Daya Beli dan Relaksasi Jadi Kunci Sukses Saham Otomotif di 2022

Senin, 03 Januari 2022 | 04:25 WIB
Daya Beli dan Relaksasi Jadi Kunci Sukses Saham Otomotif di 2022
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini, bisnis otomotif diyakini bakal kembali melaju. Analis memprediksi, perbaikan daya beli dan peluncuran produk-produk baru akan mendorong penjualan kendaraan tahun ini.

Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis memperkirakan, penjualan mobil akan mencapai 950.000 unit mobil pada tahun ini. Angka tersebut naik 15% dari penjualan mobil pada tahun 2021 lalu yang mencapai 850.000 unit. 

"Membaiknya daya beli seiring dengan harga komoditas yang tinggi serta banyaknya model baru yang diluncurkan dalam beberapa bulan terakhir ini akan menjadi faktor pendorong penjualan mobil di tahun 2022," jelas Edward. Selain itu, rasio kepemilikan mobil di Indonesia juga masih di bawah negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. 

Baca Juga: Berhasil Lampaui Target, Ini Kata Gaikindo dan APM Soal Penjualan Mobil Tahun 2021

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru 99 mobil per 1.000 penduduk. Sementara Malaysia dan Thailand masing-masing 490 dan 275 mobil per 1.000 penduduk. 

Bagi produsen mobil, Edward menilai, ini tentu akan menguntungkan. Pasalnya, biaya produksi per unit juga akan lebih rendah. Sehingga margin dari distribusi mobil meningkat. "Rencana penghapusan PPnBM untuk mobil dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih dari 80% juga akan memberikan sentimen positif ke sektor otomotif," ujar dia. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut, fasilitas penghapusan PPnBM diberikan untuk mobil rakyat dengan harga Rp 240 juta dan memiliki kapasitas mesin maksimal 1.500 cc, serta punya TKDN lebih dari 80%.

Perang segmen LMVP

Analis MNC Sekuritas Muhamad Rudy menyebut, peluang perpanjangan relaksasi PPnBM juga akan menjadi sentimen positif bagi emiten sektor otomotif. "Pemerintah telah merasakan dampak positif dari kebijakan fiskal ini, begitu pun para produsen otomotif," kata dia. 

Baca Juga: Toyota Astra Motor Berharap Pasar Otomotif Terus Membaik Tahun Ini

Rudy melihat pada tahun ini akan terjadi perang pada segmen low multi purpose vehicle (LMVP) di industri otomotif. Sejauh ini, jenis mobil ini terus mengalami peningkatan minat dari pembeli. 

Karena itu, persaingan pada segmen ini akan semakin intens. Rudy menyebutkan, beberapa produsen terus melakukan manuver untuk memperkuat posisi di pasar.

Toyota misalnya, mengenalkan Toyota New Avanza dan Veloz dengan desain baru. Tak hanya itu, Toyota juga menghadirkan berbagai fitur keamanan baru, seperti Toyota Safety Sense, 360o camera, dan full disc-brake. 

Honda pun tak mau kalah dengan menghadirkan desain baru pada unit BRV, serta fitur keamanan yang mirip dengan milik Toyota, yakni Honda Sensing. "Menurut kami, inisiatif ini merupakan bentuk strategi para produsen tersebut untuk tetap bisa bersaing sekaligus merespons pertumbuhan pangsa pasar Mitsubishi X-Pander di kelas LMPV,” jelas Rudy. 

Meski begitu, Edward menilai, emiten otomotif masih belum lepas dari risiko penyebaran kasus Covid-19. Tak hanya itu, kenaikan suku bunga acuan juga bisa jadi risiko bagi bisnis otomotif. "Kenaikan suku bunga acuan bisa membuat daya beli konsumen sedikit terganggu, karena artinya biaya cicilan akan jauh lebih tinggi," kata dia.

Baca Juga: Industri Otomotif Melaju, Prospek Bisnis Mobil Bekas Tetap Bergas pada Tahun Depan

Rudy memberi rating overweight untuk sektor otomotif. Namun, volatilitas rupiah, kenaikan inflasi, serta potensi kelangkaan chip semikonduktor akan jadi faktor risiko bagi saham sektor otomotif. 

