Berita Refleksi

Deindustrialisasi dan Gejala Dutch Disease

Oleh Ronny P Sasmita - Analis Senior Indonesia Strategic and Economics Action Institution (ISEAI)
Senin, 12 Februari 2024 | 05:00 WIB
Deindustrialisasi dan Gejala Dutch Disease

ILUSTRASI. stvgott

Reporter: Harian Kontan | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti meyakini, dutch disease adalah penyebab munculnya gejala deindustrialisasi yang dialami Indonesia. Dutch disease adalah pengabaian pemerintah pada sektor manufaktur, yang disebabkan oleh keterlenaan pada penemuan komoditas ekspor baru, seperti batubara dan minyak kelapa sawit (CPO), atau dikenal dengan istilah commodities booming.

Jadi, Amalia lebih cenderung melihat hasil akhir, ketimbang proses mengapa deindustrialisasi terjadi. Hasil akhirnya adalah penurunan kontribusi sektor manufaktur. Padahal, kinerja dutch disease tidak demikian, meskipun hasil akhirnya sama.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan

Berlangganan Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi, bisnis, dan investasi pilihan

Rp 20.000

Bayar per artikel

Hanya Rp 5.000 untuk membaca artikel ini

Rp 5.000

Berlangganan dengan Google

Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran karena Google akan mengingat metode yang sudah pernah digunakan.

Terbaru
IHSG
7.316,11
0.17%
-12,53
LQ45
989,93
0.73%
-7,32
USD/IDR
15.673
0,11
EMAS
1.138.000
0,35%
Terpopuler