Cadangan di Pongkor Makin Tipis, Aneka Tambang (ANTM) Incar Akuisisi Baru

Senin, 10 Juni 2019 | 07:41 WIB
Cadangan di Pongkor Makin Tipis, Aneka Tambang (ANTM) Incar Akuisisi Baru
[]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu aset produksi emas PT Aneka Tambang Tbk yakni tambang di Pongkor Bogor Jawa Barat mendekati "masa pensiun". Salah satu emiten anggota indeks Kompas100 di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu pun seolah bergelut waktu untuk mencari pengganti sumber produksi emas yang lain.

Tambang emas Pongkor beroperasi sejak tahun 1994 silam. Cadangan emas di tambang tersebut kemungkinan akan habis pada tahun ini, meski kontrak eksplorasi tambang Pongkor masih berlaku hingga tahun 2021.

Sejalan dengan perburuan aset tambang baru, Aneka Tambang menggelar studi di sejumlah area tambang potensial. "Secara anorganik, saat ini kami juga melaksanakan kajian yang berkelanjutan terkait dengan strategi akuisisi aset tambang emas yang memiliki prospek yang baik," ujar Arie Prabowo Ariotedjo, Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk kepada KONTAN, Minggu (9/6).

Kriteria tambang emas incaran Aneka Tambang yakni memiliki status clean and clear (CnC) atau sejalan dengan aturan hukum. Tambang emas bidikan mereka juga harus mempunyai cadangan dan sumber daya cukup, memiliki tingkat keekonomian operasi kompetitif serta telah beroperasi dengan baik.

Hanya saja, manajemen Aneka Tambang tidak mengungkapkan target realisasi akuisisi tambang baru. Emiten berkode saham ANTM di BEI tersebut juga belum dapat menyampaikan besaran investasi yang disediakan.

Namun secara keseluruhan ANTM sudah menyiapkan investasi untuk pengembangan, investasi pendukung operasional rutin serta deferred expenses atau beban yang sudah dibayarkan tapi pencatatannya ditangguhkan sebesar Rp 3,39 triliun.

Aset tambang emas baru nanti akan melengkapi operasional aset tambang yang sudah ada. Sejak tahun 2010, Aneka Tambang mengoperasikan tambang emas di Cibaliung, Pandeglang, Banten. Perusahaan tersebut juga mulai menggelar operasi di area izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi Papua.

Hingga Desember 2018, Aneka Tambang memiliki cadangan emas seberat 19 ton dan sumber daya emas setara dengan 42 ton. Pada tahun ini, mereka menargetkan volume produksi sebanyak 2 ton emas. Dalam catatan KONTAN, target produksi emas sepanjang 2019 sama dengan tahun lalu. Sementara target penjualan emas tahun ini naik 23,08% year on year (yoy) menjadi 32 ton.

Realisasi capex

Meski sedang getol berburu aset tambang emas, Aneka Tambang tak lantas mengabaikan lini bisnis lain. Pengembangan pabrik feronikel baru di Halmahera Timur Maluku Utara tetap berjalan. Perusahaan ini juga mengembangkan proyek hilirisasi berupa smelter grade alumina refinery di Mempawah, Kalimantan Barat dan membangun pabrik nickel pig iron.

Sepanjang tahun ini, Aneka Tambang menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebanyak Rp 3,3 triliun. "Hingga triwulan pertama tahun ini, belanja modal perusahaan telah terserap sebesar Rp 377 miliar," terang Arie.

Sementara pada Januari-April 2019, ANTM mencatatkan produksi 8.726 ton nikel dalam feronikel (TNi) dan penjualan 9.226 TNi. Pada periode yang sama, volume produksi bijih nikel mencapai 3,09 juta wet metric ton (wmt) dan penjualan bijih nikel sebanyak 2,44 juta wmt.

Sementara penjualan emas kurang lebih 7,4 ton emas dan produksi emas 670 kilogram (kg) emas. Sampai dengan tutup kuartal II-2019, Aneka Tambang menargetkan produksi 6.200 ton nikel dan 500 kg emas.

Bagikan

Berita Terbaru

Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III
| Senin, 17 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Sepekan Cetak Net Sell Rp 101,78 Miliar, Begini Poyeksi Kinerja UNTR di Kuartal III

Beroperasinya kembali Tambang Emas Martabe secara penuh akan menjadi penggerak margin laba yang signifikan bagi UNTR.

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya
| Senin, 17 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Saham NCKL Kembali Menguat, Intip Katalis dan Risikonya

Lonjakan kapasitas produksi para produsen nikel berpotensi menekan harga acuan LME dan dapat membatasi ASP yang diterima NCKL.

Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini
| Senin, 17 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Tekanan Geopolitik Tak Kendur, Penguatan Harga Emas Global Masih Berlanjut Pekan Ini

Risiko geopolitik tentu masih menjadi katalis utama pergerakan harga emas, khususnya jika gangguan masih terjadi di Selat Hormuz dan Laut Merah.

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia
| Senin, 17 Agustus 2026 | 07:00 WIB

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia

Lima ETF emas mencuri perhatian investor pada awal peluncuran 10 Agustus 2026. Daya tahan instrumen baru ini mulai diuji.

Kemerdekaan Ekonomi
| Senin, 17 Agustus 2026 | 05:10 WIB

Kemerdekaan Ekonomi

BPS menunjukkan ekonomi Indonesia sebenarnya masih tumbuh cukup kuat. Pada kuartal II-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan.

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal

Tantangan terbesar RWA pada validasi aset, yaitu memastikan token didukung aset riil dengan nilai yang sesuai.

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James

Pengalaman panjang di industri keuangan membuat Direktur Keuangan Krom Bank semakin selektif dalam mengelola portofolio investasinya.

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin

​Mencari orang yang pintar, visioner dan berwawasan luas itu memang sulit. Namun, jauh lebih sulit lagi mencari orang yang bijak.

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan

Bata ringan bukan hanya material konstruksi, ia juga bagian dari upaya mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.

 
Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat

Bioskop makin ekspansif mengembangkan bisnis dengan menggarap lini usaha non penayangan film. Seperti apa peluangnya?

INDEKS BERITA

Terpopuler