CEO-Worker Pay Gap Jumps in 2021 at Low-Wage U.S. Companies

Selasa, 07 Juni 2022 | 11:33 WIB
CEO-Worker Pay Gap Jumps in 2021 at Low-Wage U.S. Companies
[ILUSTRASI. Amazon's worker pulled carts full of packages for delivery on the annual Prime Day promotion in New York City, U.S, June 21 2021. REUTERS/Brendan McDermid]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - LONDON, June 7 (Reuters) - The pay gap between workers and CEOs at 300 publicly listed U.S. companies with the lowest median wage jumped in 2021, a study from the Institute for Policy Studies (IPS) showed on Tuesday.

The average gap was 670 to 1, up from 604 to 1 in the prior year, while 49 companies had ratios above 1,000 to 1, the study showed. Average CEO pay in the group climbed $2.5 million to $10.6 million, while median worker pay rose $3,556 to $23,968.

The findings will give new ammunition to investors who push for social justice causes as part of their environmental, social and governance (ESG) agenda.

Baca Juga: Japan's Household Spending Falls for 2nd Straight Month

U.S. corporations face an unprecedented wave of ESG-related shareholder resolutions this year, with the treatment of workers being one of the issues raised frequently. 

"During the pandemic, low-wage workers have demonstrated how essential they are to the functioning of our economy. With profits rising in 2021, corporations had an opportunity to make a big leap towards greater pay equity," said Sarah Anderson, Global Economy Project Director at the IPS.

The study found that at 106 of the companies, median worker pay failed to keep pace with the 4.7% average U.S. inflation rate over the period. Of that group, 67 companies spent a combined $43.7 billion on share buybacks in the period, boosting CEOs' stock-based pay.

Baca Juga: Oil Tops $120 a Barrel on Saudi Pricing Despite OPEC+ Deal

In response, growing numbers of workers are taking matters into their own hands and looking to move jobs in the hunt for better pay, working conditions or work-life balance, a trend known as "The Great Resignation".

A March global survey by consultants PwC found one in five workers was "extremely" or "very likely" to switch employers in the next 12 months.

The COVID-19 pandemic has led to increased attention by investors on the way companies treat their staff, although, as was seen at Amazon's recent annual meeting, many have baulked at opposing management on such issues.

Bagikan

Berita Terbaru

TDPM Masih dalam Proses Kepailitan Rp 1,45 T, Sanksi OJK Bukti Buruknya Tata Kelola
| Senin, 23 Maret 2026 | 05:00 WIB

TDPM Masih dalam Proses Kepailitan Rp 1,45 T, Sanksi OJK Bukti Buruknya Tata Kelola

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif dan/atau perintah tertulis kepada pihak-pihak tersebut pada 28 Februari 2026.

Industri Sawit Dibayangi Pajak Ekspor, HGU, dan DHE, Ekspor Jadi Andalan
| Senin, 23 Maret 2026 | 03:00 WIB

Industri Sawit Dibayangi Pajak Ekspor, HGU, dan DHE, Ekspor Jadi Andalan

Di sepanjang 2025 total konsumsi dalam negeri mengalami peningkatan 3,82% dari 23,859 juta ton di tahun 2024 jadi 24,772 juta ton pada tahun 2025.

Lebaran, Saatnya Dulang Cuan dari Saham Supermarket dan Minimarket
| Minggu, 22 Maret 2026 | 14:00 WIB

Lebaran, Saatnya Dulang Cuan dari Saham Supermarket dan Minimarket

Sejak awal puasa, biasanya emiten ritel supermarket dan minimarket isi stok berlipat untuk antisipasi kenaikan permintaan masyarakat.

Simak 5 Produk Reksadana Saham Syariah Terbaik di Awal Tahun Ini
| Minggu, 22 Maret 2026 | 12:00 WIB

Simak 5 Produk Reksadana Saham Syariah Terbaik di Awal Tahun Ini

Reksadana saham syariah tak sekadar menawarkan peluang pertumbuhan yang solid, melainkan juga menggaransi ketenangan batin.

Permintaan Ramadan dan Lebaran Jadi Pelecut Kinerja JPFA di Kuartal I
| Minggu, 22 Maret 2026 | 11:00 WIB

Permintaan Ramadan dan Lebaran Jadi Pelecut Kinerja JPFA di Kuartal I

Head of Reseach Retail MNC Sekuritas menyampaikan momentum Ramadan dan Lebaran memang menjadi katalis positif bagi emiten perunggasan.

Agar Belanja Kecantikan Tak Mengganggu Anggaran
| Minggu, 22 Maret 2026 | 09:00 WIB

Agar Belanja Kecantikan Tak Mengganggu Anggaran

Penggunaan produk kecantikan sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. Yuk, simak cara mengelola anggarannya!

Strategi Peritel Kosmetik Tampil Menarik di Mata Pesolek
| Minggu, 22 Maret 2026 | 08:05 WIB

Strategi Peritel Kosmetik Tampil Menarik di Mata Pesolek

Peritel kosmetik adu strategi penjualan agar mampu menuai berkah penjualan saat Ramadan dan Lebaran.

Meracik Bisnis Kecap dengan Energi Ramah Lingkungan
| Minggu, 22 Maret 2026 | 06:15 WIB

Meracik Bisnis Kecap dengan Energi Ramah Lingkungan

Di balik sebotol kecap manis ABC, PT Heinz ABC Indonesia menjalankan transformasi produksi memanfaatkan energi surya dan biomassa.

 
Portofolio Merek Sport dan Lifestyle Menjadi Katalis Positif Saham MAPA
| Minggu, 22 Maret 2026 | 06:07 WIB

Portofolio Merek Sport dan Lifestyle Menjadi Katalis Positif Saham MAPA

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, MAPA yang menyasar segmen menengah ke atas, diproyeksikan memiliki kinerja yang masih cukup solid.

Melihat Kelahiran BRIS dan Potensinya di Masa Depan
| Minggu, 22 Maret 2026 | 06:00 WIB

Melihat Kelahiran BRIS dan Potensinya di Masa Depan

Diversifikasi pendapatan melalui fee based income juga terlihat stabil, menyumbang 15%–17% terhadap total pendapatan BRIS.

INDEKS BERITA

Terpopuler