Diplomasi Non Blok

Jumat, 08 April 2022 | 08:05 WIB
Diplomasi Non Blok
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Isu konflik antara Rusia dan Ukraina atau invasi Rusia ke Ukraina mulai bergeser dari isu memanasnya geo politik dan keamanan ke isu perang ekonomi.

Ukraina dengan dukungan dari negara-negara Barat dan Amerika Serikat mulai mengobarkan perang ekonomi dengan menghambat akses ekonomi Rusia agar segera menghentikan perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melalui akun Instagramnya mengkampanyekan bahayanya membayar minyak bumi Rusia atau pembelian minyak bumi Rusia menggunakan mata uang Rubel.

Ia menyebut dana hasil penjualan minyak mentah dan gas bumi akan Rusia digunakan untuk membiayai perang dan menyulut bencana kemanusiaan di Ukraina.

Gayung bersambut, Amerika Serikat juga terus menggaungkan ancaman-ancaman bagi negara negara lain yang tidak ikut menghukum rusia. Seperti yang dilakukan Amerika Serikat kepada Indonesia.

Amerika mengancam Presiden Joe Biden urung datang ke Bali pada November 2022 mendatang untuk menghadiri pertemuan G20.

Ancaman serupa diserukan oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen yang lantang meminta Indonesia sebagai Presidensi G20 memecat keanggotaan Rusia dari G20. Kalau permintaan Amerika tidak dikabulkan, mereka mengancam memboikot pertemuan.

Kalau ancaman Amerika Serikat ini diikuti oleh sekutu Barat yang lain di forum G20 seperti Australia, Uni Eropa, Kanada, Jerman, Inggris, Prancis, Jepang, Italia, Korea Selatan, dan Arab Saudi, maka praktis kurang dari separuh anggota G20 yang akan hadir di Pertemuan G20.

Upaya diplomasi Amerika dengan ancaman seperti ini tentu bukan hal yang asing bagi negara adikuasa itu. Selama beda kepentingan dengan mereka tentu semua yang berseberangan akan dianggap salah.

Padahal semua tahu bahwa serangan Amerika Serikat yang menjadikan Irak sebagai negara gagal, Afghanistan, Suriah dan banyak lagi di tempat lain semestinya mendapat perlakuan sama dengan invasi Rusia kepada Ukraina.

Indonesia harus secara tegas melawan ancaman Amerika Serikat dan Barat yang ingin membawa forum ekonomi G20 ke ranah politik. Sikap non blok Indonesia sudah jelas digariskan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Kalau perlu Indonesia bisa menunda rencana pembelian pesawat tempur, kapal perang dan persenjataan lain dari negara-negara Barat yang bersikeras memaksa Indonesia untuk bergeser dari zona non blok. 

Bagikan

Berita Terbaru

Kemkeu Pastikan Tak Pangkas Independensi OJK
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:37 WIB

Kemkeu Pastikan Tak Pangkas Independensi OJK

Menturut Kemkeu, PMK Nomor 27 Tahun 2026 diterbitkan untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan anggaran OJK

Sebanyak 138 Kloter Haji Terbang ke Arab Saudi
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:08 WIB

Sebanyak 138 Kloter Haji Terbang ke Arab Saudi

Sebanyak 132 kloter dengan 52.343 jemaah di antaranya, telah tiba di Madinah dan secara bertahap    

Fiskal Makin Terjepit Kurs dan Harga Minyak
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:59 WIB

Fiskal Makin Terjepit Kurs dan Harga Minyak

Fluktuasi harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah, memberi kontribusi terhadap defisit anggaran

Tips Investasi Ala Direktur Sucor AM Dimas Yusuf: Ada Peluang di Balik Koreksi
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:56 WIB

Tips Investasi Ala Direktur Sucor AM Dimas Yusuf: Ada Peluang di Balik Koreksi

Pasar modal sedang terkoreksi? Direktur Sucor AM melihat ini sebagai peluang emas. Simak strateginya

Bayar Pajak dan Lapor SPT Badan Lebih Longgar
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:44 WIB

Bayar Pajak dan Lapor SPT Badan Lebih Longgar

Tak hanya pelaporan SPT, Ditjen Pajak juga relaksasi pembayaran pajak badan hingga 31 Mei           

Tertekan dari Berbagai Penjuru, Rupiah Tertinggal dari Valuta Asia Lain
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:34 WIB

Tertekan dari Berbagai Penjuru, Rupiah Tertinggal dari Valuta Asia Lain

Rupiah terus anjlok, bukan hanya karena gejolak global. Ada masalah struktural di balik kejatuhan terdalam di Asia. 

Nasib Bitcoin Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Harus Apa?
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:29 WIB

Nasib Bitcoin Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Harus Apa?

 Suku bunga The Fed yang tinggi tingkatkan opportunity cost. Pelajari risiko dan mitigasinya sebelum berinvestasi.

Lingkaran Setan
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:10 WIB

Lingkaran Setan

Stabilisasi pasar keuangan bergantung kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas fiskal dan memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi domestik.

Hobi Dahulu, Cuan Kemudian
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 05:05 WIB

Hobi Dahulu, Cuan Kemudian

Tren mengoleksi kartu Pokemon kembali memanas saat ini setelah pecahnya rekor harga penjualan tertinggi.

Kiat Dimas Yusuf: Sejarah Jadi Senjata Berinvestasi Hingga Menyetir Hilangkan Stres
| Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:30 WIB

Kiat Dimas Yusuf: Sejarah Jadi Senjata Berinvestasi Hingga Menyetir Hilangkan Stres

Direktur Sucor Asset Management Dimas Yusuf bocorkan strategi investasi uniknya. Ternyata, pelajaran sejarah jadi penentu keuntungan.

INDEKS BERITA

Terpopuler