Dubai Utility Company Set to Raise US$ 6.1 Billion as Prices IPO

Rabu, 06 April 2022 | 17:10 WIB
Dubai Utility Company Set to Raise US$ 6.1 Billion as Prices IPO
[ILUSTRASI. FILE PHOTO: Gyrocopters fly over Dubai during the World Air Games 2015, United Arab Emirates December 9, 2015. REUTERS/Karim Sahib/Pool/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - DUBAI, April 6 (Reuters) - Dubai Electricity and Water Authority (DEWA) is set to raise 22.32 billion dirhams ($6.1 billion) after pricing its initial public offering at the top of the range on Wednesday, in the Gulf's biggest IPO since Saudi Aramco's record deal in 2019.

Dubai's deputy ruler and finance minister Sheikh Maktoum Bin Mohammed said in a tweet that DEWA had attracted 315 billion dirhams of demand for the IPO, with buyers including sovereign wealth funds, private fund and 65,000 individual investors.

State utility DEWA had set an indicative price range of 2.25 dirhams to 2.48 dirhams, with the top level expected to raise 22.32 billion dirhams for the Dubai government.

Baca Juga: JetBlue Offers $3.6 Billion for Spirit in U.S. Low-Cost Carrier Battle

As well as raising money for Dubai, the IPO aims to help the Emirate's exchange compete more effectively with bigger rivals in the region, such as those in Saudi Arabia and Abu Dhabi.

DEWA's public share sale is the biggest to date in the Emirate and is also set to become the region's largest since Saudi Aramco's 2222.SE $29.4 billion IPO, the world's biggest.

Demand for DEWA's IPO has been strong, prompting it to first raise the size of the institutional offer and then boosting the retail portion by almost three times on Saturday.

Citigroup, Emirates NBD Capital and HSBC are joint global IPO coordinators, while Credit Suisse, EFG Hermes, First Abu Dhabi Bank PJSC and Goldman Sachs are joint bookrunners.

Bagikan

Berita Terbaru

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:46 WIB

Adhi Karya (ADHI) Menyelesaikan Hunian di Aceh Tamiang

Melalui pembangunan nonstop selama enam hari, Rumah Hunian Danantara Tahap I berhasil diselesaikan dan terus dikejar untuk tahap selanjutnya

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:15 WIB

Hati-Hati Kripto Masih Rentan Terkoreksi

Hingga saat ini sentimen utama yang mempengaruhi pasar masih berkisar pada kondisi likuiditas global.

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:00 WIB

Investasi Jangka Panjang Ala Edwin Pranata CEO RLCO: Kiat Cuan Maksimal

Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, berbagi strategi investasi jangka panjang yang fokus pada fundamental dan keberlanjutan kinerja.

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:44 WIB

Saham Perkapalan Meroket di Awal 2026, Cermati Rekomendasi Analis Berikut ini

Tak hanya pergerakan harga minyak global, tetapi kombinasi geopolitikal dan rotasi sektor turut mendorong kinerja harga saham emiten perkapalan.

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:14 WIB

Silang Sengkarut Dana Haji Khusus

BPKH hanya menjalankan mandat sesuai regulasi dan tidak memiliki kewenangan mencairkan dana tanpa instruksi resmi dari kementerian teknis.

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:12 WIB

Manufaktur Terkoreksi, Namun Tetap Ekspansi

Ekspansi manufaktur masih ditopang oleh pertumbuhan permintaan baru.                                      

Nina Bobok Stabilitas
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:11 WIB

Nina Bobok Stabilitas

Jangan sampai stabilitas 2026 sekadar ketenangan semu sebelum kemerosotan daya beli benar-benar menghantam fondasi ekonomi kita.

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 06:09 WIB

Meja Judi Dunia Berpindah, Peta Bisnis Judi Global Berubah

Menurut Vitaly Umansky, analis senior sektor perjudian global di Seaport Research Partners, potensi pertumbuhan Makau masih besar.

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 05:26 WIB

Miskonsepsi Pertumbuhan Ekonomi

Perpindahan pekerjaan menuju sektor bernilai tambah tinggi menjadi keharusan, dan sistem keuangan harus mendorong kredit produktif.

Bisnis Emas Bank Syariah Bakal Semakin Merekah
| Sabtu, 03 Januari 2026 | 04:50 WIB

Bisnis Emas Bank Syariah Bakal Semakin Merekah

Memasuki tahun 2026, bank syariah menilai harga emas bisa kembali berkilau setelah melesat di tahun lalu dan menjadi sentimen layanan emas. 

INDEKS BERITA

Terpopuler