Melihat Kuatnya Pengaruh Beijing Terhadap Ekonomi Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB
Melihat Kuatnya Pengaruh Beijing Terhadap Ekonomi Indonesia
[ILUSTRASI. Bendera Merah Putih 210 Meter Membentang di Stasiun Kereta Cepat (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Surat yang sempat beredar dan disinyalir berasal dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) China kepada Presiden Prabowo di media sosial, telah mempertemukan tiga menteri Kabinet Indonesia menemui para investor asal China.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi Rosan Roeslani telah menggelar rapat koordinasi bersama puluhan investor asal China pasca keluhan yang disampaikan oleh para investor asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

Para investor asal China menyuarakan protes mengenai memburuknya iklim investasi di Indonesia, utamanya karena ketidakpastian berusaha akibat kebijakan yang berubah-ubah, pemotongan kuota nikel, lonjakan pajak royalti hingga praktik pemerasan. Keluhan ini pada akhirnya diikuti dengan keputusan penundaan kenaikan royalti tambang.

Di tengah upaya pemerintah untuk membangun pondasi penerimaan negara dari sektor sumber daya alam, keputusan menunda kenaikan royalti tambang memberikan sinyal pemerintah sangat berhati-hati menjaga hubungan dengan China. Apalagi mengingat bahwa tidak lama setelah surat Kadin mencuat, para menteri melakukan pertemuan langsung dengan China.

Baca Juga: Keluhan Investor China Dirasakan Pelaku Usaha Lokal

Posisi China sebagai investor terutama di sisi perdagangan, investasi hingga rantai pasok industri memang sangat erat dan dalam dengan Indonesia dalam satu dekade belakangan.

Mengintip kedekatan hubungan antara Indonesia dan China, pada 2025, China menjadi pasar ekspor utama komoditas non-migas Indonesia dengan nilai mencapai US$ 46,47 miliar. Ekspor ke China didominasi oleh besi dan baja, bahan bakar mineral, serta produk nikel.

China sebagai mitra investasi yang vital bagi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga terlihat dari realisasi investasi telah menyentuh angka US$ 34,3 miliar sejak tahun 2021 hingga tahun 2025.

Data dari  Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai investasi China ada di angka US$ 2,2 miliar dolar di kuartal I-2026, naik 22% year on year (YoY) dari periode yang sama tahun lalu.



Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga menggambarkan bahwa sepanjang periode Januari-September 2025, China juga masih menjadi negara utama asal impor non migas Indonesia dengan nilai US$ 62,07 miliar (40,68%), diikuti Jepang sebesar US$ 11,01 miliar (7,22%),dan Amerika Serikat sebesar US$ 7,33 miliar (4,81%).

Impor dari China juga didominasi oleh mesin dan peralatan mekanis, mesin dan perlengkapan elektrik, serta kendaraan dan bagiannya.

Tidak bisa dipungkiri memang bahwa China kini menjadi pemain penting dalam hilirisasi mineral, manufaktur logam dasar, kendaraan listrik hingga pembangunan kawasan industri di Indonesia.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?

Sukuk Ritel seri SR025 menawarkan jaminan negara dan imbalan rutin di tengah ketidakpastian pasar. Simak pertimbangan sebelum berinvestasi!

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:34 WIB

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air

Di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan air yang berkelanjutan, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menawarkan solusi pengola

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah

Persaingan bisnis taksi di layanan segmen menengah kini semakin masif. Siuapa yang dibidik dan seperti apa pasarnya? 

 
Mengubah Status dari Pasar Jadi Basis Produksi
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:28 WIB

Mengubah Status dari Pasar Jadi Basis Produksi

Pemerintah meluncurkan motor listrik nasional dan ekosistem pendukungnya. Lalu, menyiapkan ragam insentif untuk mendorong penjualannya.

Cuan dari Angkutan Hewan Peliharaan
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Cuan dari Angkutan Hewan Peliharaan

Sulitnya mencari kendaraan yang mau mengangkut hewan peliharaan membuka peluang bisnis pet taxi di sejumlah kota.

Peluang Bikin Perisai Konsumen Digital dari Serangan Siber
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:23 WIB

Peluang Bikin Perisai Konsumen Digital dari Serangan Siber

Ancaman siber kini tak hanya membayangi perusahaan, juga mengincar keuangan konsumen. Asuransi kini menawarkan perlindungan dari kejahatan siber.

Tak Lagi Keluar Duit Banyak untuk Infrastruktur IT
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:16 WIB

Tak Lagi Keluar Duit Banyak untuk Infrastruktur IT

Perusahaan penyedia layanan internet menjawab kebutuhan digitalisasi pelaku usaha, dengan memberi layanan yang beragam.

Membedah Logika di Balik Pembenaran Belanja
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Membedah Logika di Balik Pembenaran Belanja

Di balik humor girl math di media sosial, pembenaran atas belanja impulsif ternyata bisa berdampak panjang. Simak ulasannya berikut ini.

 
Warna Soga Sang Saka Gula Kelapa
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:11 WIB

Warna Soga Sang Saka Gula Kelapa

​Bendera Kerajaan Majapahit (Wilwatikta) berupa lima garis horizontal merah dan empat garis horizontal putih.

Pembatasan BBM & Risikonya
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Pembatasan BBM & Risikonya

Pemerintah akan memperketat penyaluran subsidi BBM menggunakan desil yang merujuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Apa risikonya?

INDEKS BERITA

Terpopuler