika produksi batubara lokal yang meningkat bakal menekan harga batubara di tahun  depan. "Desember merupakan puncak tingginya permintaan batubara khususnya di China Utara akan menghadirkan sedikit ketidakpastian mengenai pasokan batubara," kata Wahyu.

Nah pada tahun depan harga batubara baru akan mengalami konsolidasi. Wahyu bilang, intervensi China dengan meningkatkan produksi dan menjaga supply-demand bisa membuat harga batubara bergerak di bawah US$ 100.

Ibrahim juga memperkirakan harga batubara bisa turun ke bawah US$ 110 per ton di kuartal I tahun depan. Bahkan dia bilang harga batubara bisa menuju ke US$ 90 dan US$ 70 per ton pada kuartal II dan kuartal III tahun 2022.

"Apalagi, krisis energi tidak akan terjadi di tahun depan," ujar Ibrahim. Dia memperkirakan, rata-rata harga batubara pada tahun 2022 di US$ 80-US$ 90 per ton. Karena itu Ibrahim merekomendasikan jual jika harga bergerak naik. 

Kalau proyeksi Wahyu, harga batubara cukup sulit menembus bawah US$ 100. Ia merekomendasikan buy on weakness di bawah US$ 150 dan sell on strength mendekati US$ 200 per ton.

Baca Juga: Begini prospek pembiayaan batubara di tengah komitmen pembangunan berkelanjutan

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Pekan Pendek Naik, Net Buy Asing Tembus Rp 2 Triliun
| Minggu, 22 Februari 2026 | 10:32 WIB

IHSG Pekan Pendek Naik, Net Buy Asing Tembus Rp 2 Triliun

Dalam tiga hari perdagangan periode 18-20 Februari 2026, IHSG menguat 0,72% dan ditutup pada 8.271,77.

Hitung Ulang Dana Pensiun biar Masa Tua Tenang
| Minggu, 22 Februari 2026 | 10:00 WIB

Hitung Ulang Dana Pensiun biar Masa Tua Tenang

Dana pensiun perlu Anda siapkan agar bisa menghidupi masa tua. Simak strategi menyiapkannya saat masa kerja tinggal sebentar.

Harga Perak Ugal-Ugalan, Lebih Cocok jadi Aset Alternatif
| Minggu, 22 Februari 2026 | 08:05 WIB

Harga Perak Ugal-Ugalan, Lebih Cocok jadi Aset Alternatif

Kinerja harga perak menandingi emas sejak tahun lalu. Tapi, geraknya jauh lebih volatil. Layak untuk investasi?

Jurus Multifinance Menghadapi Pasar Otomotif yang Moderat
| Minggu, 22 Februari 2026 | 06:15 WIB

Jurus Multifinance Menghadapi Pasar Otomotif yang Moderat

Proyeksi industri otomotif yang cenderung stagnan membuat multifinance mengandalkan inovasi produk, sinergi perbankan, serta diversifikasi.​

Hilirisasi, Kunci untuk Menangkap Nilai Tambah Dalam Negeri
| Minggu, 22 Februari 2026 | 06:00 WIB

Hilirisasi, Kunci untuk Menangkap Nilai Tambah Dalam Negeri

Proyek hilirisasi bergulir masif di tahun ini. Danantara siap membangun 20 proyek dengan nilai tambah yang tinggi ini. Apa saja, ya?​

Progres Pabrik Terbaru Chandra Asri (TPIA) Sudah 50%
| Minggu, 22 Februari 2026 | 03:09 WIB

Progres Pabrik Terbaru Chandra Asri (TPIA) Sudah 50%

Sejumlah pekerjaan utama selesai. Termasuk pemasangan struktur utama pabrik, instalasi jaringan perpipaan, serta persiapan koneksi kelistrikan.

Simalakama Pembatasan Angkutan Barang di Musim Mudik
| Minggu, 22 Februari 2026 | 03:05 WIB

Simalakama Pembatasan Angkutan Barang di Musim Mudik

Pembatasan angkutan barang selama 17 hari saat arus mudik Lebaran digadang-gadang menjadi solusi kemacetan. Namun kebijakan ini punya dampak.

 
Ultrajaya (ULTJ) Siap Manfaatkan Momentum Ramadan untuk Mendongkrak Penjualan
| Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02 WIB

Ultrajaya (ULTJ) Siap Manfaatkan Momentum Ramadan untuk Mendongkrak Penjualan

Emiten produsen makanan dan minuman ini bersiap mendongkrak penjualannya di momentum Ramadan 2026. ​

Memilih Saham Valuasi Murah di Indeks Value30
| Minggu, 22 Februari 2026 | 02:58 WIB

Memilih Saham Valuasi Murah di Indeks Value30

Saham-saham bervaluasi murah yang tergabung dalam indeks IDX Value30, mulai laris manis diburu investor.

Beramal untuk Lingkungan Melalui Deposito ESG
| Minggu, 22 Februari 2026 | 02:50 WIB

Beramal untuk Lingkungan Melalui Deposito ESG

Bank Shinhan Indonesia meluncurkan Deposito ESG, produk simpanan berjangka yang memungkinkan nasabah menyumbang untuk kegiatan lingkungan.

INDEKS BERITA

Terpopuler