Demi Cetak Laba, Menteng Heritage (HRME) Geber Ekspansi

Rabu, 03 Juli 2019 | 06:22 WIB
Demi Cetak Laba, Menteng Heritage (HRME) Geber Ekspansi
[]
Reporter: Amalia Fitri | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) memiliki misi utama untuk memperbaiki kinerja bottom line. Strateginya adalah menambah sumber pendapatan baru lewat akuisisi perusahaan lain.

Dana akuisisi berasal dari duit initial public offering (IPO) sebesar Rp 125,3 miliar pada April 2019. Sekitar Rp 62 miliar untuk membeli perusahaan pelayaran PT Global Samudra Nusantara. Tahun ini juga Menteng Heritage menargetkan kontribusi pendapatan sebesar Rp 14 miliar dari Global Samudra.

Menteng Heritage, juga mengakuisisi perusahaan hotel bernama PT Wijaya Wisesa Bakti. Mereka memanfaatkan dana IPO senilai Rp 32 miliar.

Sisa dana IPO untuk meningkatkan modal kerja anak usaha, membiayai perawatan dan meningkatkan kualitas hotel yang sudah beroperasi. Saat ini, seluruh dana IPO sudah terserap.

Oleh karena itu, Menteng Heritage membuka peluang pencarian kredit perbankan senilai Rp 166 miliar. "Apabila kami dapat membuat penghematan biaya non operasional tentu akan kami lakukan pencarian dana itu," kata Christofer Wibisono, Direktur Utama PT Menteng Heritage Realty Tbk, Selasa (2/7).

Pendanaan baru tersebut untuk membiayai proyek pada semester II 2019. Hanya saja, manajemen Menteng Heritage belum bisa membeberkan proyek yang dimaksud.

Yang pasti, hingga akhir tahun nanti Menteng Heritage membidik pendapatan sekitar Rp 100 miliar. Kalau untuk level bottom line, target perusahaan tersebut tidak muluk-muluk. Minimal, jumlah kerugian tahun ini lebih kecil ketimbang tahun lalu.

Sementara jika mengintip laporan keuangan, Menteng Heritage menanggung rugi bersih selama 2016–2018. Besaran kerugiannya berada dalam tren menurun. Mereka memproyeksi, paling cepat akan cuan pada tahun 2020.

Kalau target keuntungan terealisasi, Menteng Heritage berpeluang membagikan dividen kepada pemegang saham. Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) kemarin, manajemen perusahaan berjanji akan membagikan dividen dua tahun mendatang. "Untuk rasio pembagian dividen sebagaimana tertuang dalam kebijakan perusahaan adalah 20% dari laba bersih," ujar Christofer.

Menteng Heritage merupakan bagian dari Wijaya Wisesa Group. Mereka antara lain mengoperasikan The Hermitage yang kemudian tergabung dalam jaringan Mariott International. Perusahaan itu juga mengempit 30% saham Royal Beach Seminyak.

Bagikan

Berita Terbaru

Intip Peluang Investasi Aset Dolar di Tengah Kenaikan Bunga Acuan Fed
| Sabtu, 19 September 2026 | 07:00 WIB

Intip Peluang Investasi Aset Dolar di Tengah Kenaikan Bunga Acuan Fed

Selain untuk diversifikasi, aset offshore dapat menjadi lindung nilai risiko nilai tukar di tengah pelemahan mata uang domestik

MPX Logistics International Perluas Jasa Logistik & Perdagangan
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:30 WIB

MPX Logistics International Perluas Jasa Logistik & Perdagangan

PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) berupaya kurangi ketergantungan pada bisnis pengangkutan semen curah

Nilai Tukar Rupiah Sepekan Ini Tertekan Bunga Acuan AS
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:15 WIB

Nilai Tukar Rupiah Sepekan Ini Tertekan Bunga Acuan AS

Mengutip data Bloomberg pada Jumat (18/9), rupiah ditutup melemah 0,03% secara harian ke level Rp 17.758 per dolar AS. 

Moody's Ratings Pangkas Outlook BYAN
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:15 WIB

Moody's Ratings Pangkas Outlook BYAN

Lembaga pemeringkat utang, Moody’s Ratings memangkas outlook peringkat PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi negatif dari sebelumnya stabil. ​

Jangan Bakar Masa Depan
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:10 WIB

Jangan Bakar Masa Depan

Hutan adalah masa depan bangsa. Jangan sampai generasi mendatang mewarisi lahan yang rusak, udara penuh asap dan biaya pemulihan.

Prospek Emiten Infrastruktur Dibayangi Suku Bunga Tinggi
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:09 WIB

Prospek Emiten Infrastruktur Dibayangi Suku Bunga Tinggi

Era suku bunga tinggi berdampak besar terhadap kinerja emiten infrastruktur. Sektor ini sangat bergantung pada utang untuk operasionalnya.

Bisnis Emas Perbankan Syariah Makin Moncer
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:00 WIB

Bisnis Emas Perbankan Syariah Makin Moncer

Minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan penyimpan nilai tetap tinggi.           

Genjot Likuiditas dan Redam Tekanan Jual, Emiten Eksekusi Buyback Saham
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:00 WIB

Genjot Likuiditas dan Redam Tekanan Jual, Emiten Eksekusi Buyback Saham

erbaru, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) siap melakukan buyback saham.

Dorong Pangsa Pasar Asuransi Syariah Lewat Aksi Spinoff
| Sabtu, 19 September 2026 | 05:45 WIB

Dorong Pangsa Pasar Asuransi Syariah Lewat Aksi Spinoff

Dalam beberapa tahun terakhir, pangsa pasar asuransi syariah dari sisi aset cenderung tertahan di level 5%. 

ULTJ Bergabung dengan Frisian Flag Melalui Rights Issue Senilai Rp 14,56 Triliun
| Sabtu, 19 September 2026 | 05:45 WIB

ULTJ Bergabung dengan Frisian Flag Melalui Rights Issue Senilai Rp 14,56 Triliun

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) akan mengakuisisi PT Frisian Flag Indonesia lewat skema rights issue.​

INDEKS BERITA

Terpopuler