Daya Beli Lesu Menyeret Kualitas KPR Perbankan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan tengah menghadapi tekanan ganda. Tak hanya dibayangi perlambatan pertumbuhan pada 2025, kualitas asetnya pun mulai tergerus. Rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) KPR tercatat juga ikut membengkak.
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, outstanding KPR rumah tangga pada akhir 2025 mencapai Rp 837, 5 triliun, tumbuh 6,84% secara tahunan dari Rp 783,9 triliun pada 2024. Adapun rasio NPL KPR ada di level 3,11%, naik dari 2,61% pada 2024. Dengan begitu KPR bermasalah mencapai Rp 26,04 triliun tahun 2025. Jumlah tersebut naik dari Rp 20,46 triliun pada tahun sebelumnya.
