Direksi Terkena OTT, PTPN III: Kami Akan Selalu Kooperatif dan Mendukung KPK

Rabu, 04 September 2019 | 11:40 WIB
Direksi Terkena OTT, PTPN III: Kami Akan Selalu Kooperatif dan Mendukung KPK
[ILUSTRASI. Segel KPK]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) memberikan pernyataan resmi terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap petinggi PTPN III. OTT tersebut terkait dengan dugaan kasus suap distribusi gula yang melibatkan direksi PTPN III.

Sekretaris Perusahaan PTPN III, Irwan Perangin Angin menyatakan, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. PTPN III, lanjut Irwan, siap bekerjasama dengan KPK.

Kata Irwan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selalu berupaya menjunjung tinggi integritas dan menjalankan tata kelola Perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Baca Juga: KPK OTT di Jakarta, kali ini terkait distribusi gula

"Manajemen PTPN III akan kooperatif dan mendukung KPK dalam menuntaskan perkara tersebut, tentunya dengan menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah," ungkap Irwan, Rabu (4/9).

Baca Juga: Kementerian BUMN Hormati Proses Hukum PTPN III Oleh KPK

Manajemen PTPN III menjamin proses penegakan hukum oleh KPK, tidak menganggu operasional dan program kerja di lingkup Perkebunan Nusantara Group ini.

Bagikan

Berita Terbaru

Ganjalan Produk Sawit Masuk Eropa
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21 WIB

Ganjalan Produk Sawit Masuk Eropa

Uni Eropa sebelumnya menunda penerapan kebijakan tersebut selama dua tahun setelah mendapat penolakan dari Brasil, Indonesia dan (AS

S&P Pertahankan Rating, Net Sell Asing Tetap Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:20 WIB

S&P Pertahankan Rating, Net Sell Asing Tetap Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor asing membutuhkan konfirmasi tambahan: stabilitas nilai tukar rupiah, perbaikan arus dana asing dan kepastian arah kebijakan ekonomi.

Harga Emas Menanti Arah Kebijakan Bunga Amerika
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:15 WIB

Harga Emas Menanti Arah Kebijakan Bunga Amerika

Harga emas kembali bergerak di atas US$ 4.000 per ons troi setelah sempat turun ke kisaran US$ 3.993 per ons troi pada Selasa (14/7). 

Danantara Menetapkan  8 Mitra PSEL Tahap Kedua
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:13 WIB

Danantara Menetapkan 8 Mitra PSEL Tahap Kedua

Tercatat, sebanyak 68 aplikasi masuk dari 85 penyedia yang telah terseleksi untuk mengisi kuota proyek.

Target Produksi Emas Freeport Menyusut
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:10 WIB

Target Produksi Emas Freeport Menyusut

Berdasarkan catatan KONTAN, sebelumnya PTFI menargetkan produksi emas mencapai 830.000 ounces atau sekitar 26 ton.

Hitung Ulang Kebutuhan Nikel untuk Smelter
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:02 WIB

Hitung Ulang Kebutuhan Nikel untuk Smelter

Impor bijih nikel Indonesia tahun ini diperkirakan 25 juta ton, mayoritas dari Filipina untuk memenuhi kebutuhan smelter

Kenaikan Produksi Menjadi Katalis Merdeka Copper Gold (MDKA)
| Rabu, 15 Juli 2026 | 06:00 WIB

Kenaikan Produksi Menjadi Katalis Merdeka Copper Gold (MDKA)

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terangkat proyek emas Pani dan harga jual rata-rata yang masih relatif tinggi

Kompak Proyeksi Ekonomi di Kisaran 5%
| Rabu, 15 Juli 2026 | 05:50 WIB

Kompak Proyeksi Ekonomi di Kisaran 5%

Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan rata-rata mencapai 4,9% per tahun selama periode 2027-2029        

Kredit Macet Multifinance Makin Gendut
| Rabu, 15 Juli 2026 | 05:35 WIB

Kredit Macet Multifinance Makin Gendut

NPF multifinance terparkir di angka 3,06% pada Mei 2026, alias menjadi yang tertinggi sejak Februari 2022.

Tax Buoyancy Cetak Rekor Tertinggi Dalam Sejarah
| Rabu, 15 Juli 2026 | 05:30 WIB

Tax Buoyancy Cetak Rekor Tertinggi Dalam Sejarah

Tax buoyancy melonjak, pengusaha ingatkan keseimbangan penerimaan dan investasi​.                      

INDEKS BERITA

Terpopuler