CPRO Bidik Pertumbuhan Penjualan Domestik 66,67%

Kamis, 25 April 2019 | 07:58 WIB
CPRO Bidik Pertumbuhan Penjualan Domestik 66,67%
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Proteina Prima Tbk atau CP Prima membidik penjualan produk makanan olahan di pasar domestik mencapai 10.000 ton pada tahun ini. Target tersebut meningkat 66,67% dibandingkan realisasi pada tahun lalu sebesar 6.000 ton.

"Ini hanya penjualan domestik saja, ya, belum penjualan ekspor," kata Sidarta Sidik, Direktur Pemasaran Produk Makanan Olahan PT Central Proteina Prima Tbk, kepada KONTAN di acara peluncuran produk CP Prima Seafood, Rabu (24/4).

Emiten berkode saham CPRO di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini baru saja meluncurkan frozen seafood baru, yakni aneka produk siomay (Siomay Premium, Siomay Curry, Siomay Vegetables, Siomay Ikan), Shrimp, dan Marine Tilapia atau ikan nila Salina.

Perusahaan yang bergerak di bidang budidaya ikan dan pengolahannya ini menghasilkan komoditas frozen seafood yang meliputi ikan air tawar, ikan air asin dan udang. Produk unggulan CP Prima adalah udang dan pangasius (ikan patin). Produk-produk tersebut dipasarkan ke berbagai mitra CP Prima, diantaranya Yoshinoya, Solaria, De Cost, Chem Resto.

Samiono, Direktur PT Central Pertiwi Bahari, anak perusahaan CP Prima, optimistis mereka mampu memenuhi target penjualan. Sebab, budidaya perikanan lebih bisa dikendalikan dibandingkan ikan tangkap dari laut. "CP Prima memiliki integrasi mulai dari pembibitan, pakan ikan, probiotik, dan pengolahannya. Semuanya kita punya sendiri," ungkap dia.

CP Prima menggunakan teknologi pembekuan secara cepat sehingga mampu menghasilkan produk yang segar atau hampir sama dengan kondisi ikan yang baru diangkat dari kolam. "Proses penurunan mutunya sangat bisa diminimalkan sehingga kualitas daging yang dihasilkan tidak rusak," tambah Adi, Communication Relation CP Prima. Proses ini diharapkan bisa menjawab tantangan, yakni meyakinkan masyarakat bahwa produk frozen seafood sama segarnya dengan ikan yang langsung dari air.

Sidarta bilang cold chain atau sistem rantai dingin di Indonesia tidak sebaik di negara lain seperti Amerika dan Eropa. Supermarket terkadang masih belum sadar bahwa frozen seafood harus benar-benar berada di freezer dengan suhu minus 18 derajat, jika tidak maka bisa menurunkan kualitas produk.

Bagikan

Berita Terbaru

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:50 WIB

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII

PT Astra International Tbk (ASII) saat ini dipersepsikan sebagai deep value stock oleh investor global.

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:29 WIB

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan

Pendapatan BRPT diperkirakan tumbuh sebesar 41,4% dan EBITDA sebesar 40,2% selama periode 2024-2029.

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:05 WIB

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?

Secara struktur pasar, kehadiran bursa kedua dapat memperkuat kompetisi.  Kedua bursa dapat mendorong transparansi harga.

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:58 WIB

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini

Pelemahan IHSG di tengah bursa global dan nilai tukar rupiah menguat. Pemicunya, aksi jual di sejumlah sektor dan emiten berkapitalisasi besar.

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:35 WIB

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Net sell asing berawal dari rencana Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk keponakannya, Thomas pmenjadi Deputi Gubernur BI.

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:30 WIB

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?

Dalam jangka panjang RATU dapat menjadi operator penuh atau memimpin kerja sama dengan mitra berskala besar, baik di dalam maupun luar negeri.

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:06 WIB

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR

Transaksi penjualan properti Sinarmas Land masih didominasi kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya untuk produk rumah tapak dan ruko.

Perbankan Digital Akan Ekspansif  Kejar Pertumbuhan Kredit
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:55 WIB

Perbankan Digital Akan Ekspansif Kejar Pertumbuhan Kredit

​Bank digital tetap optimistis menatap prospek kredit 2026, meski ketidakpastian global dan persaingan industri masih menjadi tantangan utama.

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:43 WIB

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026

Pembayaran sebesar 100% dari nilai invoice, paling lambat 120 hari setelah produk diterima dan disetujui oleh PT Deli Group Indonesia Jakarta,

Pertumbuhan Kredit Konsumer Semakin Melempem
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:35 WIB

Pertumbuhan Kredit Konsumer Semakin Melempem

​Pertumbuhan kredit konsumer kian tertinggal di penghujung 2025, di saat kredit investasi justru melesat dan segmen lain menunjukkan perbaikan.

INDEKS BERITA

Terpopuler