Ditopang Harga CPO, Penjualan & Laba Bersih Cisadane Sawit Raya (CSRA) Naik Dua Digit

Jumat, 28 Oktober 2022 | 18:41 WIB
Ditopang Harga CPO, Penjualan & Laba Bersih Cisadane Sawit Raya (CSRA) Naik Dua Digit
[ILUSTRASI. Aktivitas pekerja yang tengah memanen buah kelapa sawit di perkebunan milik PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA). DOK/CSRA]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren naik harga minyak kelapa sawit atau CPO (crude palm oil) telah mendongkrak kinerja PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) pada sembilan bulan pertama 2022. Penjualan bersih dan laba bersih CSRA tumbuh dua digit. 

Merujuk laporan keuangan per 30 September 2022 yang dipublikasikan hari ini (28/10), CSRA berhasil membukukan penjualan bersih senilai Rp 765,16 miliar. Pertumbuhannya mencapai 17,2% secara tahunan (year on year).

Dalam keterangan resminya, manajemen CSRA menyebut pertumbuhan positif di sisi nilai penjualan bersih ditopang oleh kenaikan harga jual komoditas minyak kelapa sawit.

Harga jual rata-rata CPO pada sembilan bulan pertama tahun ini tumbuh sekitar 18,5% secara tahunan. Sementara harga jual rata-rata tandan buah segar (TBS) meningkat 18,3% dan kernel melambung 33,8% secara tahunan.

Baca Juga: Pelonggaran Ekspor Menyuburkan Harga CPO dan Prospek Produsen Sawit

Dari sisi operasional kinerja CSRA sebetulnya tidak terlalu baik untuk segmen tertentu. CSRA mencatat produksi TBS sebesar 263.932 ton, tumbuh 7,67% secara tahunan. 

Namun pada saat yang sama, produksi CPO melorot 11,01% menjadi 27.436 ton. Begitu pun produksi kernel yang turun 6,42% secara tahunan menjadi 6.894 ton.

Di tengah kenaikan nilai penjualan bersih, CSRA berhasil menekan beban pokok penjualan yang turun3,3% secara tahunan.

 

 

Dus, emiten kelapa sawit itu berhasil mengerek laba usahanya tumbuh positif 28,7% menjadi Rp 364,08 miliar, dengan marjin laba usaha sebesar 47,6%.

Ujung-ujungnya, laba bersih CSRA per 30 September 2022 tumbuh 38,6% secara tahunan menjadi sebesar Rp 247,71 miliar. 

Catatan KONTAN, sepanjang 2022 manajemen CSRA menargetkan penjualan bersih bisa mencapai Rp 1 triliun dan laba bersih sebesar Rp 400 miliar. 

Baca Juga: Genjot Ekspansi Pabrik Sawit, Cisadane Sawit Raya (CSRA) Bidik Penjualan Rp 1 Triliun

Sementara untuk tahun depan, Cisadane Sawit Raya akan memompa kinerjanya lewat tambahan pabrik kedua yang berada di Tapanuli Selatan. Pabrik berkapasitas produksi 45 ton TBS per jam itu rencananya akan rampung dibangun pada kuartal I-2023.

Bagikan

Berita Terbaru

Negara Bisa Pakai Aset Debitur Nunggak
| Senin, 27 April 2026 | 14:48 WIB

Negara Bisa Pakai Aset Debitur Nunggak

Pemerintah resmi mengubah pendekatan dalam pengelolaan piutang negara melalui terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2026

Pajak Si Super Kaya Bisa Tambal Defisit APBN
| Senin, 27 April 2026 | 14:25 WIB

Pajak Si Super Kaya Bisa Tambal Defisit APBN

Berdasarkan laporan Celios, nilai kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia melampai APBN              

Efek Perang Permintaan PLTS Melonjak, Ekspor Panel Surya Cina Capai Rekor Tertinggi
| Senin, 27 April 2026 | 10:00 WIB

Efek Perang Permintaan PLTS Melonjak, Ekspor Panel Surya Cina Capai Rekor Tertinggi

Skala program ini membuka peluang industri nyata, yakni manufaktur panel surya domestik, penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi hijau.

Sideways Sepanjang April 2026, Ke Mana Arah Harga Emas?
| Senin, 27 April 2026 | 09:00 WIB

Sideways Sepanjang April 2026, Ke Mana Arah Harga Emas?

Pembukaan Selat Hormuz jadi kunci penting, jika harga minyak stabil di bawah US$ 80 per barel, maka harga emas bisa terangkat lagi.

Badai Krismon Tahun 1998 Pasti Kembali?
| Senin, 27 April 2026 | 08:42 WIB

Badai Krismon Tahun 1998 Pasti Kembali?

Badai krisis bisa kembali! Pelajaran dari 1998 sangat penting. Pemerintah harus bertindak cepat. Cari tahu langkah krusialnya.

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG
| Senin, 27 April 2026 | 08:00 WIB

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG

Implementasi program MBG masih menopang kinerja JPFA, program ini menambah konsumsi ayam nasional secara signifikan di 2026.

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May
| Senin, 27 April 2026 | 07:41 WIB

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May

Bursa saham Indonesia tertatih-tatih berjalan. Apakah fenomena Sell in May berpeluang memperparah IHSG?

Prospek  Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis
| Senin, 27 April 2026 | 07:22 WIB

Prospek Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencetak laba fantastis 2025. Prediksi pertumbuhan 2026 tidak lagi tiga digit, simak proyeksi terbarunya!

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 27 April 2026 | 06:57 WIB

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Badai menerjang IHSG, investor asing lepas saham besar-besaran. Jangan sampai salah langkah, pahami risikonya sebelum Anda bertindak.

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu
| Senin, 27 April 2026 | 06:55 WIB

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu

​Kredit konsumer perbankan melambat seiring daya beli masyarakat melemah, mendorong bank semakin ketat menyalurkan pembiayaan.

INDEKS BERITA

Terpopuler