Daya Tawar Batubara Indonesia Masih Lemah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Status Indonesia sebagai eksportir batubara terbesar di dunia tidak serta-merta menjadikannya sebagai penentu harga di pasar global. Riset terbaru Transisi Bersih atau Financial Research Center for Clean Energy (FRCCE) menyoroti masih lemahnya daya tawar Indonesia di tengah dominasi pembeli yang terkonsentrasi di China dan India.
Dalam riset bertajuk Mengurai Anomali Underpricing Ekspor Batubara Indonesia di Tengah Dominasi Pasar Batubara, Transisi Bersih menganalisis perdagangan batubara Indonesia sepanjang 2020–2025. Hasil kajian tersebut menemukan indikasi penetapan harga di bawah nilai sebenarnya atau underpricing pada ekspor batubara Indonesia.
