Piala Dunia, Daya Tawar China dan Biaya Mahal Indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. China kembali gagal mengirim tim nasionalnya ke Piala Dunia. Kegagalan itu semakin mencolok pada 2026 ketika FIFA memperluas jumlah peserta dari 32 menjadi 48 negara. Kuota Asia bertambah, tetapi China tetap berada di luar lapangan.
Di luar lapangan, ceritanya berbalik. Produk, perusahaan, platform digital, wasit dan penonton China hadir hampir di seluruh ekosistem Piala Dunia. Pabrik di Zhejiang, Guangdong dan Shandong memproduksi bendera, suvenir, perlengkapan pendukung, serta barang yang dijual kepada penggemar. Empat perusahaan China tercatat dalam jajaran mitra dan sponsor global Piala Dunia 2026. Lenovo masuk dalam lapisan mitra utama FIFA, sedangkan Hisense dan Mengniu menggunakan turnamen untuk memperbesar visibilitas merek mereka.
