Donatur Kecewa

Selasa, 12 Juli 2022 | 08:00 WIB
Donatur Kecewa
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Teruslah memberi, sampai kamu menderita. Kata-kata yang berasal dari ucapan Ibu Theresa ini sering menjadi penyemangat jutaan orang baik yang gemar berdonasi untuk membantu sesamanya.

Tapi, arti kalimat itu menjadi lain ketika kasus-kasus penyelewengan dana sumbangan terkuak. Para donatur kecewa dan marah karena dana mereka ternyata tak digunakan sebagaimana mestinya. 

Meski masih butuh pembuktian lebih lanjut, dugaan kasus penyelewengan dana donasi Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tentu membuat masyarakat tersentak. Sangat wajar jika banyak masyarakat bertanya: bagaimana nasib donasi saya? Apakah dikelola dan disalurkan secara benar? 

Oh,ya, tahukah Anda bahwa masyarakat kita paling dermawan di seluruh dunia? Berdasarkan World Giving Index yang disusun oleh Charities Aid Foundation (CAF), 2021 lalu, Indonesia menjadi negara paling dermawan sedunia dengan skor 69%.

Hampir tujuh dari setiap 10 orang di Indonesia terlibat dalam kegiatan amal yang bisa mencakup tiga hal: membantu orang asing, mendonasikan uang, atau menjadi sukarelawan. Khusus soal donasi, tingkat keterlibatan penduduk Indonesia dalam pengumpulan dana kemanusiaan mencapai 83%.

Keterlibatan masyarakat yang tinggi di berbagai aktivitas kemanusiaan ini memiliki sumbangan penting bagi upaya mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Selama pandemi dan masa pemulihan setelahnya, berbagai kegiatan amal oleh individu maupun organisasi memiliki peran yang lebih penting.

Maklum, lazimnya, kegiatan seperti ini mampu memberikan bantuan yang cepat dan tepat bagi masyarakat. Ia melengkapi program perlindungan sosial pemerintah yang punya birokrasi lebih panjang.

Tentu, disayangkan jika potensi besar kegiatan donasi masyarakat Indonesia itu menjadi surut gara-gara dugaan penyelewengan di ACT. Pemerintah perlu mengembalikan kepercayaan masyarakat agar mereka tetap nyaman menyalurkan bantuan lewat lembaga kemanusiaan yang tengah tumbuh subur.

Penuntasan kasus dugaan penyelewengan dana di ACT bisa menjadi prioritas jangka pendek. Namun, seperti saran banyak pengamat, pemerintah harus memperbaiki tata kelola institusi penampung dana sumbangan secara menyeluruh.

Pemerintah bersama wakil rakyat di Senayan bisa memulai dengan merevisi Undang-Undang Nomor 9/ 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang yang telah uzur.  

Bagikan

Berita Terbaru

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen

WIKON diajukan PKPU oleh PT Pratama Widya Tbk (PTPW), sedangkan PTPP diajukan PKPU oleh PT Sinergi Karya Sejahtera.

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

Nasib Kripto 2026: Level Krusial Ini Tentukan Arah Harga Bitcoin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:00 WIB

Nasib Kripto 2026: Level Krusial Ini Tentukan Arah Harga Bitcoin

Bitcoin anjlok lebih dari 50% dari ATH, Ethereum senasib. Pahami risiko likuidasi massal dan hindari kerugian lebih parah.

INDEKS BERITA

Terpopuler