Dapat Harga Premium, Gozco Capital Jual Ratusan Juta Saham Bank Yudha Bhakti (BBYB)

Rabu, 30 Oktober 2019 | 09:38 WIB
Dapat Harga Premium, Gozco Capital Jual Ratusan Juta Saham Bank Yudha Bhakti (BBYB)
[ILUSTRASI. Pengumuman Masuknya Akulaku sebagai pemegang saham Bank Yudha Bhakti (15/03). Sepanjang Oktober 2019 ratusan juta saham Bank Yudha Bhakti dijual Gozco Capital. dina.mirayanti/KONTAN.]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada penghujung Oktober 2019, Gozco Capital mengambil langkah besar terkait investasinya di PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB).

Perusahaan itu mengurangi kepemilikannya di Bank Yudha Bhakti dalam jumlah yang signifikan.

Sepanjang Oktober 2019, Gozco Capital telah melepas sekitar 266,84 juta saham BBYB.

Walhasil, kepemilikannya di BBYB yang per 30 September 2019 masih 25,37% menyusut menjadi tinggal 21,04% per 28 Oktober 2019.

Baca Juga: Ingin naik kelas ke BUKU II, Bank Yudha Bhakti akan gelar rights issue tahun ini

Transaksi terbaru yang dilakoni Gozco Capital terekam dalam laporan kepemilikan efek di atas 5% yang disampaikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Pada 28 Oktober 2019, kepemilikan Gozco di BBYB berkurang sekitar 222,57 juta saham.

Nah, berdasar data perdagangan harian BBYB, transaksi itu digelar di pasar negosiasi.

Jual di Rp 338 per saham

Harga pelaksanaannya di Rp 338 per saham sehingga total nilai transaksinya mencapai Rp 75,2 miliar.

Harga Bank Yudha Bhakti di Rp 338 per saham terbilang premium. 

Sebab, dalam tiga bulan terakhir harga rata-rata BBYB hanya Rp 287 per saham.

Penjualan saham tersebut difasilitasi oleh Semesta Indovest Sekuritas sebagai broker penjual.

Sementara pembeli menggunakan perantara Jasa Utama Capital.

Pada saat bersamaan, ada investor lain yang juga melepas saham BBYB sebanyak 120 juta saham.

Baca Juga: Akulaku Silvrr Indonesia Kantongi 24,08% Saham Bank Yudha Bakti (BBYB)

Investor yang tidak terdata identitasnya itu juga menjual saham BBYB di harga Rp 338 per saham.

Ratusan juta saham ini juga ditampung melalui broker Jasa Utama Capital.

Namun, tidak ada informasi siapa yang memborong saham BBYB.

Di sisi lain, kepemilikan investor kakap BBYB yang lain tidak mengalami perubahan.

Per 30 September 2019, PT Akulaku Silvrr Indonesia mengempit 24,08% dan PT Asabri sebanyak 20,13% saham BBYB.

Bagikan

Berita Terbaru

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana
| Senin, 13 Juli 2026 | 11:30 WIB

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) lebih dulu menggelar dual listing di Papan Utama HKEX dan melantai pada 26 Juni 2026.

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol
| Senin, 13 Juli 2026 | 10:30 WIB

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pada tahun depan program mandatori bioetanol E20 akan berlaku. 

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:30 WIB

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri

Salah satu katalis positif bagi MDKA berasal dari akan beroperasinya smelter HPAL milik PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC).

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:18 WIB

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih

Biaya energi turun, profitabilitas emiten tambang diprediksi membaik di paruh kedua 2026. AMMN dan INCO paling sensitif terhadap perubahan ini.

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:45 WIB

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia

Rupiah melemah 0,58% pekan lalu, mencapai Rp 18.065 per dolar AS. Ketegangan geopolitik dan suku bunga AS jadi pemicu. Simak proyeksi selengkapnya

Sudah Saatnya KPI Direksi BEI Diperluas
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:24 WIB

Sudah Saatnya KPI Direksi BEI Diperluas

Target ambisius BEI Rp 30.000 triliun terancam. Peningkatan kualitas IPO dan daya tarik emiten asing jadi kunci agar dana global masuk.

Produksi dan Penjualan Emas BRMS Mengalami Kenaikan di Kuartal II-2026
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:14 WIB

Produksi dan Penjualan Emas BRMS Mengalami Kenaikan di Kuartal II-2026

Kenaikan volume penjualan emas sekitar 50% dibandingkan kuartal sebelumnya akan mampu mengimbangi pelemahan harga jual rata-rata.

Keyakinan Investor Anjlok, Net Sell Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:08 WIB

Keyakinan Investor Anjlok, Net Sell Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor belum memiliki keyakinan kuat untuk meningkatkan eksposur risiko. Di sisi lain, investor asing terus mencetak net sell. 

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:47 WIB

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu

Arah pergerakan emas tetap sangat bergantung pada hasil berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.

Persib Bandung Mau IPO, Sepakbola Domestik Sudah Jadi Industri?
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:43 WIB

Persib Bandung Mau IPO, Sepakbola Domestik Sudah Jadi Industri?

Rencana PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia belakangan ini menyedot perhatian publik.

INDEKS BERITA

Terpopuler