China Bikin Perusahaan Pembuat Kapal Terbesar di Dunia, Asetnya Rp 1.581,6 Triliun

Selasa, 26 November 2019 | 11:02 WIB
China Bikin Perusahaan Pembuat Kapal Terbesar di Dunia, Asetnya Rp 1.581,6 Triliun
[ILUSTRASI. Konstruksi kapal di galangan Waigaoqiao di Shanghai (05/11/2013). China meresmikan perusahaan pembuat kapal terbesar di dunia pada Selasa (26/11/2019). REUTERS/Carlos Barria/Files]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Pada Selasa (26/11) waktu setempat Pemerintah China secara resmi mendirikan China Shipbuilding Group.

China Central Television (CCTV), stasiun televisi yang dikontrol pemerintah menyebut, perusahaan tersebut sebagai pembuat kapal terbesar di dunia.

China Shipbuilding Group berdiri setelah memperoleh persetujuan Pemerintah China pada bulan lalu.

Baca Juga: Kejar Kenaikan Laba 20%, IPCM Memacu Ekspansi dan Mengerek Tarif premium

Perusahaan ini merupakan hasil merger dua pembuat kapal terbesar di negeri tirai bambu, yakni China State Shipbuilding Corp dan China Shipbuilding Industry Co.

Dikutip dari Reuters (26/11), China Shipbuilding Group memiliki lembaga riset, unit bisnis dan perusahaan sebanyak 147 entitas dengan total pekerja sebanyak 310.000 orang.

China Shipbuilding Group membangun berbagai jenis kapal, seperti kapal induk hingga kapal komersial pengangkut minyak dan gas.

Total asetnya mencapai 790 miliar yuan, yang jika dirupiahkan mencapai Rp 1.581,6 triliun. (1 yuan = Rp 2.002)

Belakangan ini China memang tengah merampingkan perusahaan negara melalui merger dan restrukturisasi aset.

Baca Juga: KCN lanjutkan proyek dermaga 2 dan 3 pasca sengketa

Upaya tersebut ditempuh untk mengatasi kenaikan utang perusahaan pelat merah China, membuatnya lebih menguntungkan dan responsif terhadap kekuatan pasar.

Saat ini industri pembuatan kapal China bersaing ketat dengan dua raksasa asia lainnya, yakni Korea Selatan dan Jepang.

Bagikan

Berita Terbaru

Rogoh Dana Rp 6,91 Triliun, SILO Akuisisi 14 Perusahaan
| Selasa, 22 September 2026 | 08:48 WIB

Rogoh Dana Rp 6,91 Triliun, SILO Akuisisi 14 Perusahaan

Seluruh perjanjian jual beli saham dan perjanjian opsi jual sudah ditandatangani SILO bersama pihak terafiliasi First REIT pada 1 April 2026. ​

Saham TLKM Tertekan, Investor Menanti Katalis dari NeutraDC dan InfraNexia
| Selasa, 22 September 2026 | 08:41 WIB

Saham TLKM Tertekan, Investor Menanti Katalis dari NeutraDC dan InfraNexia

Dalam sepekan terakhir, asing mencatat jual bersih saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 258,37 miliar. 

Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market, Dana Asing Bisa Terbang Menuju Negeri Paman Ho
| Selasa, 22 September 2026 | 08:40 WIB

Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market, Dana Asing Bisa Terbang Menuju Negeri Paman Ho

Kenaikan status Vietnam dari frontier market menjadi emerging market, bisa menarik dana asing di bursa Asia termasuk Indonesia

Investor Tunggu Data BI, IHSG Masih Rawan Koreksi
| Selasa, 22 September 2026 | 08:22 WIB

Investor Tunggu Data BI, IHSG Masih Rawan Koreksi

 IHSG masih cenderung volatil, seiring dengan meningkatnya perhatian investor terhadap kebijakan moneter global

Emiten Mulai Dibayangi Beban Bunga Tinggi
| Selasa, 22 September 2026 | 08:20 WIB

Emiten Mulai Dibayangi Beban Bunga Tinggi

Ongkos pendanaan emiten meningkat seiring tingginya suku bunga. Kemampuan emiten menjaga likuiditas menjadi perhatian.

Minta Restu Akuisisi 14 RS First REIT, SILO Hadapi Tekanan Utang dan Beban Bunga
| Selasa, 22 September 2026 | 08:13 WIB

Minta Restu Akuisisi 14 RS First REIT, SILO Hadapi Tekanan Utang dan Beban Bunga

Utang bank PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp 8,88 triliun.

Kebijakan Impor Gula Kembali Menuai Polemik
| Selasa, 22 September 2026 | 07:49 WIB

Kebijakan Impor Gula Kembali Menuai Polemik

APTRI menyoroti izin pemasukan gula mentah (raw sugar) sebanyak 150.000 ton yang disebut akan diolah menjadi gula kristal rafinasi (GKR).

Bisnis Hilir Makin Dominan, STAA Bidik Pertumbuhan Laba Bersih di Tengah El Nino
| Selasa, 22 September 2026 | 07:46 WIB

Bisnis Hilir Makin Dominan, STAA Bidik Pertumbuhan Laba Bersih di Tengah El Nino

STAA tengah menyiapkan pembangunan pabrik kelapa sawit ke-11 di Sumatera Selatan yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun depan.

Investasi Deras, Manfaat Ekonomi Masih Terbatas
| Selasa, 22 September 2026 | 07:29 WIB

Investasi Deras, Manfaat Ekonomi Masih Terbatas

Salah satu penyebabnya, persaingan dalam menarik dana asing antarnegara di kawasan ASEAN bakal makin ketat.

Jurus AirAsia Group Menghadapi Turbulensi Ekonomi
| Selasa, 22 September 2026 | 07:29 WIB

Jurus AirAsia Group Menghadapi Turbulensi Ekonomi

AirAsia Group Berhad menegaskan kembali komitmennya untuk menjalankan bisnis secara fokus dan terukur di tengah kondisi industri penerbangan.

INDEKS BERITA

Terpopuler