Danantara Kucurkan Dana Investasi US$ 120 juta untuk Proyek Pertamina NRE

Jumat, 27 Juni 2025 | 09:58 WIB
Danantara Kucurkan Dana Investasi US$ 120 juta untuk Proyek Pertamina NRE
[ILUSTRASI. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dengan kapasitas 2,5 megawatt peak (MWp) di area Workshop dan Gedung New HSSE KPI Kilang Balikpapan.]
Reporter: Adrianus Octaviano, Yuliana Hema | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana menggelontorkan investasi sebesar US$ 120 juta atau setara Rp 1,9 triliun untuk proyek anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor energi, yakni PT Pertamina New & Renewable Energy Tbk.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir menegaskan, nilai investasi untuk Pertamina NRE ini telah disepakati beberapa waktu lalu. "Kalau saya tidak salah, nilai investasinya mendekati US$ 120 juta," tegas Pandu di Jakarta Convention Center, Kamis (26/6). 

Baca Juga: PGEO Jadi Perusahaan Panas Bumi dengan Kapasitas Terpasang Terbesar Hingga 1.877 MW

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Sebelum Libur Akhir Pekan, Simak Dulu Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (31/7)
| Jumat, 31 Juli 2026 | 06:12 WIB

Sebelum Libur Akhir Pekan, Simak Dulu Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (31/7)

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih alias net buy  Rp 262,93 miliar.  Penguatan IHSG  dipengaruhi oleh sentimen domestik dan global.

Pertaruhan Independensi BI
| Jumat, 31 Juli 2026 | 06:10 WIB

Pertaruhan Independensi BI

Tanpa independensi, kebijakan moneter mudah tergelincir jadi alat politik, terutama jelang pemilu atau saat pemerintah menghadapi tekanan fiskal.

Pertumbuhan KPR Kehilangan Tenaga
| Jumat, 31 Juli 2026 | 06:00 WIB

Pertumbuhan KPR Kehilangan Tenaga

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan outstanding KPR mencapai Rp 852 triliun pada Juni 2026 atau tumbuh 4,4% secara tahunan. 

Semikonduktor Angkat Kinerja PT Timah Tbk (TINS)
| Jumat, 31 Juli 2026 | 06:00 WIB

Semikonduktor Angkat Kinerja PT Timah Tbk (TINS)

Kinerja TINS akan ditopang oleh tren harga timah global yang meningkat serta tingginya konsumsi dari sektor hilir.

Kinerja Bisnis Penjaminan Mulai Berbalik Arah
| Jumat, 31 Juli 2026 | 05:45 WIB

Kinerja Bisnis Penjaminan Mulai Berbalik Arah

Volume penjaminan kredit mulai menujukkan rebound hingga terparkir di angka Rp 328,74 triliun pada Mei 2026.

BUMI Terkoreksi dengan Volume Transaksi Besar, Analis Rekomendasi Buy On Weakness
| Jumat, 31 Juli 2026 | 05:38 WIB

BUMI Terkoreksi dengan Volume Transaksi Besar, Analis Rekomendasi Buy On Weakness

Akibat eskalasi geopolitik dan valuasi yang sudah terkoreksi dalam, BUMI jadi salah satu saham yang dilirik pelaku pasar dalam jangka pendek.

Fenomena Makan Tabungan Membayangi Simpanan Segmen Kecil
| Jumat, 31 Juli 2026 | 05:30 WIB

Fenomena Makan Tabungan Membayangi Simpanan Segmen Kecil

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan nominal simpanan di bawah Rp 100 juta mencapai Rp 1.166,76 triliun per Juni 2026,

Pemerintah Memperketat Keluar Masuk Barang
| Jumat, 31 Juli 2026 | 05:30 WIB

Pemerintah Memperketat Keluar Masuk Barang

Langkah tersebut direalisasikan melalui kerja sama Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Beras Oplosan Masih Tersebar di Pasar
| Jumat, 31 Juli 2026 | 05:20 WIB

Beras Oplosan Masih Tersebar di Pasar

Ada temuan beras fortifikasi yang dijual di pasaran ternyata tidak lagi sesuai standar yang ditentukan.

Apindo Sebut PHK Tembus 126.000 Pekerja
| Jumat, 31 Juli 2026 | 05:05 WIB

Apindo Sebut PHK Tembus 126.000 Pekerja

Pengusaha meminta kepada pemerintah untuk segera membenahi faktor penyebab dari pengurangan tenaga kerja.

INDEKS BERITA