Disokong Bisnis Distribusi dan Ritel, Tahun Ini MPMX Bidik Pertumbuhan Bisnis 15%

Selasa, 19 April 2022 | 05:10 WIB
Disokong Bisnis Distribusi dan Ritel, Tahun Ini MPMX Bidik Pertumbuhan Bisnis 15%
[ILUSTRASI. Distribusi dan penjualan sepeda motor Honda oleh anak usaha PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).]
Reporter: Dimas Andi | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) siap melanjutkan pertumbuhan kinerja bisnis pada tahun ini. Emiten yang bergerak di bidang penjualan, distribusi dan penyewaan kendaraan itu meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 15,47% year-on-year (yoy) menjadi Rp 12,91 triliun pada tahun 2021. Di saat yang sama, laba bersih MPMX meningkat 247,95% (yoy) menjadi Rp 411,74 miliar.

Tahun ini, manajemen MPMX menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10%-15% dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2021. Mengacu proyeksi itu, Mitra Pinasthika berpotensi meraup pendapatan berkisar Rp 14,20 triliun hingga Rp 14,85 triliun di sepanjang 2022.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Rapor Reksadana Offshore Terangkat Saham Bertema AI
| Selasa, 14 Juli 2026 | 06:00 WIB

Rapor Reksadana Offshore Terangkat Saham Bertema AI

Return reksadana saham offshore berdenominasi dolar AS disokong pertumbuhan kinerja saham-saham teknologi global.

Pembenahan Tata Kelola Data Melalui RUU Satu Data
| Selasa, 14 Juli 2026 | 05:35 WIB

Pembenahan Tata Kelola Data Melalui RUU Satu Data

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia terus bergulir di Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Puluhan Pulau Terancam Tenggelam
| Selasa, 14 Juli 2026 | 05:30 WIB

Puluhan Pulau Terancam Tenggelam

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyiapkan tiga langkah mitigasi penyelamatan pesisir.

Industri Manufaktur Masih Dibayangi Pelemahan Permintaan
| Selasa, 14 Juli 2026 | 05:20 WIB

Industri Manufaktur Masih Dibayangi Pelemahan Permintaan

Dunia usaha memasuki paruh kedua tahun ini dengan sikap cautious optimism atau optimistis secara hati-hati.

Kondisi Likuiditas Pos Indonesia Menuai Sorotan
| Selasa, 14 Juli 2026 | 05:10 WIB

Kondisi Likuiditas Pos Indonesia Menuai Sorotan

Pos Indonesia menunda pembayaran kewajiban imbal hasil dari Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C ke-6.

S&P Global Ratings Pertahankan Peringkat Kredit RI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 14 Juli 2026 | 05:05 WIB

S&P Global Ratings Pertahankan Peringkat Kredit RI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Simak rekomendasi saham hari ini di tengah sentimen S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB dengan outlook stabil.

IHSG Tembus 6.000, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (14/7)
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:50 WIB

IHSG Tembus 6.000, Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (14/7)

IHSG mengakumulasi kenaikan 2,06% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 30,17%.

Industri LKM Sulit Dapatkan Analisis Kredit Memadai
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:35 WIB

Industri LKM Sulit Dapatkan Analisis Kredit Memadai

Pelaku industri LKM memiliki kewajiban untuk melakukan analisis atas kelayakan penyaluran pembiayaan. 

Hartadinata Abadi (HRTA) Incar Pendapatan Rp 70 Triliun
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:20 WIB

Hartadinata Abadi (HRTA) Incar Pendapatan Rp 70 Triliun

HRTA optimistis dapat meraih target pendapatan Rp 70 triliun serta laba bersih di kisaran Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun.

Kontraktor Tergerus Koreksi Rupiah
| Selasa, 14 Juli 2026 | 04:15 WIB

Kontraktor Tergerus Koreksi Rupiah

Dengan eskalasi harga material saat ini, margin kontraktor yang tadinya di kisaran 10% kini terus tergerus turun, bahkan sampai merugi

INDEKS BERITA

Terpopuler