Catat Aksi Net Buy Rp 199,47 Miliar, JP Morgan hingga Allianz Borong Saham ASII

Selasa, 30 September 2025 | 19:40 WIB
Catat Aksi Net Buy Rp 199,47 Miliar, JP Morgan hingga Allianz Borong Saham ASII
[ILUSTRASI. Toyota All-New Yaris Cross hybrid EV di IIMS 2025.]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten otomotif besar, PT Astra Internasional Tbk (ASII) tercatat sebagai salah satu emiten dengan aktivitas pembelian bersih (net buy) oleh investor asing, terbesar sepanjang pekan lalu dengan total nilai Rp 199,47 miliar.

Pada perdagangan Selasa (30/9), saham ASII ditutup stagnan tidak ada perubahan baik kenaikan atau penurunan. Harga saham ASII bertengger di level Rp 5.775 per saham.

Dalam lima hari terakhir saham ASII memerah 2,94%, namun sebulan sudah menguat 5,96% dan penguatannya sudah sebesar 28,91% dalam enam bulan terakhir dan sepanjang tahun berjalan 2025 atau year to date (YtD), saham emiten yang dikendalikan oleh Jardine Group ini sudah menguat 16,67%.

Melansir Bloomberg, Senin (29/9), terdapat beberapa investor asing yang melakukan akumulasi saham ASII. Aksi akumulasi terbanyak dilakukan oleh JP Morgan Chase & Co sebanyak 46.189.100 saham yang dilakukan pada 29 September 2025. Kini, JP Morgan mengapit total 58.413.800 saham ASII dengan cost basis Rp 5.133.

Pemborong saham ASII terbanyak di posisi berikutnya adalah Invesco Ltd sebanyak 44.722.387 saham pada 26 September 2025. Secara total, Invesco Ltd memiliki saham ASII sebanyak 630.354.635 saham dengan cost basis Rp 4.436.



Selain aksi beli, saham ASII juga dilego oleh beberapa investor asing besar. Contohnya adalah Blackrock Inc yang menjual saham ASII sebanyak 29.408.000 saham pada 26 September 2026. Investor kelas kakap ini, memiliki total kepemilikan sebanyak 849.768.533 saham ASII dengan cost basis Rp 4.512.

Penjual saham ASII terbesar berikutnya adalah Dimensional Fund Advisor LP sebanyak 17804.280 saham pada 26 September 2025. Dimensional Fund Advisor LP tercatat memiliki 249.335.250 saham ASII dengan cost basis Rp 4.818. 



Melihat ramainya institusi asing melakukan aksi jual beli saham ASII sepekan belakangan hingga awal minggu ini, mayoritas analis merekomendasikan beli dan tidak ada yang memberikan rekomendasi jual atau sell.

Lebih detail, sebanyak 26 analis merekomendasikan beli atau buy saham ASII, lalu sebanyak 8 analis merekomendasikan tahan atau hold. Dengan demikian, secara umum konsensus analis masih sangat positif karena menyarankan beli.

Untuk target harga, mayoritas analis merekomendasikan di kisaran Rp 6.000-Rp 6.500. Jika diamati, harga saham ASII sudah mendekati target konsensus, sehingga ruang kenaikan dalam jangka pendek, dinilai terbatas.

Namun institusi besar seperti Morgan Stanley, Macquire hingga JP Morgan memberikan target harga lebih tinggi yakni di kisaran Rp 6.250-Rp 6.730.

Emiten otomotif yang didirikan oleh Wiliam Soeryadjaya tersebut saat ini memasuki siklus penilaian ulang atau re-rating ditopang oleh dua katalis utama yaitu inisiatif potensi total shareholder return (TSR) dan ekspansi bisnis kendaraan hybrid ke segmen mass market.

BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya tanggal 26 September 2025 menyebutkan, katalis tersebutlah yang mendorong kenaikan harga saham ASII.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Nashrullah Putra Sulaeman dann Sabela Nur Amalina dalam risetnya menyebutkan dengan kas bersih yang dimiliki ASII senilai Rp 53 triliun pada semester I-2025, atau sekitar 23% dari kapitalisasi pasar, ASII memiliki kekuatan untuk menjalankan program TSR melalui buyback saham. Mereka menilai bahwa pasar sudah lama mengantisipasi langkah tersebut.

"Kami percaya itu dapat secara signifikan meningkatkan return on equity (ROE) yang tahun ini diproyeksikan mencapai 13,6%, sekaligus menjembatani kesenjangan valuasi yang persisten," tulisnya.

