DAZN Selangkah Lagi Mengakuisisi Pemegang Hak Siar Pertandingan Liga Premier

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:03 WIB
DAZN Selangkah Lagi Mengakuisisi Pemegang Hak Siar Pertandingan Liga Premier
[ILUSTRASI. Logo penyedia layanan streaming DAZN di kantor pusatnya di Tokyo, Jepang, 21 Maret 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - LOS ANGELES. Penyedia streaming olahraga, DAZN, selangkah lagi menuntaskan akuisisi BT Sport Inggris melalui transaksi bernilai sekitar US$ 800 juta. Pengambilalihan itu akan membuka akses DAZN ke hak siar pertandingan di Liga Premier Inggris dan Liga Champions UEFA, demikian penuturan empat sumber yang mengetahui masalah tersebut ke Reuters.

Setelah melakukan negosiasi yang berlarut-larut selama musim gugur lalu, kedua pihak diperkirakan mencapai kesepakatan paling cepat bulan ini, kata sumber tersebut. Namun, masih ada kemungkinan kesepakatan tersebut gagal tercapai, tambah mereka.

Perwakilan BT dan DAZN menolak berkomentar. Begitu pula Discovery INC, yang muncul sebagai pesaing DAZN pada bulan Desember lalu, ketika pembahasan antara BT dan DAZN terhenti.

Baca Juga: Twitter Akhirnya Dapat Diakses Lagi di Nigeria, Setelah 7 Bulan DIlarang

Discovery, yang memiliki jaringan olahraga di Eropa, Eurosport, menawarkan usul pembentukan perusahaan patungan dengan BT. Tawaran itu dipertimbangkan BT, konglomerasi telekomunikasi di Inggris, sebagai alternatif penjualan BT Sport, tutur sumber lain. Sunday Telegraph Inggris pertama kali melaporkan pembicaraan pembentukan usaha patungan itu.

BT dan Discovery masih dalam diskusi tentang rencana pembentukan joint venture, kendati tawaran dari DAZN tetap dibahas, menurut dua sumber lain.

Hambatan utama dari pembentukan usaha patungan itu adalah mengamankan kesepakatan dengan pemilik hak siar, serta dengan Comcast Corp's Sky dan Virgin Media, yang mendistribusikan program BT Sport di Irlandia dan Inggris, dua sumber mengatakan kepada Reuters.

Acara olahraga siaran langsung menarik banyak penonton. Penyedia TV berbayar serta layanan streaming bersedia membayar mahal untuk mendapatkan hak siar pertandingan. 

Baca Juga: Penjualan Mobil China Tahun 2021 Naik untuk Pertama Kalinya Sejak 2017

Di Amerika Serikat (AS), National Football League menandatangani kesepakatan hak dengan CBS, NBC, Fox, ESPN, dan Amazon secara kolektif senilai US$ 100 miliar selama 11 tahun ke depan.

Penyandang dana DAZN, investor miliarder Len Blavatnik, berusaha memanfaatkan popularitas siaran pertandingan olahraga yang awaet, dengan berupaya mendapatkan hak siar melalui layanan streaming ke seluruh dunia. DAZN sekarang memiliki 11 juta pelanggan, menurut satu orang yang mengetahui masalah tersebut.

BT Sport memiliki sekitar lima juta rumah tangga yang menonton siarannya, menurut Enders Analysis.

Penjualan akan menyuntikkan uang tunai ke BT Group, induk BT Sport, untuk membangun infrastruktur fiber broadband sekaligus jaringan seluler 5G yang membutuhkan investasi bernilai besar. Kesepakatan penjualan juga akan menghapus beban pembayaran hak menyiarkan pertandingan olahraga di masa depan dari bukunya. Seperti industri telekomunikasi di AS, BT berinvestasi besar-besaran, hingga miliaran pound, untuk menyiarkan pertandingan sepakbola, demi menarik dan mempertahankan pelanggan.

Tetapi para analis mengatakan kontribusi nilai BT Sport terhadap BT Group sulit untuk ditentukan. Dan beberapa investor menolak keras risiko membayar mahal untuk mempertahankan hak siar di masa mendatang. Situasi semacam ini yang menggiring BT Group untuk mempertimbangkan penjualan, menurut seorang sumber yang dekat dengan negosiasi.

Bagi DAZN, akuisisi BT Sport akan memperluas jangkauannya di Inggris dan Irlandia. Kendati, akuisisi itu akan membebani strategi ekspansinya di tingkat dunia. 

Pada tahun 2019, tahun terakhir di mana informasi tersedia, DAZN melaporkan kerugian setelah pajak sebesar $2,15 miliar, yang dikaitkan dengan investasi berkelanjutan di platformnya dan pengenalan layanan di pasar baru di Spanyol dan Brasil. Sekitar $ 1,7 miliar dari pengeluaran adalah untuk memperoleh hak olahraga, menurut keterbukaan informasi DAZN di Inggris.

