Dharma Polimetal (DRMA) Lirik Peluang Ekspor Komponen

Rabu, 16 April 2025 | 05:30 WIB
Dharma Polimetal (DRMA) Lirik Peluang Ekspor Komponen
[ILUSTRASI. Pabrik komponen perkabelan otomotif PT Dharma Kyungshin Indonesia, anak usaha PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) di Cirebon, Jawa Barat (14/5/2024). KONTAN/Carolus Agus Waluyo]
Reporter: Leni Wandira | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi banjirnya produk impor komponen otomotif murah dari China dan negara lain di kawasan Asia ke Indonesia.

Sebelumnya, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) menyoroti potensi membanjirnya produk komponen otomotif murah dari China ke pasar Indonesia akibat tarif tinggi yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump memicu pergeseran arus barang global.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Industri Maritim Khawatirkan Dampak B50
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:43 WIB

Industri Maritim Khawatirkan Dampak B50

Tingkat keberhasilan uji coba mencapai 80%–90% dan memenuhi standar teknis kendaraan. B50 aman untuk mobil, truk, hingga bus.

Jangan Jadi Penonton Realisasi Investasi
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:38 WIB

Jangan Jadi Penonton Realisasi Investasi

Kehadiran proyek strategis nasional di wilayah Timur Indonesia ini harus memberikan dampak langsung bagi perputaran roda ekonomi daerah.

Mitigasi Komprehensif Gangguan Rantai Pasok
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:31 WIB

Mitigasi Komprehensif Gangguan Rantai Pasok

Penutupan kembali Selat Hormuz mengerek biaya transportasi hingga produksi, sehingga pemerintah harus segera melakukan antisipasi

Bankir Mengklaim Belum Menaikkan Bunga Kredit
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:30 WIB

Bankir Mengklaim Belum Menaikkan Bunga Kredit

Sejumlah bank mengklaim belum menaikkan bunga kredit meski BI rate naik 1% sejak Mei 2025, karena persaingan penyaluran kredit masih ketat.  ​

Mencermati Peluang Cuan di Obligasi Negara FR
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:30 WIB

Mencermati Peluang Cuan di Obligasi Negara FR

Di tengah pasar yang bergejolak, Obligasi Negara FR bisa jadi pilihan. Analis merekomendasi tenor pendek dan menengah. 

Pergerakan Rupiah Pekan Ini Menanti Keputusan RDG BI
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:15 WIB

Pergerakan Rupiah Pekan Ini Menanti Keputusan RDG BI

Sentimen eksternal seperti geopolitik Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan rupiah pada pekan ini. 

Investor Masih Tunggu Arah Suku Bunga, IHSG Senin (20/7) Berpeluang Menguat Terbatas
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:04 WIB

Investor Masih Tunggu Arah Suku Bunga, IHSG Senin (20/7) Berpeluang Menguat Terbatas

Laju kenaikan IHSG cenderung terbatas. Investor akan mencermati musim laporan keuangan emiten dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Pasar Saham Kembali Dibayangi Penutupan Selat Hormuz
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:01 WIB

Pasar Saham Kembali Dibayangi Penutupan Selat Hormuz

Sentimen ini tetap dapat meningkatkan kekhawatiran investor asing terhadap kondisi fiskal dan memperbesar persepsi risiko pada aset berisiko

Tambahan Spektrum Topang Kinerja Emiten Telekomunikasi
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:00 WIB

Tambahan Spektrum Topang Kinerja Emiten Telekomunikasi

Tambahan spektrum dari hasil lelang terbaru berdampak ke bisnis emiten telekomunikasi untuk jangka menengah hingga panjang 

Dana Asing Masuk ke SBN dan Saham, Pasar Keuangan Masih Cermati Arah Bunga Acuan
| Senin, 20 Juli 2026 | 05:31 WIB

Dana Asing Masuk ke SBN dan Saham, Pasar Keuangan Masih Cermati Arah Bunga Acuan

Mulai masuknya dana asing dinilai belum mengonfirmasi pasar keuangan domestik benar-benar telah pulih.

INDEKS BERITA

Terpopuler