Bunga Fed dan Harga Minyak Kian Menjepit Emas

Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB
Bunga Fed dan Harga Minyak Kian Menjepit Emas
[ILUSTRASI. Harga emas (REUTERS/Angelika Warmuth)]
Reporter: Vatrischa Putri Nur, Vivit Dewi | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas emas mendapat tekanan bertubi-tubi di kuartal terakhir tahun ini. Harga emas di pasar spot kembali bergerak di bawah US$ 4.400 per ons troi pekan ini, setelah sempat menguat hampir menembus US$ 4.700 per ons troi pada 24 Agustus 2026. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot di US$ 4.325,9 per ons troi pada Selasa (15/9), terkoreksi 2,54% dalam sepekan terakhir.  

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, kenaikan yield US Treasury 10 tahun dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) masih menjadi tekanan bagi emas dalam jangka pendek.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Kerugian Penipuan Beras Fortifikasi Capai Rp 89 T
| Rabu, 16 September 2026 | 07:45 WIB

Kerugian Penipuan Beras Fortifikasi Capai Rp 89 T

Kementerian Pertanian membeberkan 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai ketentuan sehingga merugikan

Revisi RKAB Lambat, Pasokan DMO Terhambat
| Rabu, 16 September 2026 | 07:39 WIB

Revisi RKAB Lambat, Pasokan DMO Terhambat

Sebanyak 50 perusahaan pertambangan mengalami penundaan persetujuan revisi RKAB 2026 karena sejumlah faktor

Antara The Fed, Yield US Treasury dan Fiskal, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini,
| Rabu, 16 September 2026 | 07:32 WIB

Antara The Fed, Yield US Treasury dan Fiskal, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini,

Penguatan IHSG berkelanjutan tetap membutuhkan stabilisasi rupiah, yield US Treasury dan harga migas dunia, serta kepastian arah fiskal domestik.

Upaya Menekan Impor Gemuk Pelumas
| Rabu, 16 September 2026 | 07:24 WIB

Upaya Menekan Impor Gemuk Pelumas

Shell mengoperasikan Grease Manufacturing Plant (GMP) di Marunda, Bekasi, yang memiliki kapasitas produksi hingga 12.000 ton grease per tahun.

Tekanan Arus Kas Memukul Kontraktor
| Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Tekanan Arus Kas Memukul Kontraktor

Tekanan terhadap industri konstruksi datang dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), material, hingga biaya logistik.

Bank Konvensional Ramai-Ramai Kepincut Bisnis Emas
| Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

Bank Konvensional Ramai-Ramai Kepincut Bisnis Emas

Bank konvensional masuk lebih agresif ke bisnis emas lewat layanan digital, menegaskan emas kini bukan lagi eksklusif milik perbankan syariah. ​

Bunga Fed dan Harga Minyak Kian Menjepit Emas
| Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

Bunga Fed dan Harga Minyak Kian Menjepit Emas

Kenaikan yield US Treasury 10 tahun dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih menjadi tekanan bagi emas dalam jangka pendek.

MKNT Incar Rp 1,02 Triliun Lewat Private Placement
| Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

MKNT Incar Rp 1,02 Triliun Lewat Private Placement

PT Remitra Global International Tbk (MKNT)  akan mengalokasikan dana hasil private placement untuk mengkonversi kewajiban kepada dua kreditur.

Aksi Ekspansi dan Sinergi Bisnis  Bikin Kinerja INET Melesat
| Rabu, 16 September 2026 | 06:54 WIB

Aksi Ekspansi dan Sinergi Bisnis Bikin Kinerja INET Melesat

Lonjakan laba PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terutama didorong oleh peningkatan pendapatan yang sangat signifikan pada semester I-2026. 

Kredit Konsumer Belum Akan Bertaji di Kuartal III
| Rabu, 16 September 2026 | 06:50 WIB

Kredit Konsumer Belum Akan Bertaji di Kuartal III

Pertumbuhan kredit konsumer hingga kuartal III diprediksi belum akan optimal, di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global 

INDEKS BERITA

Terpopuler