Berita

Dampak Penurunan Bunga Tidak Segera Terlihat

Senin, 26 Agustus 2019 | 06:09 WIB

ILUSTRASI. Menko Perekonomian Darmin Nasution

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap, penurunan bunga bakal meningkatkan konsumsi masyarakat. Penurunan bunga acuan juga bakal mendorong investasi karena menurunnya bunga kredit.

"Orang akan cenderung melakukannya. Mumpung lagi turun, ya, pinjamlah," kata Darmin, Jumat (23/8). Catatan saja, Bank Indonesia memangkas bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,5% di bulan lalu.

Hanya saja, dampak dari kebijakan moneter ini tidak bisa instan. Untuk melihat efektivitas pemangkasan suku bunga acuan ke bunga kredit dan perekonomian Indonesia secara menyeluruh, perlu waktu beberapa bulan.

Penurunan bunga acuan seiring tren pelonggaran kebijakan moneter global, untuk mengatasi kelesuan pertumbuhan ekonomi. Seperi dilakukan oleh Bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve alias The Fed).

Kebijakan Bank Sentral AS ini turut menyebabkan imbal hasil (yield) US Treasury tenor jangka panjang yang hampir setara dengan jangka pendek yang diasumsikan sebagai indikator menuju resesi.

Baca Juga: Trump says he wouldn't stop Fed Chair Powell if he offered to resign

Bagi Darmin, penurunan suku bunga di dalam negeri diperlukan untuk menstimulus investasi. "Semoga produksi naik, ekspor naik, neraca perdagangan bagus," tandasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, pemerintah akan melakukan harmonisasi kebijakan untuk mendukung upaya yang dilakukan oleh BI, sehingga momentum pertumbuhan ekonomi dalam negeri bisa tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi global. Ia berharap adanya stabilitas makroekonomi dan pembangunan yang sudah berjalan.

Tahun ini, pemerintah masih optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,2% hingga akhir tahun. Meski, angka itu lebih rendah dari target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 5,3%.

Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2019 hanya mampu tumbuh sedikit di atas angka 5,1%. Penyebabnya ada sejumlah risiko eksternal yakni perlambatan ekonomi global. Angka prediksi Andry telah memperhitungkan stimulus yang diberikan oleh pemerintah.

Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Thomas Hadiwinata

USD/IDR
14.100
0,57
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga