Ekonomi Global Melambat, Defisit Anggaran Melebar

Jumat, 17 Mei 2019 | 07:25 WIB
Ekonomi Global Melambat, Defisit Anggaran Melebar
[]
Reporter: Grace Olivia | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perlambatan ekonomi global berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini tercermin pada kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, utamanya penerimaan negara. Efeknya, defisit anggaran melebar.

Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, defisit anggaran per 30 April lalu sebesar Rp 101 triliun, atau 0,63% dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini melebar dari periode yang sama 2018 yang hanya Rp 54,9 triliun atau 0,37% dari PDB.

Sebagai gambaran, realisasi pendapatan negara dan hibah per akhir April mencapai Rp 530,7 triliun, tumbuh 0,5% dari bulan lalu. Sementara, belanja negara Rp 631,8 triliun

Perlambatan ekonomi, setidaknya mempengaruhi dua hal: penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). "Kondisi dan kegiatan ekonomi yang mengalami tekanan baik dari luar maupun dari dalam, terefleksi dalam penerimaan pajak kita," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kamis (16/5).

Kemkeu mencatat, realisasi penerimaan pajak, termasuk pajak penghasilan (PPh) migas Rp 387 triliun alias tumbuh tipis 1% year on year (yoy). Padahal periode yang sama pada tahun 2017 dan 2018, penerimaan pajak masih mampu tumbuh dua digit, masing-masing sebesar 19,2% yoy dan 10,8% yoy.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Robert Pakpahan menjelaskan, melambatnya penerimaan pajak, terutama pajak pertambahan nilai (PPN), dipengaruhi perlambatan impor. Ini sejalan dengan upaya pengereman impor yang dilakukan pemerintah.

Di sisi lain, penerimaan pajak sektor jasa keuangan dan transportasi tumbuh positif. Namun, kedua sektor ini tak kena PPN. "Sehingga memang tidak mampu mem- boost, penerimaan PPN," kata Robert.

Tak sampai di situ, pelemahan harga komoditas juga terefleksi pada realisasi PNBP yang tercatat hanya Rp 94 triliun per akhir April lalu. Padahal, pada periode yang sama tahun 2017 dan 2018, realisasi PNBP masih bisa tumbuh 38,1% yoy dan 21,5% yoy.

Adapun realisasi belanja negara hingga April tumbuh 8,4% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara rinci, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 370 triliun, tumbuh 11,8% yoy dan realisasi transfer ke daerah dan dana desa Rp 261,7 triliun, tumbuh 3,9% yoy.

Dengan demikian, keseimbangan primer mencatat defisit Rp 18,4 triliun. Kondisi ini berbanding terbalik dari akhir April tahun lalu yang justru surplus Rp 24,4 triliun.

Sri Mulyani mengakui, pihaknya mulai meningkatkan kewaspadaan di tengah ancaman perlambatan ekonomi global yang semakin nyata. Pemerintah menjaga agar defisit anggara tetap dalam kisaran target 1,84% dari PDB.

Bagikan

Berita Terbaru

Barito Pacific Lepas 38,4 Juta Saham BREN, Dorong Free Float di Tengah Status HSC
| Kamis, 23 April 2026 | 16:45 WIB

Barito Pacific Lepas 38,4 Juta Saham BREN, Dorong Free Float di Tengah Status HSC

MSCI menyatakan akan menghapus saham-saham dengan status HSC sejalan dengan perlakuan terhadap saham sejenis di pasar lain.

Saham BDMN Melesat Dua Hari Beruntun, Rumor Aksi Korporasi Mencuat
| Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Saham BDMN Melesat Dua Hari Beruntun, Rumor Aksi Korporasi Mencuat

Nilai, volume, dan frekuensi transaksi BDMN ikut meningkat, investor asing mencatatkan net foreign buy Rp 18,71 miliar dalam dua hari perdagangan.

Transformasi LPPF Berpeluang Memoles Kinerja di Tahun 2026
| Kamis, 23 April 2026 | 08:43 WIB

Transformasi LPPF Berpeluang Memoles Kinerja di Tahun 2026

PT Matahari Department Store kini jadi MDS Retailing Tbk. Analis sebut potensi kinerja LPPF membaik bertahap hingga 2026, tapi ada syaratnya.

Catat! BTN Bahas Rencana Akuisisi di RUPST Hari Ini Senilai Rp 15,43 Triliun
| Kamis, 23 April 2026 | 08:12 WIB

Catat! BTN Bahas Rencana Akuisisi di RUPST Hari Ini Senilai Rp 15,43 Triliun

Diperkirakan nilai transaksi tersebut paling banyak senilai Rp15,432 triliun atau sekitar 42,6% dari nilai ekuitas BTN per 31 Desember 2025.

IPCC Membidik Pendapatan Tumbuh 12%, Simak Strateginya
| Kamis, 23 April 2026 | 07:52 WIB

IPCC Membidik Pendapatan Tumbuh 12%, Simak Strateginya

PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) menargetkan pendapatan Rp 1,04 triliun pada 2026. Diversifikasi layanan dan tender OEM jadi kunci utama

MINE Menebar Dividen Rp 60,23 Miliar
| Kamis, 23 April 2026 | 07:27 WIB

MINE Menebar Dividen Rp 60,23 Miliar

Sepanjang 2025, MINE mencatatkan pertumbuhan pendapatan 11,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp 2,36 triliun.

 Penjualan Tertahan Biaya Produksi
| Kamis, 23 April 2026 | 07:23 WIB

Penjualan Tertahan Biaya Produksi

Target penjualan mobil 850.000 unit pada tahun ini menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku hingga kebijakan fiskal

Ekspor Listrik Masih Terganjal Regulasi
| Kamis, 23 April 2026 | 07:15 WIB

Ekspor Listrik Masih Terganjal Regulasi

"ASEAN memiliki program interkoneksi listrik melalui program ASEAN Power Grid baik dalam konteks investasi dan meningkatkan ketahanan energi

Laba Asuransi Jiwa Mulai Tumbuh Positif
| Kamis, 23 April 2026 | 07:14 WIB

Laba Asuransi Jiwa Mulai Tumbuh Positif

Hasil investasi asuransi jiwa mendorong laba menguat.                                                   

Rogoh Kocek Rp 200 Miliar, Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Siap Buyback Saham
| Kamis, 23 April 2026 | 07:13 WIB

Rogoh Kocek Rp 200 Miliar, Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Siap Buyback Saham

 PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) akan membeli kembali maksimal 339,71 juta saham. Ini setara 5% dari modal ditempatkan dan disetor. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler