Buyung Poetra Sembada (HOKI) Sambut Positif Program Pangan dari Pemerintah

Sabtu, 19 April 2025 | 06:30 WIB
Buyung Poetra Sembada (HOKI) Sambut Positif Program Pangan dari Pemerintah
[ILUSTRASI. Beras premium dalam kemasan merek Topi Koki produksi PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) dipajang pada rak toko modern di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis]
Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), produsen beras dalam kemasan mendukung program pemerintah dalam menyediakan pangan bergizi bagi masyarakat lewat skema penyediaan pangan bergizi atau Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski emiten ini belum terlibat langsung dalam proyek tersebut, manajemen HOKI berharap bisa ikut berkontribusi sesuai kapasitasnya.

"Kami melihat program swasembada pangan dan MBG akan membawa dampak positif bagi kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan kemandirian dari impor beras," ujar Budiman Susilo, Direktur HOKI kepada KONTAN, Selasa (15/4).

Budiman menjelaskan, sejauh ini HOKI memang belum mendistribusikan produk ke daerah terpencil atau lokasi bencana, kecuali ada pihak ketiga seperti yayasan atau lembaga penyalur bantuan. Namun, sebagai bagian dari ekosistem beras, HOKI terbuka berperan dalam rantai pasok program pemerintah di sektor pangan tersebut.

Baca Juga: Mengais Cuan dari MBG, Buyung Poetra Sembada (HOKI) Andalkan Inovasi Beras Sehat

Dari sisi inovasi produk, HOKI berupaya mengembangkan berbagai varian beras yang lebih sehat dan fungsional. Melalui anak usahanya PT Hoki Distribusi Niaga (HDN), HOKI telah meluncurkan produk Dailymeal, seperti Nasi Jagung, Nasi Singkong, Beras Merah, hingga Hokairi Japonica Rice dan Porang Cassava.

Beberapa produk mereka memang ditujukan untuk konsumen yang membutuhkan asupan rendah gula tapi butuh kandungan serat tinggi. "Tujuannya adalah untuk membantu pemerintah mengurangi jumlah masyarakat yang mengalami diabetes. Produk kami memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan serat tinggi," jelas Budiman.

Tak berhenti di situ, HOKI menyiapkan peluncuran beras bervitamin guna mendukung target pemerintah menurunkan angka stunting nasional. Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen HOKI dalam mendukung perbaikan gizi masyarakat, sekaligus memperluas potensi sinergi dengan program-program pemerintah ke depan.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

JGLE Dilirik Pasar, Volume dan Harga Melejit di Tengah Rencana Rights Issue Rp 414 M
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:00 WIB

JGLE Dilirik Pasar, Volume dan Harga Melejit di Tengah Rencana Rights Issue Rp 414 M

Pasar sedang berspekulasi tinggi terhadap JGLE seiring dengan adanya rencana rights issue sambil mengejar tren harga saham yang terbaca uptrend.

Emiten Emas Topang IHSG, BRMS Jadi Pilihan Agresif di Kuartal III-2026?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Emiten Emas Topang IHSG, BRMS Jadi Pilihan Agresif di Kuartal III-2026?

Menurut analis, BRMS menarik karena ada kombinasi antara harga emas yang tinggi dan potensi peningkatan produksi emas di Poboya secara bertahap.

Harga Timah Diprediksi Normalisasi 2027, Waspadai Peak Earnings TINS di 2026
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Harga Timah Diprediksi Normalisasi 2027, Waspadai Peak Earnings TINS di 2026

Dalam laporannya, Stockbit menyebutkan konsensus Bloomberg memproyeksikan harga timah pada 2027 berada di US$ 44.750 per ton.

BEI Hapus Batas Harga Minimum Rp 50, Apa yang Bakal Terjadi dengan GOTO?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:00 WIB

BEI Hapus Batas Harga Minimum Rp 50, Apa yang Bakal Terjadi dengan GOTO?

Mengingat jumlah pemegang saham GOTO mencapai lebih dari 456 ribu, risiko panic selling begitu nyata ketika batas psikologis Rp 50 hilang.

Harga Saham Tertekan Jadi Alasan BBCA Lebih Sering Bagikan Dividen?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:17 WIB

Harga Saham Tertekan Jadi Alasan BBCA Lebih Sering Bagikan Dividen?

Peningkatan frekuensi dividen BBCA cukup efektif dalam menjaga minat investor, khususnya investor yang mengutamakan pendapatan tunai dari saham.

Fenomena Girl Math, Siasat Agar Dompet Selamat
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Fenomena Girl Math, Siasat Agar Dompet Selamat

Di balik humor girl math di media sosial, pembenaran atas belanja impulsif ternyata bisa berdampak panjang. Simak ulasannya!

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?

Sukuk Ritel seri SR025 menawarkan jaminan negara dan imbalan rutin di tengah ketidakpastian pasar. Simak pertimbangan sebelum berinvestasi!

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:34 WIB

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air

Di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan air yang berkelanjutan, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menawarkan solusi pengola

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah

Persaingan bisnis taksi di layanan segmen menengah kini semakin masif. Siuapa yang dibidik dan seperti apa pasarnya? 

 
Mengubah Status dari Pasar Jadi Basis Produksi
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:28 WIB

Mengubah Status dari Pasar Jadi Basis Produksi

Pemerintah meluncurkan motor listrik nasional dan ekosistem pendukungnya. Lalu, menyiapkan ragam insentif untuk mendorong penjualannya.

INDEKS BERITA

Terpopuler