BUMI dan CUAN Kompak Diburu, Sama-Sama Ekspansif Namun Bakrie Lebih Agresif

Kamis, 03 September 2026 | 08:31 WIB
BUMI dan CUAN Kompak Diburu, Sama-Sama Ekspansif Namun Bakrie Lebih Agresif
[ILUSTRASI. PT Bumi Resources Tbk (Dok/BUMI)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham emiten terafiliasi dua konglomerat berbeda, yaitu Aburizal Bakrie pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan Prajogo Pangestu pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), masih bergerak dalam zona hijau alias menguat di awal September ini.

Keduanya sempat tercatat sebagai emiten yang yang paling banyak diburu investor asing pada perdagangan Selasa (1/9) lalu. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai net foreign buy pada saham BUMI mencapai Rp 172,3 miliar, sedangkan CUAN mencatatkan net foreign buy sebesar Rp 132,2 miliar.

Pergerakan sahamnya kemarin, Rabu (2/9), BUMI dan CUAN masih kompak ditutup menguat sama seperti posisinya kemarin. BUMI ditutup di level Rp 206 sedangkan CUAN di level Rp 905.

Tak hanya itu, kekompakan pergerakan BUMI dan CUAN juga terlihat pada data Bloomberg yang diakses Rabu (2/9). Ternyata, selain tak banyak, institusi yang mengakumulasi pun sama, yaitu State Street.

Baca Juga: Usai Kompak Menguat, Saham Grup Bakrie BRMS, BUMI, dan ENRG Masih Menarik Dikoleksi?

Pada 1 September 2026, State Street menambah kepemilikan sahamnya pada BUMI sebesar 7.500.000 saham, sehingga total yang dimilikinya adalah 48.850.00 saham.

State Street juga menambah kepemilikan sahamnya pada CUAN pada periode yang sama, yaitu sebesar 461.451 saham. Dengan begitu, jumlah kepemilikan saham CUAN yang digenggam State Street ada sebanyak 24.618.333 saham.

Selain aktivitas akumulasi dari State Street, tak ada lagi aksi penambahan saham BUMI dan CUAN yang dilakukan institusi asing. Sebaliknya, ada aksi melego yang juga dilakukan oleh institusi asing yang sama, yakni Dimensional FUnd Advisor LP pada periode yang sama pula.

DImensional Fund Advisor LP melepas sebanyak 298.410.711 saham BUMI pada 1 September 2026, sehingga saat ini kepemilikannya sebanyak 567.692.485 saham. Tak cuma Dimensional Fund Advisor LP, Manulife Financial Corp juga melepaskan kepemilikan saham BUMI sebanyak 118.660.354 alhasil saat ini total kepemilikannya ada sebanyak 141.301.441.

Dimensional Fund Advisor juga melego sebanyak 5.941.226 saham CUAN sehingga kepemilikannya kini sebanyak 110.764.745 saham.

Walau ada kesamaan ini, Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai bahwa aksi akumulasi kedua emiten berangkat dari faktor yang berbeda.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Risiko Aturan Populis
| Jumat, 11 September 2026 | 06:10 WIB

Risiko Aturan Populis

Tanpa aturan yang khusus tentang perampasan aset, seharusnya negeri ini sudah bisa terbebas dari korupsi.

Risiko Aturan Populis
| Jumat, 11 September 2026 | 06:10 WIB

Risiko Aturan Populis

Tanpa aturan yang khusus tentang perampasan aset, seharusnya negeri ini sudah bisa terbebas dari korupsi.

Bakal Jalankan Program Pembukaan Rekening Gratis, Bagaimana Efeknya ke BBRI dan BRIS?
| Jumat, 11 September 2026 | 06:07 WIB

Bakal Jalankan Program Pembukaan Rekening Gratis, Bagaimana Efeknya ke BBRI dan BRIS?

Analis menyebut penunjukkan BBRI dan BRIS ini tidak akan memiliki efek besar terhadap prospek kedua perbankan tersebut.

Demi Menjaga Likuiditas, BI Rem Lelang SRBI
| Jumat, 11 September 2026 | 06:00 WIB

Demi Menjaga Likuiditas, BI Rem Lelang SRBI

Pengurangan lelang SRBI memberi ruang likuiditas lebih besar bagi perbankan domestik.                   

Ekspansi Kerjasama dan Layanan Jadi Andalan Medikalola Hermina Tbk (HEAL)
| Jumat, 11 September 2026 | 06:00 WIB

Ekspansi Kerjasama dan Layanan Jadi Andalan Medikalola Hermina Tbk (HEAL)

PT Medikalola Hermina Tbk (HEAL) menargetkan porsi pendapatan lebih seimbang antara pasien BPJS dan non BPJS

Investasi Dana Pensiun Mulai Berbalik Arah
| Jumat, 11 September 2026 | 05:50 WIB

Investasi Dana Pensiun Mulai Berbalik Arah

OJK mencatat industri dapen mengantongi Return on Investment (ROI) sebesar 0,95% pada bulan Juli 2026. 

Harga Minyak Bisa Buat APBN Tertekan
| Jumat, 11 September 2026 | 05:30 WIB

Harga Minyak Bisa Buat APBN Tertekan

APBN masih memiliki ruang untuk menghadapi kenaikan harga minyak. Pemerintah juga belum melihat kebutuhan menambah kuota subsidi BBM

Lakukan Hedging, UBS AG Jual 3,54 Juta Saham CPIN
| Jumat, 11 September 2026 | 05:30 WIB

Lakukan Hedging, UBS AG Jual 3,54 Juta Saham CPIN

Dari hasil penjualan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), UBS AG London Branch mengantongi cuan Rp 11,4 miliar.

Segmen Bisnis Membaik, ASII Optimistis Kinerja Tumbuh Pada 2026
| Jumat, 11 September 2026 | 05:25 WIB

Segmen Bisnis Membaik, ASII Optimistis Kinerja Tumbuh Pada 2026

Optimisme pertumbuhan kinerja ASII ini ditopang sejumlah sektor usaha yang diproyeksi tetap tangguh hingga akhir 2026.​

Cari Dana Modal Kerja, HRTA Menggelar Private Placement
| Jumat, 11 September 2026 | 05:18 WIB

Cari Dana Modal Kerja, HRTA Menggelar Private Placement

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) akan menerbitkan 460,53 juta saham baru, setara 10% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler