Cuan Emas Hijau dan Tradisi Turun Temurun di Ladang Tembakau

Jumat, 03 Januari 2025 | 10:03 WIB
Cuan Emas Hijau dan Tradisi Turun Temurun di Ladang Tembakau
[ILUSTRASI. Profil petani rokok dan Ketua APTI NTB Shaminudin. KONTAN/Muradi/2024/12/10]
Reporter: Siti Masitoh | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - LOMBOK TENGAH. Rintik hujan membasahi hamparan ladang tembakau yang luas di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (11/12) pagi tiga pekan lalu. Kini ladang tersebut hanya menyisakan batang-batang tembakau yang telah dipanen dan dibiarkan mengering, menjadi pertanda bahwa musim tanam tembakau telah berakhir.

Tanah Lombok yang subur, menjadi saksi para petani menggantungkan nasibnya pada hasil panen tembakau dengan harapan kehidupan yang lebih baik. Shaminudin (61), sosok yang tak pernah membayangkan akan mengabdikan lebih dari separuh hidupnya pada industri tembakau. Sejak usia 11 tahun atau tepatnya pada 1974 silam, ayahnya dengan penuh semangat mengenalkan cara menanam, merawat dan memanen tembakau.

Baca Juga: Industri Tembakau dalam Galau: Antara Kontribusi Ekonomi dan Bayang-Bayang Regulasi

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Beban Naik, Surat Utang Leasing Seret
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:35 WIB

Beban Naik, Surat Utang Leasing Seret

Penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 19,62 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun ini, turun 33,1% secara tahunan. 

Bank Asing Ramai-Ramai Perbesar Bisnis di RI
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Bank Asing Ramai-Ramai Perbesar Bisnis di RI

ChatGPT said:Bank asing gencar ekspansi di Indonesia lewat akuisisi dan integrasi bisnis untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing.

Waspadai Efek PHK Terhadap NPL Konsumer
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Waspadai Efek PHK Terhadap NPL Konsumer

Lonjakan PHK berpotensi meningkatkan NPL kredit konsumer, terutama KPR, dan menekan kualitas aset perbankan.

Tantangan Pembiayaan Utang di Akhir Tahun
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Tantangan Pembiayaan Utang di Akhir Tahun

Pemerintah berpacu memenuhi target SBN di tengah yield tinggi dan tekanan biaya utang.                   

Pungutan Baru Efektif Menyasar Juragan di Marketplace
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:15 WIB

Pungutan Baru Efektif Menyasar Juragan di Marketplace

Pelaku usaha di marketplace menghadapi pungutan PPh Pasal 22 sebesar 0,5% dari omzet yang bisa  memengaruhi strategi bisnis pedagang.

Laba Perbankan di Kuartal III Berpotensi Tumbuh Lebih Baik
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Laba Perbankan di Kuartal III Berpotensi Tumbuh Lebih Baik

Laba bank besar berpotensi tumbuh lebih baik pada kuartal III-2026, meski dibayangi tekanan biaya dana dan perlambatan kredit

Tarif PPh 35% Jangkau 420.000 WP
| Senin, 12 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Tarif PPh 35% Jangkau 420.000 WP

Wajib pajak berpenghasilan jumbo menjadi perhatian otoritas pajak. DJP mencatat, sekitar 420.000 wajib pajak orang pribadi (WP OP)

Calon Lender Mesti Perhatikan Kenaikan Kredit Macet
| Senin, 12 Oktober 2026 | 04:45 WIB

Calon Lender Mesti Perhatikan Kenaikan Kredit Macet

AFPI menilai industri pinjaman daring masih menjadi sektor strategis bagi investor untuk menempatkan dananya

Kemandirian Sistem Pembayaran Domestik
| Senin, 12 Oktober 2026 | 04:32 WIB

Kemandirian Sistem Pembayaran Domestik

Kartu Kredit Indonesia (KKI) sejatinya adalah tentang membangun pilihan, kapasitas dan ekosistem pembayaran domestik.

Lonjakan Harga Minyak Dunia Terus Menekan APBN
| Senin, 12 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Lonjakan Harga Minyak Dunia Terus Menekan APBN

Ingga akhir September 2026, realisasi belanja subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp 376,8 triliun, melonjak 54,1% secara tahunan.

INDEKS BERITA

Terpopuler