Cuan Tipis Berisiko

Sabtu, 27 Juli 2024 | 08:05 WIB
Cuan Tipis Berisiko
[ILUSTRASI. Jurnalis KONTAN Wahyu Tri Rahmawati. (Ilustrasi KONTAN/Steve GA)]
Wahyu Tri Rahmawati | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Level risiko pasar saham belakangan dianggap lebih rendah saat muncul instrumen baru seperti kripto. Tapi jika dilihat secara global, investasi saham di Indonesia dianggap lebih berisiko ketimbang instrumen obligasi negara, apalagi pasar saham Amerika (AS). 

Kata orang, high risk high return. Dengan pernyataan tersebut, pasar saham Indonesia yang dianggap memiliki risiko tinggi tentu memberikan return yang tinggi pula. Nyatanya, IHSG hanya naik 0,21% sejak awal tahun hingga Jumat (26/7). Sementara indeks acuan S&P 500 AS menguat 13,84% sejak awal tahun.

Padahal kedua negara sama-sama punya risiko transisi kepemimpinan. Kata pengamat, ada sektor industri yang ada di AS tetapi tidak ada di Indonesia, yakni artificial intelligence (AI) yang tahun ini naik daun. Tetapi tanpa saham-saham AI, indeks blue chip AS Dow Jones juga naik lebih tinggi ketimbang IHSG, yakni 5,89% sejak awal tahun.

Tak cuma cuan yang lebih mini, pasar saham Indonesia juga lebih sepi. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor saham yang aktif bertransaksi hanya 1,22 juta dari total investor saham 5,78 juta per Juni 2024.

Padahal tahun lalu, investor saham yang aktif bertransaksi di bursa mencapai 1,53 juta investor dari total 5,26 juta investor. Artinya, jumlah investor yang aktif bertransksi turun dari sisi jumlah maupun porsi terhadap total investor saham.

Tentu ada investor yang jarang bertransaksi karena lebih suka beli untuk jangka panjang. Tapi ini berlawanan dengan BEI punya target nilai dan volume transaksi harian rata-rata yang tinggi.

Sejumlah aturan baru bursa yang berlaku tahun ini menjadi penyebab pasar saham tersendat. Ganjalan paling terjal di kuartal kedua lalu adalah full call action (FCA) yang menyebabkan transaksi buta bagi para investor.

Alhasil, banyak investor cabut dari saham-saham tersebut dan menunggu waktu yang lebih aman. Ganjalan lain adalah kinerja saham-saham IPO yang jeblok.

Sejumlah saham yang baru melantai di BEI dianggap bergerak tidak wajar yang pada akhirnya bisa memicu suspensi saham dan masuk ke pemantauan khusus (FCA). BEI sebelumnya menyebut akan memperluas produk dan jasa untuk pendalaman pasar.

Tapi produ-produk yang ditawarkan seperti single stock futures dan short selling terang-terang bukan untuk investor ritel yang belakangan ikut meramaikan bursa. Apakah bursa efek sekarang hanya untuk investor yang sophisticated?

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik

Pada periode 2-6 Februari 2026, IHSG tumbang 4,73% dan ditutup pada level 7.935,26. Pekan sebelumnya, IHSG telah turun 6,94%.

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen

WIKON diajukan PKPU oleh PT Pratama Widya Tbk (PTPW), sedangkan PTPP diajukan PKPU oleh PT Sinergi Karya Sejahtera.

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

INDEKS BERITA

Terpopuler