Dukung Ukraina yang Kontra Rusia, Uni Eropa Mencarikan Solusi Pasokan Gas Alam

Selasa, 12 Oktober 2021 | 18:57 WIB
Dukung Ukraina yang Kontra Rusia, Uni Eropa Mencarikan Solusi Pasokan Gas Alam
[ILUSTRASI. Uni Eropa mencari cara untuk memastikan Ukraina memiliki pasokan gas alam yang stabil selama musim dingin ini. REUTERS/Gleb Garanich]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - KYIV. Uni Eropa menunjukkan dukungan terhadap Ukraina yang berselisih dengan Rusia. Kelompok ekonomi kawasan itu sedang mencari cara berbeda untuk memastikan Ukraina memiliki pasokan gas alam yang stabil selama musim dingin ini dan tidak terkena pengurangan produksi Rusia. Salah satu opsi yakni membalikkan aliran gas dari Slovakia. 

Sejak September 2014 Slovakia memiliki interkoneksi dengan Ukraina. "Komisi bersama dengan para ahli Ukraina, saat ini sedang menjajaki skenario yang berbeda untuk mengamankan pasokan yang cukup untuk Ukraina," kata Ursula von der Leyen, President of European Commission dalam sebuah pernyataan bersama Presiden Ukraina, Selasa (12/10).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Kemenperin Menggodok Lembaga Kawasan Industri
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:39 WIB

Kemenperin Menggodok Lembaga Kawasan Industri

Himpunan Kawasan Industri (HKI) menyatakan dukungan terhadap rencana pembentukan Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN) di bawah Presiden.

Kelebihan Pasokan Masih Bayangi Industri Semen
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:35 WIB

Kelebihan Pasokan Masih Bayangi Industri Semen

Faktor kunci yang akan menentukan adalah kecepatan realisasi proyek fisik dan belanja pemerintah pusat

Kenaikan BI Rate Ancam Biaya Dana di Perbankan
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:35 WIB

Kenaikan BI Rate Ancam Biaya Dana di Perbankan

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi 5,75% mulai mendorong kenaikan biaya dana atau cost of fund (CoF) perbankan

Menunggu 28 Tahun, Proyek Konstruksi Lapangan Abadi Masela Bergulir
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:31 WIB

Menunggu 28 Tahun, Proyek Konstruksi Lapangan Abadi Masela Bergulir

Blok Abadi Masela memiliki potensi produksi mencapai 1.200 million standard cubic feet per day (mmscfd).

Insentif Pajak PFII Tuai Pro Kontra
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:30 WIB

Insentif Pajak PFII Tuai Pro Kontra

Sepanjang 0%, pemerintah akan memberikan itu sampai 50 tahun.                                           

Rupiah Masih Rentan Koreksi pada Jumat (17/7)
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Masih Rentan Koreksi pada Jumat (17/7)

Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,45% secara harian ke Rp 17.986 per dolar AS

Bank Tabungan Negara Incar Akuisisi Kredit Demi Percepat Ekspansi
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:24 WIB

Bank Tabungan Negara Incar Akuisisi Kredit Demi Percepat Ekspansi

Menurut Dirur BTN, peluang realisasi akuisisi portofolio kredit berikutnya kemungkinan baru terjadi pada 2027.​

Daya Tawar Batubara Indonesia Masih Lemah
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:23 WIB

Daya Tawar Batubara Indonesia Masih Lemah

China dan India dinilai masih memegang kendali harga batubara ekspor Indonesia dengan menyeraap hampir setengah vollume ekspor

Fungsi Palugada Kopdes Merah Putih
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:19 WIB

Fungsi Palugada Kopdes Merah Putih

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, Kopdes Merah Putih bukan sekadar supermarket.

Sudah Menyerap Seluruh Dana IPO, Kinerja Bukalapak (BUKA) Masih Loyo
| Jumat, 17 Juli 2026 | 06:15 WIB

Sudah Menyerap Seluruh Dana IPO, Kinerja Bukalapak (BUKA) Masih Loyo

Hingga 30 Juni 2026, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) telah menggunakan seluruh dana hasil IPO sebesar Rp 21,33 triliun. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler