Berita HOME

Developer Properti Pelat Merah Ekspansif Garap Proyek Baru di Tahun Depan

Minggu, 30 Desember 2018 | 20:42 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembang properti pelat merah dan anak usaha BUMN semakin gencar menggelar ekspansi. Mereka sudah menyiapkan sejumlah agenda bisnis pada tahun depan demi mengejar pertumbuhan penjualan.

Sebanyak enam pengembang BUMN menargetkan penjualan pemasaran atau marketing sales pada tahun depan berkisar Rp 14,16 triliun hingga Rp 14,66 triliun. Untuk memenuhi target tersebut, masing-masing perusahaan sudah menyiapkan proyek anyar yang akan ditawarkan ke pasar.

Perum Perumnas, misalnya, membidik marketing sales Rp 3,5 triliun-Rp 4 triliun. Target itu terbilang agresif karena perusahaan ini memang ingin merilis beberapa proyek baru pada 2019 yang fokus menyasar segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Perumnas bakal meluncurkan proyek perumahan di Parung Panjang seluas 200 hektare (ha) dengan konsep transit oriented development (TOD) karena berlokasi di jalur kereta.

Untuk mewujudkan konsep itu, mereka akan membangun stasiun sendiri. "Meski di jalur rel, tak terlalu dekat dengan stasiun. Maka kami akan membangun stasiun baru. Surat sudah diajukan ke Kementerian Perhubungan dan PT KAI. Investasinya Rp 10 miliar-Rp 15 miliar," kata Galih Prahananto, Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas, kepada KONTAN, pekan lalu.

Selanjutnya, Perumnas akan mengembangkan perumahan di Cicalengka seluas 50 ha dan Purwakarta seluas 40 ha. Perumahan itu dekat kawasan industri.

Sementara PT Wika Realty menargetkan marketing sales Rp 4,5 triliun. Untuk mencapai target itu, mereka siap meluncurkan lima proyek baru. Dua proyek akan dirilis di Manado, kemudian satu proyek masing-masing di Bandung, Makassar dan Jakarta. "Proyek baru itu akan dirilis pada semester II 2019, setelah kami selesai menggelar IPO," ungkap Suyamat, Direktur Operasi dan Properti Wika Realty.

Proyek pertama yang akan dikembangkan di Manado seluas 200 ha dan menjadi kawasan berskala kota. Di kota yang sama, mereka juga memiliki lahan 70 ha yang akan dibangun perumahan.

Wika Realty juga bersiap mengembangkan kawasan seluas 20 ha di Bandung. Di sana mereka akan membangun hotel, apartemen, convention center, sekolah dan lain-lain senilai Rp 8 triliun. Tahap awal akan dirilis dua tower apartemen 600 unit.

Anak usaha Wijaya Karya Tbk itu juga menyiapkan proyek kawasan industri plus hunian di Paranglo, Makassar, seluas 80 an ha. Terakhir, proyek mixed use di MT Haryono di lahan 6 ha yang akan mengusung konsep TOD.

Adapun PT PP Properti Tbk (PPRO) menargetkan marketing sales tumbuh 10% dari target tahun ini Rp 3,8 triliun. Artinya, perusahaan itu membidik penjualan pemasaran Rp 4,18 triliun. Sementara saudaranya yang fokus menggarap hunian murah, yakni PT PP Urban, hanya membidik marketing sales Rp 352 miliar pada tahun depan.

Sedangkan PT Waskita Karya Realty (WKR) memasang target Rp 1 triliun, naik dari target tahun ini Rp 850 miliar. Selain melanjutkan pengembangan proyek existing, WKR akan meluncurkan sejumlah proyek baru.

Tahun depan, PT Jasa Marga Properti (JMP) membidik penjualan pemasaran tumbuh 20% dari target tahun ini Rp 525 miliar. JMP mengemban misi pengembangan kawasan sekitar jalan tol sang induk. 

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor:

IHSG
6.231,47
0.21%
-13,00
LQ45
980,77
0.21%
-2,03
USD/IDR
14.085
-0,10
EMAS
756.000
0,53%

Baca juga