Di Balik Divestasi BBYB, Kini Muncul Rumor Masuknya MUFG & Backdoor Listing Superbank

Senin, 25 November 2024 | 13:32 WIB
Di Balik Divestasi BBYB, Kini Muncul Rumor Masuknya MUFG & Backdoor Listing Superbank
[ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank Neo Commerce (BNC)?di Jakarta, Kamis (4/1/2024). BNC menargetkan penyaluran kredit tumbuh 20%-25% pada 2024.?Setelah tiga tahun bertransformasi, salah satu penyelenggara bank digital ini optimis dapat menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik ke depannya. (KONTAN/Baihaki)]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono triatmojo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana divestasi saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) oleh PT Akulaku Silvrr Indonesia dan Rockcore Financial Technology (Akulaku Group), menimbulkan ragam spekulasi di masyarakat investor. Mulai dari rumor tawaran penjualan saham BBYB oleh Akulaku kepada taipan Prajogo Pangestu, hingga masuknya raksasa bisnis finansial asal Negeri Samurai, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).

Terkait rumor tawaran Akukalu kepada Prajogo, hal ini telah dikonfirmasi dan dibantah oleh Agus Salim Pangestu, putra pertama Prajogo yang juga menjabat Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk (BRPT). "Rasanya tidak ya," tutur Agus menjawab ada atau tidaknya tawaran untuk membeli saham divestasi BBYB dari Akulaku, kepada KONTAN, Jumat (22/11).

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Muram di Bursa Menjelang Akhir Pekan, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 21 Februari 2025 | 05:57 WIB

Muram di Bursa Menjelang Akhir Pekan, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih alias net sell sebesar Rp 787,7 miliar kemarin, Kamis (20/2). 

Premi Dinilai Mahal, Asuransi Kredit Fintech Sepi Peminat
| Jumat, 21 Februari 2025 | 05:30 WIB

Premi Dinilai Mahal, Asuransi Kredit Fintech Sepi Peminat

OJK mendorong penggunaan asuransi kredit di industri fintech lending, namun dengan risiko yang tinggi, upaya ini dinilai tak mudah diwujudkan.  

Kabur Aja Dulu dan Keringat Pekerja Migran
| Jumat, 21 Februari 2025 | 05:08 WIB

Kabur Aja Dulu dan Keringat Pekerja Migran

Bank Indonesia dan perbankan nasional perlu memperbanyak skema atau insentif terkait dengan buruh migran Indonesia.

BBRI dan BRMS Paling Ramai Ditransaksikan Saat IHSG Turun
| Jumat, 21 Februari 2025 | 04:55 WIB

BBRI dan BRMS Paling Ramai Ditransaksikan Saat IHSG Turun

IHSG melemah 0,10% atau 6,83 poin ke 6.788,04 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/2).

Medikaloka Hermina (HEAL) Ekspansi Rumah Sakit Baru
| Jumat, 21 Februari 2025 | 04:25 WIB

Medikaloka Hermina (HEAL) Ekspansi Rumah Sakit Baru

HEAL akan membuka dua rumah sakit baru pada tahun ini dengan belanja modal yang disiapkan sebesar Rp 1,5 triliun.

Strategi Perbankan Menyingkirkan Kredit Macet
| Jumat, 21 Februari 2025 | 04:00 WIB

Strategi Perbankan Menyingkirkan Kredit Macet

BTN memiliki beberapa kredit macet di masa lalu. Adapun, aset macet milik BTN paling banyak berasal dari kredit sektor konstruksi

TOBA Bakal Melepas Dua Aset PLTU, Berikut ini Kontribusinya Bagi Total Pendapatan
| Kamis, 20 Februari 2025 | 18:24 WIB

TOBA Bakal Melepas Dua Aset PLTU, Berikut ini Kontribusinya Bagi Total Pendapatan

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menargetkan divestasi dua aset PLTU, yakni PLTU Sulawesi Bagian Utara (Sulbagut-1) 2x50 MW & PLTU Sulut-3 2x50 MW.

Sederet Investor Asing ini Diam-Diam Cuil Saham AMRT Saat Harganya Tersungkur
| Kamis, 20 Februari 2025 | 15:47 WIB

Sederet Investor Asing ini Diam-Diam Cuil Saham AMRT Saat Harganya Tersungkur

Harga emiten ritel modern yang menaungi merek Alfamart, Alfamidi, Lawson, dan DAN+DAN ini sedang berada dalam fase downtrend.

Pefindo Sematkan Peringkat idAA- pada MEGA, Simak Rincian Kondisi Keuangannya
| Kamis, 20 Februari 2025 | 15:24 WIB

Pefindo Sematkan Peringkat idAA- pada MEGA, Simak Rincian Kondisi Keuangannya

Di tahun 2023 misalnya, segmen korporasi menyumbang Rp 45,21 triliun atau setara 68% dari total kredit PT Bank Mega Tbk (MEGA).

Bunga Belum Turun, Penyaluran Kredit Bank Tumbuh Di Bawah Target
| Kamis, 20 Februari 2025 | 12:53 WIB

Bunga Belum Turun, Penyaluran Kredit Bank Tumbuh Di Bawah Target

BI mencatat, pertumbuhan kredit di Januari 2025 sebesar 10,27% secara tahunan. Realisasi ini lebih rendah dari target kredit BI sebesar 11%-13%.

INDEKS BERITA

Terpopuler