Dari sisi strategi kerja, ASII menyampaikan akan mempertahankan pangsa pasar mobil melalui peluncuran mobil hybrid baru. Adapun sepanjang tahun berjalan ini, pangsa pasar ASII adalah sekitar 52,7%.

BRI Danareksa Sekuritas turut merekomendasikan beli saham ASII. Rekomendasi harganya dinaikkan dan berada di target Rp 6.700 dari yang sebelumnya Rp 5.900.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Harga ANTM Terkerek di Tengah Aksi Jual Asing
| Rabu, 22 April 2026 | 11:00 WIB

Harga ANTM Terkerek di Tengah Aksi Jual Asing

Harga emas yang sempat berada di atas US$ 5.000 per ons troi membuat margin laba divisi pemurnian logam mulia ANTM moncer di kuartal I-2026.

Keran Ekspor Minyak Mentah RI Ditutup per Mei 2026, Begini Nasib Perusahaan Migas
| Rabu, 22 April 2026 | 10:05 WIB

Keran Ekspor Minyak Mentah RI Ditutup per Mei 2026, Begini Nasib Perusahaan Migas

Meski seluruh jatah ekspor minyak mentah dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri, Indonesia masih kekurangan pasokan.

Nasib Emiten Nikel, China Bakal Larang Ekspor Asam Sulfat Saat Selat Hormuz Diblokade
| Rabu, 22 April 2026 | 09:05 WIB

Nasib Emiten Nikel, China Bakal Larang Ekspor Asam Sulfat Saat Selat Hormuz Diblokade

Vale Indonesia (INCO) dan Aneka Tambang (ANTM) relatif tidak terdampak karena tidak menggunakan sulphuric acid.

Tambah Kegiatan Usaha Baru, Prospek MTEL Positif
| Rabu, 22 April 2026 | 08:44 WIB

Tambah Kegiatan Usaha Baru, Prospek MTEL Positif

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menambah kegiatan usaha baru untuk mendukung model bisnis Power as a Service (PaaS) infrastruktur menara 

Risiko Mengintai Saham-Saham Terkonsentrasi Tinggi
| Rabu, 22 April 2026 | 08:40 WIB

Risiko Mengintai Saham-Saham Terkonsentrasi Tinggi

Keputusan MSCI berpotensi picu outflow besar di BREN-DSSA. Pelajari strategi aman hadapi gejolak ini.

Laba Diproyeksi Tumbuh Dobel Digit, Simak Rekomendasi Saham CMRY dan Target Harganya
| Rabu, 22 April 2026 | 08:00 WIB

Laba Diproyeksi Tumbuh Dobel Digit, Simak Rekomendasi Saham CMRY dan Target Harganya

Pada kuartal I-2026, penjualan CMRY ditaksir melesat lebih dari 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Menakar Kekuatan Diplomasi Indonesia di Tengah Krisis Teluk
| Rabu, 22 April 2026 | 07:43 WIB

Menakar Kekuatan Diplomasi Indonesia di Tengah Krisis Teluk

Diplomasi adalah sebuah produk dari kepercayaan, sementara kepercayaan tidaklah dibangun dalam waktu sehari.

MSCI Pertahankan Pembatasan, Cermati Dampaknya ke Pasar Saham
| Rabu, 22 April 2026 | 07:28 WIB

MSCI Pertahankan Pembatasan, Cermati Dampaknya ke Pasar Saham

Pengumuman MSCI membawa ketidakpastian, tapi IHSG masih berpeluang rebound. Prediksi terbaru semester I-2026, plus saham pilihan fundamental baik.

BREN dan DSSA akan Didepak MSCI Akibat HSC, Segini Perkiraan Outflow Dana Asing
| Rabu, 22 April 2026 | 07:25 WIB

BREN dan DSSA akan Didepak MSCI Akibat HSC, Segini Perkiraan Outflow Dana Asing

Active fund yang fokus pada fundamental jangka panjang kemungkinan masih akan menahan kepemilikan di BREN dan DSSA.

Antara Sentimen MSCI dan Suku Bunga BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (22/4)
| Rabu, 22 April 2026 | 07:07 WIB

Antara Sentimen MSCI dan Suku Bunga BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (22/4)

Hari ini pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), dengan konsensus memperkirakan suku bunga acuan tetap 

INDEKS BERITA

Terpopuler