Daftar 10 Saham LQ45 dengan PER Terkecil dan Tertinggi (21 Januari 2019)

Selasa, 22 Januari 2019 | 06:50 WIB
Daftar 10 Saham LQ45 dengan PER Terkecil dan Tertinggi (21 Januari 2019)
[]
Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berikut daftar 10 saham LQ45 dengan price earning ratio (PER) terendah dan terkecil,setelah penutupan perdagangan Senin 21 Januari 2019.

Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil PER saham, semakin murah saham itu dibanding saham-saham dalam sektor sejenis. Sebaliknya, semakin tinggi PER suatu saham, secara relatif semakin mahal pula saham tersebut dibanding saham lain dalam sektor yang sama.

Namun, tentu saja, masih banyak faktor lain yang patut diperhitungkan selain PER sebelum seorang investor mengambil keputusan investasi. 

10 Saham LQ45 dengan PER Terkecil (21/1)
No. Kode Harga (18/1) Harga (21/1) PBV (kali) PER (kali)
1 SRIL 342 340 0.93 4.93
2 INDY 2.180 2.130 0.62 4.97
3 WSKT 2.070 2.020 1.02 5.52
4 INKP 12.300 11.950 1.19 6.36
5 ITMG 23.100 23.350 1.76 6.65
6 ADRO 1.485 1.47 0.73 7.54
7 UNTR 26.925 26.850 1.84 8.28
8 WSBP 394 392 1.39 8.71
9 MNCN 860 825 1.12 8.97
10 LPPF 6.000 6.275 7.36 9.19

10 Saham LQ45 dengan PER Tertinggi (21/1)
No. Kode Harga (18/1) Harga (21/1) PBV (kali) PER (kali)
1 BKSL 120 118 0,63 118,00
2 INTP 18.800 18.975 3,09 84,71
3 UNVR 48.925 48.75 41,45 38,21
4 INCO 3.700 3.740 1,33 33,69
5 HMSP 3.730 3.730 13,81 33,6
6 BSDE 1.400 1.330 0,85 31,67
7 KLBF 1.615 1.605 5,16 31,47
8 BRPT 2.370 2.350 1,03 29,75
9 BBCA 27.125 27.725 4,76 27,7
10 TPIA 5.450 5.400 3,6 27,69


Sumber: RTI

Disclaimer: Informasi ini bukan dimaksudkan sebagai rekomendasi, melainkan bertujuan edukasi semata. Investasi/tarding saham merupakan investasi/trading berisiko yang menuntut keahlian analisis fundamental maupun teknikal. Segala risiko yang timbul berkaitan dengan penggunaan informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor/trader sendiri
.

Bagikan

Berita Terbaru

Orang Tajir Naik, Kelas Menengah Susut
| Senin, 29 Juni 2026 | 05:00 WIB

Orang Tajir Naik, Kelas Menengah Susut

Indonesia diprediksi jadi jawara pertumbuhan orang super kaya dunia.                                     

Ketika Pabrik Memilih Pergi
| Senin, 29 Juni 2026 | 04:45 WIB

Ketika Pabrik Memilih Pergi

Negara akan jatuh miskin ketika para pencipta lapangan kerja mulai kehilangan alasan untuk bertahan.

Hindari Risiko, Industri Penjaminan Geser Fokus Pasar
| Senin, 29 Juni 2026 | 04:35 WIB

Hindari Risiko, Industri Penjaminan Geser Fokus Pasar

Segmen penjaminan kredit produktif masih mendominasi portofolio industri yakni mencapai 70,32% dari total outstanding penjaminan 

BI Rate, Yield, dan Harga SBN: Memetakan Peluang Investor Hingga Akhir Tahun
| Senin, 29 Juni 2026 | 04:00 WIB

BI Rate, Yield, dan Harga SBN: Memetakan Peluang Investor Hingga Akhir Tahun

Meski tetap menerima kupon secara rutin, sebagian investor justru melihat nilai investasinya di SBN menyusut akibat penurunan harga.

Genjot Ekspansi Bisnis, Multi Medika (MMIX) Bangun Pabrik Popok di Tangerang
| Senin, 29 Juni 2026 | 03:52 WIB

Genjot Ekspansi Bisnis, Multi Medika (MMIX) Bangun Pabrik Popok di Tangerang

Dalam jangka panjang, kapasitas produksi pabrik tersebut berpotensi naik hingga 18 miliar popok per tahun jika seluruh lini produksi beroperasi.

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Membidik Momentum 500 Tahun Jakarta
| Senin, 29 Juni 2026 | 03:28 WIB

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Membidik Momentum 500 Tahun Jakarta

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memperkuat daya tarik wisata menjelang HUT ke-500 Jakarta pada tahun depan.

Kebijakan Fiskal Penentu: Nasib Investasi RI di Semester II 2026 Diuji
| Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Kebijakan Fiskal Penentu: Nasib Investasi RI di Semester II 2026 Diuji

Persepsi risiko investasi Indonesia menanjak akhir Juni 2026. Pasar minta kompensasi lebih mahal, membebani biaya utang pemerintah dan korporasi. 

Volatilitas IHSG Menggila 3 Hari Berturut-turut, Analis: Ketidakpastian Bertumpuk
| Minggu, 28 Juni 2026 | 15:00 WIB

Volatilitas IHSG Menggila 3 Hari Berturut-turut, Analis: Ketidakpastian Bertumpuk

Rentetan pergerakan IHSG yang volatile dimulai pada 24 Juni 2026, tepat di hari pengumuman annual market classification MSCI waktu Indonesia.

Capaian 5 Bulan BBTN Masih Apik, Kenapa Sahamnya Malah Menukik?
| Minggu, 28 Juni 2026 | 12:33 WIB

Capaian 5 Bulan BBTN Masih Apik, Kenapa Sahamnya Malah Menukik?

Laba bersih BBTN melesat 23,6% hingga Mei 2026, ditopang efisiensi biaya provisi. Perpanjangan tenor KPR subsidi jadi sentimen positif.

IHSG Anjlok 4,55% Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Susut Rp 486 Triliun
| Minggu, 28 Juni 2026 | 10:38 WIB

IHSG Anjlok 4,55% Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Susut Rp 486 Triliun

IHSG jatuh 4,55% sepekan, terburuk di Asia Tenggara. Simak sektor mana saja yang babak belur dan prediksi pergerakan IHSG selanjutnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler