DRI: Optimisme Konsumen di Februari Melandai

Selasa, 05 Maret 2019 | 09:17 WIB
DRI: Optimisme Konsumen di Februari Melandai
[]
Reporter: Benedicta Prima | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Optimisme konsumen pada Februari 2019 melandai, berbalik arah dari tren yang terjadi selama tiga bulan pendahulunya. Namun, pengusaha memperkirakan pelemahan persepsi konsumen hanya berlangsung sementara. Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) bulan depan dan perayaan Lebaran akan memacu kepercayaan konsumen.

Pelemahan persepsi konsumen terindikasi dari hasil survei Danareksa Research Institute (DRI), Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Februari 2019 turun 1,8% menjadi 100,5. Penurunan ini karena Komponen Indeks Situasi Sekarang (ISS) dan Indeks Ekspektasi (IE), masing-masing tergerus sebesar 3,1% dan 1,0% ke level 84,1 dan 112,8.

Meski IKK turun, kekhawatiran konsumen terhadap tingginya harga bahan makanan mulai berkurang dari 66,8% menjadi 61,9%. Sementara kekhawatiran konsumen terhadap kelangkaan kerja cenderung stagnan 37,7%.

Konsumen juga optimistis tekanan inflasi mereda enam bulan mendatang. Indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi turun sebesar 1,8% menjadi 173,5. DRI menyebut penurunan ini karena ekspektasi stabilnya harga bahan pangan dan turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) awal Februari.

Selanjutnya, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang kembali membaik. Indeks Rencana Beli (IRB) yang mengukur rencana pembelian oleh konsumen naik 2,3% menjadi 189,7 dari bulan sebelumnya atau meningkat sebesar 6,0% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menganalisa, penurunan IKK tidak menggambarkan pelemahan daya beli konsumen. Menurutnya, jumlah transaksi ritel masih dalam tren positif. "Penurunan itu lebih ke psikologis menjelang pesta demokrasi," jelas Roy kepada KONTAN, Senin (4/3).

Menurut Roy, saat ini fokus sebagian orang sedang mengarah pada pesta demokrasi sehingga persepsi belanja agak sedikit turun. Namun, pada masa jelang pesta demokrasi justru konsumsi meningkat. Mulai dari belanja makanan dan minuman hingga kebutuhan spanduk untuk kampanye. "Pemilu 2014 justru terjadi peningkatan transaksi," ujar Roy tanpa merinci.

Bagikan

Berita Terbaru

Laba Bersih Melonjak tapi Saham TINS Terjerembap, Asing Malah Diam-Diam Serok Bawah!
| Kamis, 14 Mei 2026 | 09:30 WIB

Laba Bersih Melonjak tapi Saham TINS Terjerembap, Asing Malah Diam-Diam Serok Bawah!

Ketidakpastian mengenai aturan royalti minerba menjadi salah satu faktor utama penekan harga saham TINS.

Rupiah Terjerembap ke Rekor Terendah, Emiten Kertas TKIM dan INKP Siap Panen Cuan
| Kamis, 14 Mei 2026 | 08:30 WIB

Rupiah Terjerembap ke Rekor Terendah, Emiten Kertas TKIM dan INKP Siap Panen Cuan

Rebalancing indeks MSCI memberikan tekanan outflow jangka pendek buat TKIM yang terdepak dari indeks small cap.

Agresif Ekspansi Anorganik, Saham INET Malah Terus Terjepit, Prospeknya tak Menarik?
| Kamis, 14 Mei 2026 | 07:30 WIB

Agresif Ekspansi Anorganik, Saham INET Malah Terus Terjepit, Prospeknya tak Menarik?

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sedang bertransformasi menjadi integrated digital infrastructure provider.

Konflik Geopolitik Makin Menjerat Membuat Harga Emas Semakin Mengkilat
| Kamis, 14 Mei 2026 | 07:00 WIB

Konflik Geopolitik Makin Menjerat Membuat Harga Emas Semakin Mengkilat

Salah satu faktor yang mendorong harga emas adalah rencana NATO menggelar pertemuan bulan depan untuk membahas kemungkinan keanggotaan Ukraina.

Sebelas Saham Big Caps Bertahan di Indeks MSCI Global Standard, Simak Prospeknya
| Kamis, 14 Mei 2026 | 06:59 WIB

Sebelas Saham Big Caps Bertahan di Indeks MSCI Global Standard, Simak Prospeknya

Pengumuman MSCI ini bisa jadi bottom dari koreksi IHSG sebelum kembali bangkit mengikuti fundamental perusahaan.

DBS Research Group: Perekonomian Indonesia Masih Resilien di Bawah Pelemahan Rupiah
| Kamis, 14 Mei 2026 | 06:10 WIB

DBS Research Group: Perekonomian Indonesia Masih Resilien di Bawah Pelemahan Rupiah

Sektor pertambangan dan energi, perusahaan tambang hulu dinilai akan diuntungkan di tengah harga komoditas yang lebih tinggi.

Pemulihan EXCL dari Beban Merger Terus Berjalan Hingga Akhir Tahun
| Kamis, 14 Mei 2026 | 05:37 WIB

Pemulihan EXCL dari Beban Merger Terus Berjalan Hingga Akhir Tahun

Salah satu faktor kunci adalah kemampuan EXCL melakukan efisiensi jaringan dan mengurangi biaya yang tumpang tindih pasca merger.

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia
| Rabu, 13 Mei 2026 | 11:00 WIB

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia

Valuasi MAPI masih menarik, saat ini diperdagangkan pada price earnings ratio (PER) sekitar 9,88 kali dan price to book value (PBV) 1,69 kali.

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:19 WIB

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten

Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per April 2026 belum menjadi katalis positif emiten konsumer.

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:11 WIB

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)

PT Rama Indonesia telah menyelesaikan transaksi pengambilalihan saham mayoritas PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). 

INDEKS BERITA

Terpopuler