Berita

Catat! Peluang Tarif Listrik Bakal Naik Kian Membesar

Jumat, 01 November 2019 | 07:49 WIB
Catat! Peluang Tarif Listrik Bakal Naik Kian Membesar

ILUSTRASI. JAKARTA,06/03- Petugas melakukan pengecekan meteran listrik di ruang panel listrik di rusun sewa kawasan Pejompongan, Jakarta, Selasa (6/3). KONTAN/Fransiskus Simbolon/06/03/2018

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mesti bersiap menghadapi potensi kenaikan tarif listrik. Satu indikasinya, pemerintah menambah komponen penghitung persentase perubahan tarif tenaga listrik atau tariff adjustment. Komponen itu adalah harga batubara.

Penambahan komponen ini tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan PT Perusahaan Listrik Negara.

Beleid ini menyatakan persentase penyesuaian tarif berdasarkan perubahan empat komponen yakni kurs rupiah terhadap dollar AS, harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), inflasi dan harga batubara.

Di aturan lama, harga batubara tak masuk komponen penghitungan.

Permen ESDM No 19/2019 berlaku sejak diundangkan pada 18 Oktober 2019. Meski demikian, penghitungan persentase tariff adjustment berlangsung setiap tiga bulan jika terjadi perubahan di empat komponen tersebut.

Alasan menggunakan harga batubara sebagai salah satu komponen penetapan perubahan tarif listrik karena semakin banyak pembangkit listrik PLN yang menggunakan bahan bakar berbasis energi fosil tersebut.

Baca Juga: Tahun depan, anggaran subsidi listrik turun menjadi Rp 58,62 triliun

Berdasarkan data PLN, penggunaan batubara untuk pembangkit listrik mencapai 61,85%.

Kemudian bahan bakar gas berkontribusi setara 21,12% dari total kebutuhan bahan bakar, energi terbarukan 12,71%, serta bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar nabati (BBN) 4,32%.

Sejatinya, harga batubara bergerak fluktuatif seperti komoditas tambang lainnya.

Untuk periode Oktober 2019, misalnya, Kementerian ESDM menetapkan harga batubara acuan (HBA) sebesar US$ 64,8 per ton, turun dari posisi September senilai US$ 65,79 dan Agustus sebesar US$ 72,67.

Reporter: Filemon Agung
Editor: Yuwono triatmojo

IHSG
6.113,05
0.03%
1,86
LQ45
1.000,32
0.03%
-0,35
USD/IDR
13.634
-0,10
EMAS
771.000
0,39%

Baca juga