Cadangan Jumbo Minyak Nonkonvensional

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:49 WIB
Cadangan Jumbo Minyak Nonkonvensional
[ILUSTRASI. Temuan cadangan gas ENI (Dok/ENI)]
Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. PT Pertamina memperkirakan Indonesia saat ini memiliki total cadangan minyak di tempat atau oil in place sebesar 11 miliar barel dari sumber daya nonkonvensional. Cadangan jumbo tersebut dinilai menjadi peluang bisnis besar di tengah era transisi energi.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, mengatakan Indonesia masih memiliki peluang besar di sektor easy energy. Penemuan potensi ini diharapkan mampu mendongkrak ketahanan energi nasional ke depan. "Kabar baiknya, baru-baru ini kami memiliki 11 miliar barel oil in place untuk sumber daya nonkonvensional," ujar dia dalam acara IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (20/5).

Baca Juga: Temukan Cadangan Minyak Baru, Kenaikan Harga Saham ENRG Bakal Berlanjut?

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Akan Tertekan Jangka Pendek, Tapi Menarik untuk Jangka Panjang
| Kamis, 21 Mei 2026 | 06:25 WIB

Akan Tertekan Jangka Pendek, Tapi Menarik untuk Jangka Panjang

​Kenaikan BI rate 5,25% menekan saham perbankan dalam jangka pendek, tapi membuka peluang arus dana asing kembali masuk setelah rupiah stabil

Pertumbuhan Kredit Bisa Tertahan Usai BI Rate Naik
| Kamis, 21 Mei 2026 | 06:25 WIB

Pertumbuhan Kredit Bisa Tertahan Usai BI Rate Naik

​Kenaikan BI rate diperkirakan menahan laju kredit perbankan tahun ini meski pertumbuhan kredit April membaik.

Angan-Angan Ekonomi Melaju Lebih Tinggi Lagi
| Kamis, 21 Mei 2026 | 06:19 WIB

Angan-Angan Ekonomi Melaju Lebih Tinggi Lagi

Dalam KEM PPKF 2027, pertumbuhan ekonomi ditargetkan pada kisaran 5,8% hingga 6,5%                  

ETF Emas Segera Meluncur: Peluang Baru Untung dari Logam Mulia
| Kamis, 21 Mei 2026 | 06:15 WIB

ETF Emas Segera Meluncur: Peluang Baru Untung dari Logam Mulia

ETF emas segera hadir di BEI, membuka jalan baru bagi investor. Cari tahu potensi keuntungan dan cara kerjanya sekarang.

Upaya Penyelamatan 9 WNI yang Ditangkap Israel
| Kamis, 21 Mei 2026 | 06:14 WIB

Upaya Penyelamatan 9 WNI yang Ditangkap Israel

Menurut Sugiono, pemerintah masih kesulitan mendapatkan informasi langsung karena komunikasi yang terbatas

Jamu Pahit Manis Bank Indonesia Menjaga Rupiah
| Kamis, 21 Mei 2026 | 06:13 WIB

Jamu Pahit Manis Bank Indonesia Menjaga Rupiah

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 50 basis poin ke level 5,25%            

Menjaga Rupiah, Menjaga Kepercayaan
| Kamis, 21 Mei 2026 | 06:11 WIB

Menjaga Rupiah, Menjaga Kepercayaan

Rupiah juga harus dijaga dengan konsistensi kebijakan, disiplin fiskal dan kebijakan lain yang menandakan pemerintah memahami sensitivitas pasar.

Prabowo: Kebocoran SDA Capai Rp 15.400 Triliun
| Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09 WIB

Prabowo: Kebocoran SDA Capai Rp 15.400 Triliun

"Keuntungan kita selama 22 tahun mencapai US$ 436 miliar, tetapi yang keluar mencapai US$ 343 miliar," kata dia. Prabowo

 Opsi Kaji Ulang Aturan Pekerja Alih Daya
| Kamis, 21 Mei 2026 | 06:04 WIB

Opsi Kaji Ulang Aturan Pekerja Alih Daya

Kalangan buruh meminta ketentuan outsourcing dikembalikan ke UU Ketenagakerjaan untuk memberika kepastian dan tidak multitafsir

Subang Smartpolitan Jadi Magnet Investor, SSIA Siap Panen Penjualan Lahan?
| Kamis, 21 Mei 2026 | 06:00 WIB

Subang Smartpolitan Jadi Magnet Investor, SSIA Siap Panen Penjualan Lahan?

Pendapatan SSIA melonjak 35% jadi Rp 1,44 triliun di Q1 2026. Bisnis konstruksi dan kawasan industri jadi pendorong utama

INDEKS BERITA

Terpopuler