Bagikan

Berita Terbaru

Volatilitas IHSG Menggila 3 Hari Berturut-turut, Analis: Ketidakpastian Bertumpuk
| Minggu, 28 Juni 2026 | 15:00 WIB

Volatilitas IHSG Menggila 3 Hari Berturut-turut, Analis: Ketidakpastian Bertumpuk

Rentetan pergerakan IHSG yang volatile dimulai pada 24 Juni 2026, tepat di hari pengumuman annual market classification MSCI waktu Indonesia.

Capaian 5 Bulan BBTN Masih Apik, Kenapa Sahamnya Malah Menukik?
| Minggu, 28 Juni 2026 | 12:33 WIB

Capaian 5 Bulan BBTN Masih Apik, Kenapa Sahamnya Malah Menukik?

Laba bersih BBTN melesat 23,6% hingga Mei 2026, ditopang efisiensi biaya provisi. Perpanjangan tenor KPR subsidi jadi sentimen positif.

IHSG Anjlok 4,55% Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Susut Rp 486 Triliun
| Minggu, 28 Juni 2026 | 10:38 WIB

IHSG Anjlok 4,55% Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Susut Rp 486 Triliun

IHSG jatuh 4,55% sepekan, terburuk di Asia Tenggara. Simak sektor mana saja yang babak belur dan prediksi pergerakan IHSG selanjutnya.

Pasang Proteksi agar Investasi Tak Terkuras
| Minggu, 28 Juni 2026 | 09:15 WIB

Pasang Proteksi agar Investasi Tak Terkuras

Asuransi jadi bagian penting dalam perencanaan keuangan, tapi kerap diabaikan. Simak pertimbangan memilih asuransi!

 Nasib Kripto 2026: Skenario Terburuk Bitcoin ke US$ 50.000, Seleksi Ketat Altcoin
| Minggu, 28 Juni 2026 | 08:15 WIB

Nasib Kripto 2026: Skenario Terburuk Bitcoin ke US$ 50.000, Seleksi Ketat Altcoin

Harga Bitcoin anjlok separuh dari all time high (ATH), membentuk pola rentan. Namun, ada segelintir altcoin yang mampu naik. Cek prospeknya!

Mereka yang Menanggung Beban Saat Setrum Bergiliran Padam
| Minggu, 28 Juni 2026 | 07:00 WIB

Mereka yang Menanggung Beban Saat Setrum Bergiliran Padam

Pemadaman listrik tidak hanya menimbulkan kerugian sesaat bagi pelaku usaha. Seperti apa kondisinya?

 
Cara Sampah Elektronik Mencari Jalan untuk Pulang
| Minggu, 28 Juni 2026 | 06:15 WIB

Cara Sampah Elektronik Mencari Jalan untuk Pulang

Meningkatnya volume limbah elektronik (e-waste) mendorong PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membangun ekosistem ekonomi s

Masih Rawan Tekanan
| Minggu, 28 Juni 2026 | 06:10 WIB

Masih Rawan Tekanan

Semester I-2026 segera kita lewati. Hingga tengah tahun ini, kondisi global yang memanas memberi tekanan berat bagi perekonomian. 

Menakar Pasar Kelas Kriya Segala Usia
| Minggu, 28 Juni 2026 | 06:10 WIB

Menakar Pasar Kelas Kriya Segala Usia

Masa peak season untuk pengusaha kelas kriya adalah saat liburan sekolah. Bagaimana peluangnya musim liburan tahun ini?

COO Bareksa Bongkar Cara Investasi Jangka Panjang untuk Jaga Nilai Kekayaan
| Minggu, 28 Juni 2026 | 06:00 WIB

COO Bareksa Bongkar Cara Investasi Jangka Panjang untuk Jaga Nilai Kekayaan

Putu akui pernah rugi di awal investasi. Pahami mengapa mental dan psikologi sama pentingnya dengan ilmu analisis saham.

INDEKS BERITA

Terpopuler