Baca Juga: Omicron Ganggu Perekonomian Global

Seperti penyiar olahraga lainnya, DAZN dirugikan oleh pandemi, yang untuk sementara menghentikan kompetisi pada musim semi 2020. Access Industries, milik Blavatnik, turun tangan untuk memberikan lebih dari US$ 1 miliar dalam bentuk pinjaman dan investasi lain untuk mendanai operasi DAZN, menurut keterbukaan informasi. Perusahaan Blavatnik juga berjanji untuk memastikan DAZN dapat memenuhi komitmen keuangannya hingga Januari, merujuk ke keterbukaan informasi.

Kesepakatan dengan BT Sport dapat mengatur panggung untuk penawaran saham publik perdana melalui bursa London. Bloomberg melaporkan tahun lalu bahwa DAZN sedang mempertimbangkan IPO untuk menggalang dana, sebuah strategi yang dikonfirmasi oleh dua orang dalam ke Reuters.

IPO juga akan membuka jalan bagi Blavatnik untuk menikmati hasil dari investasinya di layanan streaming. Tahun lalu, Blavatnik menuai investasinya senilai US$ 3,3 miliar di Warner Music Group, setelah IPO label rekaman itu di tahun 2020 menghasilkan US$ 7,5 miliar.

Bagikan

Berita Terbaru

Bentuk Task Force Demi Percepat KAPJ
| Jumat, 04 September 2026 | 05:45 WIB

Bentuk Task Force Demi Percepat KAPJ

Untuk mendukung implementasi KAPJ, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk task force bersama sejumlah lembaga.

Tenggat Perbaikan Desil Hanya Dua Minggu
| Jumat, 04 September 2026 | 05:25 WIB

Tenggat Perbaikan Desil Hanya Dua Minggu

Pemerintah tengah menyempurnakan data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mendapat perhatian luas

IHSG Mantap di Atas 6.600, Intip Prediksi Jelang Akhir Pekan Hari Ini (4/9)
| Jumat, 04 September 2026 | 04:50 WIB

IHSG Mantap di Atas 6.600, Intip Prediksi Jelang Akhir Pekan Hari Ini (4/9)

IHSG mengakumulasi kenaikan 2,24% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih turun 22,89%.​

Leasing Diversifikasi Pasar Kredit Investasi
| Jumat, 04 September 2026 | 04:45 WIB

Leasing Diversifikasi Pasar Kredit Investasi

OJK mencatat penurunan pembiayaan investasi multifinance sedalam 5,33% secara tahunan menjadi Rp 167,89 triliun hingga semester I-2026.

Kalbe Farma (KLBF) Menjaga Kesehatan Kinerja
| Jumat, 04 September 2026 | 04:20 WIB

Kalbe Farma (KLBF) Menjaga Kesehatan Kinerja

KLBF masih melihat peluang pengembangan bisnis apotek dan layanan kesehatan. Namun, perusahaan akan melakukan ekspansi secara selektif

Lonjakan Investasi Data Center dan Kebutuhan Listrik
| Jumat, 04 September 2026 | 04:05 WIB

Lonjakan Investasi Data Center dan Kebutuhan Listrik

Potensi investasi yang besar dari data center masih menghadapi sederet tantangan, salah satunya keandalan pasokan energi. 

Gugat Satgas PKH & Agrinas, Kasus HGU Anak Usaha FAPA yang Jadi Jaminan Utang di BCA
| Kamis, 03 September 2026 | 15:16 WIB

Gugat Satgas PKH & Agrinas, Kasus HGU Anak Usaha FAPA yang Jadi Jaminan Utang di BCA

Kedua sertifikat HGU Bulungan Hijau Perkasa menjadi bagian barang jaminan atas utang induk usaha (FAPA) kepada BCA senilai total Rp 2,86 triliun.

Target Kemiskinan Ekstrem Tak Lagi 0%
| Kamis, 03 September 2026 | 10:45 WIB

Target Kemiskinan Ekstrem Tak Lagi 0%

Pemerintah dan Komisi XI DPR menyepakati sasaran tingkat kemiskinan ekstrem sekitar 0% hingga 0,5% pada 2027

BUMI dan CUAN Kompak Diburu, Sama-Sama Ekspansif Namun Bakrie Lebih Agresif
| Kamis, 03 September 2026 | 08:31 WIB

BUMI dan CUAN Kompak Diburu, Sama-Sama Ekspansif Namun Bakrie Lebih Agresif

Analis menilai akumulasi asing pada BUMI dan CUAN sebagai kombinasi momentum teknikal dan katalis fundamental.

Market Cap BBRI Tembus Rp 509 Triliun, Peringkat 2 Terbesar di BEI, Salip DCII & BYAN
| Kamis, 03 September 2026 | 08:29 WIB

Market Cap BBRI Tembus Rp 509 Triliun, Peringkat 2 Terbesar di BEI, Salip DCII & BYAN

Kenaikan harga saham BBRI didorong oleh fundamental yang membaik dan mulai kembalinya minat beli investor asing.

INDEKS BERITA

Terpopuler