Dirut Sarana Meditama (SAME) Mundur, Corsec RS Omni Hospitals Juga Dicopot

Selasa, 21 April 2020 | 14:51 WIB
Dirut Sarana Meditama (SAME) Mundur, Corsec RS Omni Hospitals Juga Dicopot
[ILUSTRASI. Seorang pelari melintas di depan rumah sakit (RS) Omni Hospitals. DOK/Omni Hospitals]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belum genap setahun menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) Num Tanthuwanit memutuskan mundur dari jabatannya.

Pengunduran ini berbarengan dengan pencopotan Yudha Kusuma Dewangga sebagai corporate cecretary di emiten pengelola rumahsakit (RS) Omni Hospitals tersebut.

Surina, Direktur PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk dalam keterbukaan informasi Selasa (21/4) menyebut, surat pengunduran diri Num Tanthuwanit telah diterima perseroan pada 20 April 2020.
 
Mundurnya Num Tanthuwanit dari jabatan dirut dilayangkan lewat sepucuk surat yang ditujukan ke Budi Hadijaja, Presiden Komisaris PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk.

Baca Juga: Pendapatan Emiten Rumahsakit ini ditaksir Bisa Mencapai Rp 1,2 Triliun

Num Tanthuwanit tidak menyebutkan alasan pengunduran dirinya.

Yang jelas, dalam surat tersebut ia menyampaikan pengunduran diri itu efektif mulai 20 Mei 2020.

Mundurnya Num Tanthuwanit dari jabatan dirut berbarengan dengan pencopotan Yudha Kusuma Dewangga sebagai corporate secretary.

Mulai 20 April 2020 jabatan corporate secretary di SAME dirangkap oleh Hassan Themas.

Sejak 2012 silam hingga sekarang, Hassan Themas merupakan direktur di SAME.

Sebelumnya ia berkarier di PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk sebagai direktur.

Sementara Num Tanthuwanit sendiri sudah mengabdi sebagai direktur SAME sejak 28 Juni 2019.

Merujuk situs resmi Omni Hospital, ia berpengalaman lebih dari 22 tahun di industri kesehatan di Australia dan Thailand.

Bagikan

Berita Terbaru

Emas Bikin Bank Syariah Makin Cuan
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:23 WIB

Emas Bikin Bank Syariah Makin Cuan

​Di tengah fluktuasi harga, permintaan emas di bank syariah justru melonjak dan jadi motor pertumbuhan bisnis.

Efek MSCI, Saham Bank Masih Berpotensi Tertekan Jangka Pendek
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:19 WIB

Efek MSCI, Saham Bank Masih Berpotensi Tertekan Jangka Pendek

​Saham bank jumbo tertekan meski tak tersingkir dari MSCI, terseret arus keluar asing dan sentimen rupiah.

Strategi Investasi Alvin Pattisahusiwa: Adaptif dan Tenang Hadapi Krisis
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:14 WIB

Strategi Investasi Alvin Pattisahusiwa: Adaptif dan Tenang Hadapi Krisis

Krisis moneter hingga pandemi bukan halangan. Alvin Pattisahusiwa berbagi cara adaptasi dan jaga dana. Simak tipsnya

Berawal dari Kecintaan pada UKM
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:00 WIB

Berawal dari Kecintaan pada UKM

Perjalanan Sonny Christian Joseph sebagai bankir yang menjelajahi segmen UKM hingga digital         

Siapkan Ekspansi, NTBK Galang Pendanaan Modal Rp 500 Miliar
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:50 WIB

Siapkan Ekspansi, NTBK Galang Pendanaan Modal Rp 500 Miliar

NTBK putuskan ekspansi di tengah tekanan rupiah mengincar pasar truk listrik dan ekspor komoditas. Cek rencana bisnisnya

Karier Alvin Pattisahusiwa, dari By Accident & Survival Mode, Kelola Triliunan Rupiah
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:49 WIB

Karier Alvin Pattisahusiwa, dari By Accident & Survival Mode, Kelola Triliunan Rupiah

Krisis moneter 1998 memaksa banyak orang mundur, tapi Alvin Pattisahusiwa bertahan. Pelajari strategi bertahan dan bangkitnya.

PNBP Bakal Tertekan Penundaan Royalti
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:42 WIB

PNBP Bakal Tertekan Penundaan Royalti

Potensi tambahan penerimaan negara dari kebijakan royalti mencapai Rp 200 triliun                   

Persepsi Risko Meningkat, Kepercayaan Ambruk, Rupiah Terus Mencetak Rekor Terburuk
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:42 WIB

Persepsi Risko Meningkat, Kepercayaan Ambruk, Rupiah Terus Mencetak Rekor Terburuk

Rupiah tembus Rp 17.597 per dolar AS. Imbal hasil dolar menggiurkan, waspadai risiko kerugian aset domestik Anda sekarang.

Ongkos Jaga Rupiah Kian Berat
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:26 WIB

Ongkos Jaga Rupiah Kian Berat

Ekonom menilai faktor yang menekan nilai tukar rupiah semakin kompleks                              

Beban Berlapis Industri
| Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:00 WIB

Beban Berlapis Industri

Pelemahan rupiah yang tengah terjadi menggambarkan rapuhnya struktur industri nasional yang ketergantungan bahan baku impor.

INDEKS BERITA

Terpopuler