Domino BBM Industri

Senin, 27 April 2026 | 06:16 WIB
Domino BBM Industri
[ILUSTRASI. Asnil Bambani Amri (KONTAN/Indra Surya)]
Asnil Bambani | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) industri memang bikin geleng-geleng kepala. Tak tanggung-tanggung, dalam tiga bulan saja kenaikannya bisa mencapai 47%. Harga BBM industri yang semula dijual Rp 20.750 per liter di awal Januari, kini naik menjadi Rp 30.550 per liter untuk harga minggu terakhir April.

Kenaikan harga BBM industri ini akan berdampak pada ongkos operasional produksi industri. Jika perusahaannya memproduksi crude palm oil (CPO), maka biaya produksi CPO-nya akan ikut naik. Jika industrinya memproduksi batubara, maka biaya penambangannya batubaranya juga akan naik.  

Begitu juga untuk sektor jasa seperti perkapalannya. Kenaikan harga BBM industri akan mendongkrak biaya operasional perusahaan perkapalan itu. Imbasnya perusahaan perkapalan itu akan menaikkan tarif jasa kapalnya. 

Sementara CPO dan batubara kebanyakan dikirim melalui kapal. Sudah tentu, harga CPO dan batubara tersebut harus membayar lagi biaya tambahan karena imbas kenaikan harga BBM industri. Kondisi ini tidak hanya berlaku kepada CPO saja, juga termasuk produk-produk lainnya yang juga dikirim melalui kapal dan memakai bahan baku dan energi berbasis minyak dunia.  

Adapun ujung dari kenaikan harga BBM industri ini akan berakhir di produk hilir dan dibayar oleh konsumen. Kalau produknya berupa CPO, kenaikan harga akan terjadi untuk produk hilirnya, seperti minyak goreng. Kemudian, konsumen juga harus membeli minyak goreng lebih mahal, apalagi jika minyak goreng itu dikemas dengan plastik yang juga terdampak harga minyak. 

Kondisi ini akan berpengaruh ke daya beli. Kenaikan harga berisiko pada penundaan belanja. Industri juga demikian, penundaan pembelian dari konsumen membuat mereka  ikut menunda rencana ekspansi. Sebaliknya, industri akan melakukan efisiensi biaya operasional. 

Mengencangkan ikat pinggang ini akan menjadi kabar buruk bagi pertumbuhan ekonomi. Jika kondisinya terus berlarut, maka perlambatan ekonomi akan menghantui republik ini. Perlambatan ekonomi akan membawa dampak pada naiknya pengangguran dan meningkatnya indeks kemiskinan.  

Bagi pelaku industrinya, kenaikan harga BBM industri akan menguji daya tahan dari industrinya. Jika mereka tak mampu bertahan, tentu mereka akan mengambil jalan pintas seperti pemutusan hubungan kerja (PHK). Apakah pemerintah sudah menimang risiko ini?

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Neraca Dagang Indonesia Defisit Pertama Kali dalam 72 Bulan
| Rabu, 01 Juli 2026 | 15:52 WIB

Neraca Dagang Indonesia Defisit Pertama Kali dalam 72 Bulan

Indonesia catat defisit dagang pertama setelah 72 bulan surplus. Impor migas melonjak drastis, ini alasan Anda perlu tahu dampaknya segera.

Kenaikan Harga Bensin Memicu Inflasi Tahunan Juni 3,34%
| Rabu, 01 Juli 2026 | 13:22 WIB

Kenaikan Harga Bensin Memicu Inflasi Tahunan Juni 3,34%

Secara tahunan atau year on year (YoY), inflasi Juni 2026 tercatat sebesar 3,34%, meningkat dari 3,08% pada Mei 2026.

Transaksi BEI Anjlok Hampir 50% dalam Dua Pekan, Likuiditas Pasar Saham RI Mengering
| Rabu, 01 Juli 2026 | 10:25 WIB

Transaksi BEI Anjlok Hampir 50% dalam Dua Pekan, Likuiditas Pasar Saham RI Mengering

Setelah IHSG mengalami tekanan tajam dalam beberapa kesempatan, tingkat kepercayaan investor ritel ikut menurun.

Ada Lelang Frekuensi, Mitratel (MTEL) Bidik Pertumbuhan Kinerja Pada 2026
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:38 WIB

Ada Lelang Frekuensi, Mitratel (MTEL) Bidik Pertumbuhan Kinerja Pada 2026

Emiten menara telekomunikasi ini memproyeksi, kenaikan pendapatan dan EBITDA tahun 2026 mengikuti pertumbuhan industri menara telekomunikasi.​

Laju Saham Kompas100 Belum Maknyus
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:34 WIB

Laju Saham Kompas100 Belum Maknyus

Saham emiten berkapitalisasi besar atau big caps di Bursa Efek Indonesia jadi pemberat kinerja IDX Kompas100 sejak awal 2026.

Ekspektasi Suku Bunga Masih Tinggi, Mirae Asset Kaji Ulang Target IHSG
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:24 WIB

Ekspektasi Suku Bunga Masih Tinggi, Mirae Asset Kaji Ulang Target IHSG

Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian terpuruk. Mirae Asset Sekuritas berpotensi memangkas target IHSG di 2026. ​

Jalan Terjal Indeks Saham Sektoral
| Rabu, 01 Juli 2026 | 09:18 WIB

Jalan Terjal Indeks Saham Sektoral

Di sepanjang tahun berjalan 2026 atau year to date (YtD), seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja negatif ​

Patriot Bond dan Merah Putih Bond: Perlakuan Super Istimewa dengan Risiko Nyata
| Rabu, 01 Juli 2026 | 08:51 WIB

Patriot Bond dan Merah Putih Bond: Perlakuan Super Istimewa dengan Risiko Nyata

Ketidakpatuhan yang berujung pada peluang memperoleh perlindungan khusus, akan merusak insentif kepatuhan pajak jangka panjang.

Kenaikan Produksi Mendorong Prospek Saham INCO
| Rabu, 01 Juli 2026 | 08:21 WIB

Kenaikan Produksi Mendorong Prospek Saham INCO

Proyek hilirisasi INCO diprediksi dorong laba di 2026. Analis pun memasang rekomendasi beli saham INCO

Rupiah Anjlok Lagi, Mengawali Juli 2026, Simak Prediksi Mata Uang Garuda Hari Ini
| Rabu, 01 Juli 2026 | 08:17 WIB

Rupiah Anjlok Lagi, Mengawali Juli 2026, Simak Prediksi Mata Uang Garuda Hari Ini

Rupiah merosot 0,31% ke Rp 17.907 per dolar AS. Faktor domestik dan arah kebijakan moneter The Fed menjadi penentu pergerakan rupiah. 

INDEKS BERITA

Terpopuler