Di Balik Kematian Dokter Internship

Selasa, 12 Mei 2026 | 05:11 WIB
Di Balik Kematian Dokter Internship
[ILUSTRASI. Ilustrasi Kesehatan (Freepik/Freepik)]
Iqbal Mochtar | Ketua Kluster Kedokteran dan Kesehatan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional; Pengurus PB IDI dan PP IAKMI

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Empat dokter internship meninggal dalam dua bulan terakhir. Penyebabnya mungkin berbeda, tetapi pesan yang muncul seharusnya sama: ini bukan sekadar rangkaian kejadian acak. Ini sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam sistem. Kematian tenaga kesehatan dalam masa pemegangan, dalam standar sistem kesehatan yang matang, bukan hanya berita duka. Ia dikategorikan sebagai sentinel event -- kejadian yang langka, tidak dapat diterima, dan menuntut respons struktural segera. Karena yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan dokter muda, tetapi juga mutu pelayanan dan kredibilitas sistem kesehatan itu sendiri.

Masalahnya tidak sederhana. Di atas kertas, program internship dirancang sebagai jembatan antara fase pendidikan dan praktik mandiri. Ia seharusnya menjadi ruang belajar dengan supervisi yang kuat, tempat dokter muda mengasah keterampilan klinis dengan aman. Namun dalam praktik, fungsi ini sering bergeser. Internship kerap menjadi penyangga sistem pelayanan yang kekurangan tenaga. Di titik ini, muncul masalah mendasar: dokter muda ditempatkan dalam posisi yang ambigu. Mereka memikul tanggung jawab klinis nyata, tetapi tidak sepenuhnya dilindungi sebagai tenaga kerja, dan tidak selalu dibimbing secara optimal sebagai peserta didik. Zona abu-abu ini bukan hanya membingungkan, tetapi juga berbahaya. Jika mereka dianggap peserta didik, maka supervisi harus ketat. Jika mereka dianggap tenaga kerja, maka perlindungan harus jelas. Sayangnya, dua-duanya tak ada. Tanpa kejelasan, sistem kehilangan pijakan dan akuntabilitas menjadi kabur.

Baca Juga: Anomali Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, FDI dari China Naik dan PMI Manufaktur Melemah

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia
| Rabu, 13 Mei 2026 | 11:00 WIB

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia

Valuasi MAPI masih menarik, saat ini diperdagangkan pada price earnings ratio (PER) sekitar 9,88 kali dan price to book value (PBV) 1,69 kali.

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:19 WIB

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten

Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per April 2026 belum menjadi katalis positif emiten konsumer.

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:11 WIB

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)

PT Rama Indonesia telah menyelesaikan transaksi pengambilalihan saham mayoritas PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). 

Medela Potentia (MDLA) Sebar Dividen Rp 176,56 Miliar
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:07 WIB

Medela Potentia (MDLA) Sebar Dividen Rp 176,56 Miliar

Besaran nilai dividen tersebut mencerminkan peningkatan rasio pembayaran dividen menjadi 45% dari laba bersih emiten farmasi itu di tahun 2025.

Agar Kinerja Bisa Lebih Seksi, Telkom (TLKM) Menggenjot Efisiensi
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:01 WIB

Agar Kinerja Bisa Lebih Seksi, Telkom (TLKM) Menggenjot Efisiensi

Saat ini, TLKM sedang melakukan streamlining alias perampingan sebagai strategi penataan portofolio non-core. ​

MIKA Masih Tangguh di Tengah Pelemahan Rupiah, Ini Penopangnya
| Rabu, 13 Mei 2026 | 09:00 WIB

MIKA Masih Tangguh di Tengah Pelemahan Rupiah, Ini Penopangnya

MIKA dinilai memiliki kemampuan cost pass-through yang cukup baik, khususnya pada segmen non-BPJS dan layanan premium.

Ruang BI Rate untuk Naik, Kian Terbuka
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:31 WIB

Ruang BI Rate untuk Naik, Kian Terbuka

Bank Indonesia diuji berat! Pelemahan rupiah 4,5% dan minyak US$100+ picu spekulasi kenaikan suku bunga hingga 50 bps.

RATU Perluas Portofolio Gas, Intip Potensi dan Risikonya
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:30 WIB

RATU Perluas Portofolio Gas, Intip Potensi dan Risikonya

Akuisisi tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan dan EBITDA RATU secara bertahap mulai tahun ini.

Emiten Kawasan Industri Mulai Bangkit, Cek Rekomendasi Saham Analis
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:01 WIB

Emiten Kawasan Industri Mulai Bangkit, Cek Rekomendasi Saham Analis

Sektor properti industri mulai pulih, didorong data center. Namun, ada emiten yang kinerjanya justru turun. Cek detailnya!

Melihat Rebound Saham-Saham Komoditas Energi Pekan Ini
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:00 WIB

Melihat Rebound Saham-Saham Komoditas Energi Pekan Ini

Strategi terbaik dan aman yang bisa dilakoni pekan ini adalah melakukan akumulasi secara bertahap dibandingkan averaging down secara agresif.

INDEKS BERITA