Dilema Kelompok Menengah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data-data ekonomi Indonesia termutakhir agak kurang menggembirakan. Bahkan, bisa menjadi alarm bagi pemerintahan Jokowi yang tinggal hitungan hari. Mulai dari indeks manufaktur yang merosot dari level ekspansi ke kontraksi, deflasi tiga bulan berturut. Hingga ujungnya terkonfirmasi ke pertumbuhan ekonomi kuartal II 2024 yang melambat.
Data lain yang patut menjadi perhatian adalah kelas menengah Indonesia yang jumlahnya menyusut. Padahal kelas menengah ini adalah tulang punggung, penggerak dan pemompa ekonomi kita. Mengacu data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Tim Ekonomi Bank Mandiri (BMRI), porsi jumlah kelas menengah Indonesia pada 2023 mencapai 17,44% dari total populasi. Porsi ini turun 4% poin dibandingkan pra pandemi Covid-19, yang tercatat 21,45%.
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Business Insight
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan